Para Ibu Muda Palestina Bertekad Lahirkan Lebih Banyak Anak Lagi

zulkinofr

KHAN YOUNIS, muslimdaily.net –
Petugas Palestina mengatakan
bahwa setidaknya 4.500 bayi
dilahirkan sejak Israel memulai
operasi militernya di Gaza. Hanya
beberapa ratus meter dari kamar
mayat Rumah Sakit Nasser, warga-
warga Palestina baru berlahiran
menghirup napas kehidupan.
Syahidnya ribuan bayi dan anak-
anak di Palestina sejak serangan
Israel Ramadhan lalu tak berhasil
membuat semangat para ibu di
Palestina surut. Mereka bertekad
melahirkan lebih banyak lagi calon
penjuang Islam melalui rahim
mereka. Salah satu dari mereka
adalah Saqqa, seorang ibu muda
berumur 20 tahun. Demikian
dikutip dari kantor berita Al
Jazeera (14/08).
“Penjajah Israel pikir membunuhi
orang Palestina membuat kita
musnah . . . itu tidak akan terjadi,”
ungkap Abeer Saqqa kepada Al
Jazeera, beberapa jam setelah
melahirkan anaknya, Anwar.
Unit persalinan rumah sakit ini
hiruk-pikuk dengan kesibukan.
Gencatan senjata 72-jam Israel dan
Hamas telah menyediakan
keringanan setelah lebih dari
sebulan daerah Palestina dikurung
Israel.
Setidaknya 1.965 warga Palestina
wafat 10.000 lainnya terluka, sejak
operasi militer Israel di Gaza yang
dimulai 8 Juli lalu, menurut PBB.
Enam puluh empat tentara Israel
dan tiga penduduk sipil Israel telah
tewas.
“Saya sekarang lebih bertekad
untuk melahirkan lebih banyak
bayi untuk menggantikan mereka
yang telah dibantai Israel,” kata
Saqqa yang usianya baru 20 tahun.
Haneen Alfarra, 30 tahun,
melahirkan sejam setelah suaminya
yang berusia 34 tahun gugur oleh
serangan udara Israel 1Agustus
lalu. “Serangan udara mengenai
rumah kami waktu kami sedang
melarikan diri,” isaknya.
Setelah menikah delapan tahun,
Alfarra telah memiliki tiga anak
sebelumnya, berusia antara dua
hingga lima tahun. Bayi barunya
yang berusia 10 hari belum
dinamai. “Ayah, kakek, dan
sepupu-sepupunya, semuanya
syahid oleh misil,” ujar Alfarra.
Sejak operasi militer Israel di Gaza,
petugas pemerintah di Gaza
melaporkan bahwa setidaknya
4.500 bayi telah lahir di Jalur Gaza.
Pada 2013, 66.000 bayi dilahirkan
di Jalur Gaza menurut Biro Pusat
Statistik Palestina, atau 5.550 bayi
lahir per bulan. Populasi Gaza
diproyeksikan mencapai 2,1 juta
pada 2020.
Dr. Yasmine Wahba, dari unit
persalinan Rumash Sakit Nasser,
mengatakan kepada Al Jazeera
bahwa angka ini bisa lebih besar.
Akan tetapi, terdapat beberapa
wanita yang juga mengalami
keguguran.
“Rasa takut adalah penyebab
utama banyaknya kelahiran
prematur… kebanyakan bayi di
sini berumur 30 hingga 32 minggu,
sementara kelahiran normal
biasanya 37 minggu atau lebih,”
tutur Wahba. Dia
menginformasikan bahwa unit
persalinan kini dalam kondisi
kapasitas maksimum, suatu
keadaan yang jarang terjadi.
Lima puluh rumah sakit dan enam
belas klinik kesehatan publik telah
dirusak oleh operasi militer Israel
menurut PBB. Kementerian
Kesehatan setempat juga
melaporkan 13 dari 54 pusat
layanan kesehatan di Gaza telah
ditutup karena pemboman Israel,
sementara tujuh dari dua puluh
satu pusat kesehatan primer yang
dioperasi PBB juga telah ditutup.
Hal tersebut memaksa para wanita
melahirkan di rumah, atau
penampungan, tanpa perawatan
kesehatan yang layak.
Dari ranjangnya di Rumah Sakit
Nasser, Abeer Saqqa yang baru
saja menjadi seorang ibu,
mengatakan bahwa dia akan
membangun tenda di bekas
reruntuhan rumahnya.
Melahirkan, imbuhnya, adalah
bagian dari perlawanan. “Jika
mereka membunuh satu orang,
kami akan melahirkan sepuluh lagi
orang.”
Sumber : Al Jazeera
Berita kiriman relawan
Yayan Puji Riyanto

Iklan

Gaza Bertekad Akan Bebaskan Penuh dari Penjajahan Zionis

zulkinofr

“Cukuplah arogansi penjajah ‘Israel’
sampai di sini. Cukup kejahatan
penjajah Zionis atas manusia
Palestina dan tanah airnya”. Itulah
teriakan warga Gaza yang
memutuskan untuk memasuki perang
melawan Zionis dengan tegas dan
kuat, tanpa ragu. Tekad mereka
bagaikan baja dan siap membayar
berapapun untuk kebebasan sebab
mereka sudah kenyang dan paham
benar dari pengalaman bahwa
bangsa manapun dalam sejarah,
tidak ada penjajah yang memberikan
sapu tangan untuk mengusap air
matanya dan bahwa penjajah tidak
akan memberikan konsesi secara
cuma-cuma kepada rakyat yang
dijajahnya.
Siapapun yang berjalan-jalan di
Gaza, dia akan mendengar sendiri
kemarahan mereka dan semuanya
tidak tahan lagi untuk hidup di bawah
penjajah dan sadar bahwa rakyat
Palestina di Gaza siap mati seribu
kali agar tidak lagi hidup dalam
penjajahan untuk kedua kalinya.
Rakyat Palestina di Gaza sudah
bersumpah bebas penuh dari
penjajahan, membebaskan dari
blockade berapapapun harga
pengorbanannya. Gaza sudah
memutuskan untuk melakukan
koordinasi dengan dunia lainnya
untuk mengoptimalkan potensi
lautnya, ingin jauh dari perlintasan
Mesir, ‘Israel’. Mereka bersumpah
terus berperang tanpa kenal lelah.
Inilah Gaza yang memasuki
peperangan pembebasan dari ‘Israel’
secara penuh. Mereka menyadari
saat ini tahap pengorbanan agar
terbebas dari kesepakatan Oslo yang
mengendalikan hubungan ‘Israel’ dan
Palestina. Gaza menyadari, perang
saat ini akan melibatkan banyak
pihak yang terlibat dari kelompok
pembenci prinsip perlawanan atas
penjajah.
Titik lemah satu-satunya yang
menghalangi pembebasan Gaza
adalah perundingan sia-sia di Kairo.
Sebab perundingan itu tidak
menyelsaikan penjajahan dari
akarnya. Mereka hanya membahas
pembukaan perlintasan ini dan itu
sebagai usaha meredam kemarahan
dan menyalakan api.
‘Israel’ tidak akan tahan melakukan
perang pembebasan terbuka. ‘Israel’
akan siap membayar mahal perang
melawan Gaza. Gaza yakin ‘Israel’
akan memohon gencatan senjata
kepada PBB dan ingin membebaskan
diri dari serangan perlawanan dan
melepaskan diri dari beban menjajah
Gaza. (at/Infopalestina.com)

Mengapa Brigade-brigade Jihad di Palestina Tak Pernah Mati

zulkinofr

DI sebuah sudut kota Jalur Gaza
yang hanya menyisakan puing, tiga
orang pemuda dengan laptop dan
ponsel tersusun di depan mereka
duduk bersama, dengan secangkir
the hangat. Mereka tidak pernah
berbicara banyak. Mereka
merupakan anggota Brigade Jihadis
Gaza.
Abu Anas, seorang pria berumur
20-an dengan jenggot yang
dipotong pendek rapi, baru saja tiba
dari medan tempur melawan Israel.
Ia adalah seorang pejuang di Gaza,
berkoordinasi erat dengan Hamas.
Dia adalah lulusan universitas dan
memiliki pekerjaan sebagai
kaligrafer.
“Saya telah ikut dalam semua tiga
perang melawan Israel dalam lima
tahun terakhir, dan saya bersedia
untuk terlibat dalam perang-perang
lainnya,” katanya sambil tersenyum.
Layanan keamanan dalam negeri
Israel, Shin Bet, menganggap kaum
Jihadis Gaza ini merupakan
kelompok sempalan dari Brigade al-
Aqsa, sayap militer Fatah. Baru-
baru ini, Shin Bet mengatakan,
kelompok ini telah mengembangkan
hubungan keuangan dan militer
yang erat dengan Hamas, dan
semakin efektif membesar dari
gerakan Islam yang lebih besar,
berkantor pusat di Gaza.
Pada bulan Januari, Shin Bet
mengumumkan bahwa mereka telah
menggagalkan rencana kelompok
ini untuk menculik warga Israel di
Tepi Barat. Entah benar atau tidak.
Israel dikenal selalu membuat-buat
alasan dan dalih.
Brigade Jihadis ini sudah
mengambil peran aktif dalam
putaran perang yang dikobarkan
Israel. Setidaknya, ada 445 roket,
rudal, dan mortar, yang mereka
tembakkan kepada kaum penjajah di
negerinya.
Ketika ditanya, kapan dia akan
berhenti memerangi Israel,
jawabannya sangat sederhana:
“Kami akan terus mengangkat
senjata sampai Palestina merdeka,”
katanya. “Dari Ras al-Naqoura
[sebuah kota di perbatasan Israel-
Lebanon utara] ke Umm al-
Rashrash [nama Arab untuk kota
Israel selatan Eilat].”
Dan bagaimana dengan Yahudi
Israel yang saat ini tinggal di
daratan Israel? Apakah mereka akan
diterima di negara baru Palestina?
“Itu bukan masalah kami,” kata Abu
Anas. “Mereka bisa pergi …. Orang-
orang Yahudi datang dari Argentina,
dari Eropa, mereka dapat kembali ke
tanah air mereka di sana.”
Abu Anas mengatakan bahwa
semua faksi Palestina—termasuk
Brigade Jihadis—bersatu melawan
Israel. Ia mengatakan bahwa tujuan
dari brigadenya adalah “berperang
di jalan Allah dan untuk
membebaskan semua tanah suci.”
Meskipun gencatan senjata telah
mengakar di Gaza, untuk pria muda
seperti Abu Anas, perang tidak
pernah benar-benar berhenti.
Rumahnya hancur dalam perang,
katanya, dan serangan Israel telah
merenggut nyawa salah satu
sepupunya, “ia seperti saudara bagi
saya.”
Menurut Anas, dalam kondisi
sekarang, semua sayap militer di
Gaza benar-benar bersatu. Bahkan
ketika para pemimpin politik
memiliki tujuan yang berbeda dan
terlibat dalam manuver mereka
sendiri.
Untuk Abu Anas, para diplomat
sangat jauh, sementara rekan
militernya adalah kekuatan yang
selalu ada dalam hidupnya. Dia
dengan senang hati membahas
kemampuan para Brigade Jihadis.
Kelompoknya, kata dia, telah
kehilangan sembilan pejuang dalam
jangka satu bulan ini, dan mungkin
sama sekali tak pernah takut jika
berikutnya adalah gilirannya.
“Dari awal perang, bahkan selama
gencatan senjata, kami tidak
meninggalkan posisi kami, dan kami
tinggal di sana, dan di terowongan
kami, sampai akhir pertempuran ini,”
katanya. “Dan sampai kami meraih
kemenangan.” [sa/Islampos/fp]
Share

Fidel Castro: Israel Praktikkan Fasisme Menjijikkan !!!

zulkinofr

Kuba, muslimdaily.net – Tokoh
Kuba, Fidel Castro, menyatakan
bahwa Israel mempraktikkan
“bentuk menjijikkan dari fasisme”
dalam perang brutal terhadap Jalur
Gaza, sehingga merupakan sebuah
perang “genosida yang
mengerikan”.
“Saya pikir, ini bentuk fasisme
baru dan menjijikkan, yang
muncul dengan kekuatan besar
pada saat ini, ketika lebih dari
tujuh miliar penduduk berjuang
untuk kelangsungan hidup
mereka,” tulis mantan Presiden
Cuba itu dalam kolom surat kabar
kabar setempat, Granma. Media
Middle East Monitor (MEMO) yang
dilansir oleh mi’rajnews, Kamis
(7/8/2014).
Fidel adalah salah seorang pendiri
Gerakan Non Blok antara lain
bersama Presiden Soekarno dari
Indonesia pada awal 1960-an. Ia
adalah penentang keras hegemoni
Amerika Serikat sejak masa perang
dingin. Ia langsung memutuskan
hubungan diplomatik negaranya
dengan Israel tahun 1973 setelah
Perang Yom Kipuur yang
dilancarkan Israel.
Kolom Fidel Castro tersebut diberi
judul “Palestinian Holocaust in
Gaza”. Artikel kolom ini muncul di
saat gencatan senjata selama 72
jam antara Israel dengan Hamas
tengah berlangsung di Gaza.
Castro mengutip kekejaman zionis
Israel telah melancarkan
“pembunuhan massal” sehingga
sekitar 2.000 warga Palestina
tewas, melukai hampir 9.000 orang
dan puluhan ribu orang
mengungsi.
“Genosida Nazi Yahudi membuat
marah semua bangsa yang ada di
bumi, tapi mengapa Israel percaya
bahwa dunia tidak akan sensitif
terhadap genosida yang
mengerikan yang saat ini sedang
dilakukannya terhadap rakyat
Palestina? Melibatkan AS ?”
Lanjut Castro, dengan mengkritik
sejarah imperialisme Eropa dan
Amerika, ia memperingatkan
bahwa “hari-hari ini telah muncul
kekuatan-kekuatan untuk
melawan negara penindas (AS)”,
terutama tercatat seperti Brazil,
Rusia, India, China dan Afrika
Selatan.
Memasuki pekan keempat atau hari
ke-29 agresi Israel terhadap Jalur
Gaza, korban meninggal dan luka
luka telah melampaui jumlah
11.000 jiwa, yang terdiri dari 1.865
syahid dan 9.563 luka luka.
“Jadi total korban berjumlah 11.428
orang, yang mayoritas adalah
wanita, anak-anak dan lansia,”
demikian Juru Bicara Kementerian
Kesehatan Palestina, Dr. Ashraf Al
Qadra, dalam keterangan resminya
Senin (4/8) pukul 21.00 waktu
Gaza.
Ia menguraikan, dari 1.865 korban
meninggal di antaranya 429 adalah
anak-anak, 243 wanita dan 79
lansia. Sedangakan korban luka
sejumlah 9.563 di antaranya 2.877
anak anak, 1.853 wanita dan 374
lansia.
Israel sudah menerima milyaran
dolar uang pembayar pajak
Amerika setiap tahunnya. Di
bawah 10 tahun, ada perjanjian
bantuan antara Washington dan
Tel Aviv yang ditandatangani pada
tahun 2007, sudah $ 30 milyar uang
Amerika mengalir ke Israel.
Bantuan militer tahunan AS ke
Israel telah ditingkatkan dari $ 2,4
milyar menjadi $ 3,1 milyar sampai
2017 di bawah perjanjian yang ada.
Sementara itu, pejabat AS dan
Israel telah membahas lonjakan
bantuan militer AS ke Israel dalam
paket bantuan baru yang akan
diperpanjang sampai 2027

Heboh Perempuan ‘Hantu Gaza’ Berbaju Hitam Berkeliaran Gegerkan AS

zulkinofr

WANITA misterius berbaju hitam
telah menjadi berita heboh di
Amerika Serikat. Perjalanan wanita
berjubah hitam di AS sejak pekan
lalu, masih menarik banyak
pengguna media sosial yang
menduga dia terkait dengan konflik
yang meningkat di Gaza.
Menanggapi #womaninblack
hashtag, satu
pengguna Twitter menulis di akun
pribadinya:
“Orang-orang berbicara
tentang #WomanInBlackmisterius,
apakah ia ada hubungannya
dengan#Gaza?”
Pengguna bernama @dogmaticfan
mempertanyakan “Apakah wanita itu
Hamas?” Sementara pengguna lain
menggambarkan wanita itu sebagai
“Hantu #gaza”
Salah satu pengguna bahkan
bertanya: “Apakah benar
bahwa #WomanInBlack berjalan
untuk membunuh Muslim di seluruh
dunia? #USA #Gaza
#GazaUnderAttack #SupportGaza
#BoycottIsrael. ”
Bahkan, sebuah
halaman Facebook bernama “Di
mana wanita hitam?” yang telah
diluncurkan bulan lalu dan memiliki
lebih dari 77 ribu pengikut.
Wanita berjubah dan berkerudung
hitam ini menjadi fenomena media
sosial selama beberapa minggu,
ketika dia mulai berkeliaran di
seluruh wilayah AS.
Selama perjalanannya, para
pengguna media sosial secara aktif
terus mendokumentasikan
penampakan dirinya di berbagai
bagian wilayah AS.
Menurut dugaan, wanita ini
dilaporkan adalah seorang janda
dan ibu dari dua anak. Ia adalah
penganut Kristen taat dan veteran
militer AS, surat kabar harian
Australia, Sydney Morning Herald
melaporkan sebagaimana dilansir
islampos.

DAKWAH MEMANG LEMBUT, TETAPI JIHAD ITU KERAS!

zulkinofr

Adam untuk Al-Mustaqbal Channel
Islam adalah agama yang wasath,
suasana yang dihadirkan olehnya
memberikan keadilan dan rasa aman.
Dan salah satu syariat yang
dibebankan kepada pemeluknya
untuk menciptakan suasana tersebut,
adalah syariat Dakwah, dan syariat
Jihad. Dakwah dan Jihad kadang
disamaratakan pada masa kini,
padahal ia jelas berbeda. Dakwah
berfungsi memberikan pengajaran
akan Islam kepada manusia,
sedangkan Jihad -salah satunya-
berfungsi melindungi aktivitas
Dakwah. Mereka yang berdakwah
disebut Da’i, sedangkan mereka yang
berjihad disebut Mujahid. Mereka
yang berdakwah mendapatkan pahala
yang banyak, sedangkan mereka
yang berjihad mendapatkan pahala
yang paling utama. Mereka yang
berdakwah -kebanyakan- berpakaian
rapi bersih dan menyerbakkan
wewangian yang harum, sedangkan
mereka yang berjihad -kebanyakan-
berpakaian kusut berdebu dan
menyerbakkan aroma amis darah.
Mereka yang berdakwah akan
mendapatkan syahid di akhirat,
sedangkan mereka yang berjihad
akan mendapatkan syahid di dunia.
Dengan sebab lembutnya dakwah,
akan banyak manusia yang mengerti
islam, dengan sebab kerasnya jihad,
akan banyak manusia yang akan
tersentuh dakwah.
Namun kuffar yang mengerti akan hal
ini, berusaha memalingkan sebagian
dari syariat ini. Mereka lalu mendidik,
menyekolahkan, dan menciptakan
para pendakwah yang menyeru agar
memadamkan api jihad, dengan
syubhat bahwa dakwah adalah jihad,
dan jihad hanyalah dengan dakwah –
yang lembut-. Karena itu, tidaklah
heran jika kita melihat pemuda islam
pada masa ini, tidak tahu akan
betapa kerasnya Jihad, yang mana
kerasnya jihad itu dapat membuat
perbedaan besar terhadap lembutnya
dakwah. Para pendakwah itu
berusaha menutupi sejarah dan
karakter para sahabat -yang paling
mengerti Islam- dalam berjihad, para
pendakwah itu tidak akan berani
menceritakan kepadamu kisah-kisah
ghazwah, mereka tidak akan berani
memutar dan membaca surah At
Tawbah, surah Muhammad, dan
surah-surah Ayatus Saif lainnya.
Mereka hanya mau menjelaskan
tentang Zakat, tentang Nikah, tentang
Sholat, tentang Puasa, itu-itu saja
selama bertahun-tahun, mereka
sengaja menyembunyikan sisi lain
dari Islam.
Umat Islam yang berkarater ksatria,
izzahnya begitu tinggi, derap
langkahnya membuat bumi bergetar,
suara lantangnya menebar rasa teror
kedalam pengikut syaitan dari
kalangan jin dan manusia. Sampai-
sampai jika salah satu mukmin
diketahui akan melewati jalan yang
sama, mereka akan mengambil jalan
lain agar tak berpapasan. Kini umat –
bahkan para da’i- nya telah menjadi
banci dan alay, para pemudanya
hanya dijejali urusan nikah, belum
lagi mereka yang hanya sibuk
memikirkan kursi dan menjadi gila
jika tak mendapatkannya, para
mahasiswa nya ketika terjadi
serangan kuffar mereka hanya
berdemonstrasi, orasi,
mengumpulkan dana, lalu pulang dan
tidur.
Itu semua disebabkan oleh para
pendakwah yang memutar balikkan
prioritas ibadah, yang memadamkan
api jihad, bahkan menyelewengkan
potensi pemuda islam demi
kepentingan dan ambisi pribadi.
Hampir-hampir umat islam menjadi
bahan tertawaan jika bukan karena
kehadiran para mujahidin yang
memecahkan kepala para pendakwah
tersebut, para mujahidlah yang
membangkitkan dan membangunkan
kaum muslimin dalam tidurnya yang
panjang, membuat mereka melihat
sisi lain islam yang telah lama
ditutupi oleh para pendakwah jahat
tersebut.
Inilah sisi lain dari Islam tersebut,
sebuah karakter dari sebaik-baik
generasi, sebuah role model pemuda
islam, generasi rabbani, karakter
umat terbaik yang dibentuk oleh
Allah, bukan yang dibentuk oleh
Amerika. Yakni keras terhadap orang-
orang yang merusak Islam,
memerangi Islam, dan merendahkan
Islam!
Adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq
Radiyallahu ‘anhu saat menulis surat
kepada Khalid ibnul Walid
Radiyallahu ‘anhu seraya
menyemangatinya, saat datang berita
kepada beliau bahwa Khalid
menganggap besar Thulaihah dan
orang-orang yang bersamanya,
Beliau berkata: “hendaklah apa yang
Allah karuniakan kepadamu
menambah bagimu kebaikan, dan
taqwalah dalam urusanmu karena
sesungguhnya Allah beserta orang-
orang yang bertaqwa dan orang-
orang yang berbuat baik, tegarlah
dalam urusan mu dan jangan
lembek, dan janganlah kamu
mendapatkan kesempatan menghajar
orang musyrik melainkan kamu
membabatnya! serta orang-orang
yang engkau tangkap dari kalangan
yang menentang Allah atau
melawanNYA, dari kalangan yang
engkau pandang bahwa dalam hal itu
terdapat (kemungkinan) penyelesaian
(baik-baik) maka bunuhlah!”
Maka Kholid radhiyallahu ‘anhum .
pun mengejar-ngejar mereka satu
bulan seraya membalaskan dendam
kaum muslimin yang dibunuh mereka
yang berada di antara mereka saat
mereka murtad, diantara mereka ada
yang Kholid bakar dengan api, ada
juga yang ia hancurkan kepalanya
dengan batu, dan di antara mereka
ada yang dijatuhkan dari atas
gunung, kemudian Kholid memanggil
Malik Ibnu Nuwairoh dan ia kabarkan
kepadanya tentang apa yang muncul
darinya, berupa sikap mengikuti
Sajah – orang yang mengaku nabi-
dan sikap dia menolak memberikan
zakat, dan Kholid berkata: “Apa kamu
tidak tahu bahwa ia (zakat sama
wajibnya) dengan sholat?” Maka ia
berkata: “Sesungguhnya sahabat
kamu mengklaim itu.” Maka Kholid
berkata, “Apa dia sahabat saya dan
bukan sahabatmu?, hai Dhirar
penggal lehernya !”. Maka ia
menebas lehernya, kemudian beliau
perintahkan agar kepalanya
disertakan dengan jarin (alas jemur
kurma) dan dimasak pada tiga periuk.
Semua ini, agar mengambil pelajaran
dengannya orang yang mendengar
berita mereka, yaitu orang-orang
Arab yang murtad. Sehingga Kholid
ibnul Walid r.a. jelas adalah sebagai
pedang Allah terhadap musyrikin dan
murtaddin, dimana Ash Shidiq
radhiyallahu ‘anhum menugaskannya
untuk memerangi mereka, sehingga
lega dan melegakan.
Inilah Zaid ibnul Khoththob
radhiyallahu ‘anhum dalam
peperangan melawan ahlul Yamamah,
beliau menyemangati para sahabat
untuk terus memerangi seraya
berkata: “Hai manusia, gigitkan
geraham kalian, pukul mundur musuh
kalian dan terus maju ke depan!”
Ini juga putera Abu Quhafah Ash
Shidiq radhiyallahu ‘anhum, berkata :
“Bakarlah Fuja’ah di Baqi!”,
sebelumnya ia (Fuja’ah) datang
kepadanya, terus ia mengklaim
bahwa ia telah masuk Islam dan
meminta beliau agar menyiapkan
pasukan bersamanya untuk
memerangi kaum murtaddin, maka
beliaupun menyiapkan bersama
pasukan, dan tatkala sudah jadi maka
ia (Fuja’ah) –dan pasukan yang
dibawanya tersebut- tidak melewati
seorang muslim pun dan orang
murtad melainkan ia membunuhnya
dan mengambil hartanya –semuanya,
dengan ngawur-. Tatkala Ash Shiddiq
mendengar berita itu, maka beliau
mengirim pasukan di belakangnya –
untuk menangkap Fuja’ah-, kemudian
pasukan itu membawa dia (Fuja’ah),
dan tatkala beliau menguasainya
maka beliau mengirim dia ke Baqi’,
terus kedua tangannya diikat ke
belakangnya dan kemudian
dilemparkan ke dalam api dan
membakarnya sedang ia (Fuja’ah)
tertelungkup.
Ini juga Ali Ibnu Abi Tholib
radhiyallahu ‘anhum, saat beliau
memberikan support sahabat untuk
memerangi khowarij, musuh-musuh
Allah, maka sahabat tidak
memperlambat diri sedikitpun dalam
hal itu. Dan apa yang beliau lakukan
terhadap syi’ah adalah dalil yang
paling nyata terhadap sikap ini,
dimana beliau menyalakan api besar
dan melemparkan mereka di
dalamnya.
Sungguh para sahabat radhiyallahu
‘anhum, itu memiliki sikap kasar
terhadap kaum murtaddin dan sikap
cemburu terhadap dien ini, dan andai
kata mereka berada pada zaman ini
tentu mereka tidak akan duduk walau
sebentar atau libur sesaat dari
memerangi mereka atau membabat
mereka. Maka inilah para mujahidin
ber’azzam kuat untuk menghidupkan
sunnah mereka, mereka terus
berperang, membunuh, memenggal,
mencincang musuh-musuh Allah dan
bersikap kasar terhadap mereka
sebagaimana apa yang dilakukan
oleh As Sabiquun al Awwaluun
(kelompok awal umat ini yang
terdahulu masuk Islam) terhadap
orang-orang yang keluar dari ajaran
Robbul ‘aalamiin;
“Demi Allah seandainya kami
mendapatkan sunnah lain tentang
dahsyatnya qital dan terror bagi
musuh yang belum kami ketahui,
tentu kami akan bergegas
mengamalkannya dan
menghidupkannya sehingga kami
benar-benar salafiyyin
sesungguhnya, Dan sungguh,
seandainya sekelompok kaum
muslimin menolak membayar Zakat,
maka para mujahidin lah yang
terdepan untuk memerangi dan
membunuh mereka!”
Dan tergolong at tabi’iina lahum bi
ihsan (orang-orang yang mengikuti
mereka dengan baik) yang Allah
ridho kepada mereka dan mereka
ridho terhadapNYA, serta DIA
persiapkan bagi mereka jannah yang
mengalir di bawahnya sungai-sungai
seraya mereka kekal selama-lamanya
di dalamnya. Itulah kemenangan
yang besar.
Jadi, operasi-operasi (jihad) yang
dilakukan ikhwan mujahidin
hafidzohumullah (semoga Allah
menjaga mereka) di banyak tempat
berupa peledakan dan penghancuran
berbagai markas thoghut-thoghut
yang kokoh, auliyaa (wali-wali, mitra,
koalisi, sekutu) mereka dan kaki
tangannya dan juga tempat-tempat
kerusakan dan kemungkaran,
membakarnya dan memberikan
pelajaran terhadap para pelakunya
yang memungkinkan untuk
menghabisi kaum murtaddin dan
memukul mereka secara telak, adalah
bukti terbesar atas sikap kasar kaum
mujahidin terhadap orang-orang
yang keluar dari dien ini dan bukti
bahwa mereka itu mencontoh para
pendahulu mereka yang sholeh,
sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Tidak patut bagi seorang Nabi
mempunyai tawanan sebelum ia
dapat melumpuhkan musuhnya di
muka bumi.” (QS. Al Anfaal : 67).
Dan sungguh mujahidin belum
melakukan pembunuhan seperti yang
dilakukan para sahabat radhiyallahu
‘anhum., dimana mereka, para
sahabat radhiyallahu ‘anhum . telah
membunuh pada perang Yamamah
melawan Bani Hanifah sekitar 10.000
tentara, dan ada yang mengatakan
21.000 tentara, dan di satu hari
membunuh 14.000 orang, 7000 di
waktu pagi dan 7000 lagi di waktu
sore.
Dan perhatikanlah saat Abu Bakar
radhiyallahu ‘anhum., memanggil
Kholid ibnu Walid, maka Kholid pun
datang ke Madinah dengan
mengenakan baju besinya yang
berkarat karena banyak terkena darah,
dan pada sorbannya beliau
tancapkan anak panah yang
berlumuran darah.
Begitu juga Ali ibnu Abi Tholib
radhiyallahu ‘anhum pada masa
kekhalifahannya beliau dalam satu
peperangan membunuh 4000 orang
Khowarij dan tidak selamat darinya
kecuali 400 orang, dimana para
sahabat tidak bisa menemukan jasad
pimpinan Khawarij karena banyaknya
mayat yang bertumpuk satu sama
lain, dan begitu pula kepala-kepala
mereka diambil dan diletakkan di
jalanan menuju masjid Al Kabiir di
Damaskus.
Inilah karakter sahabat radhiyallahu
‘anhum., jalan mereka, dan manhaj
mereka bagi orang-orang yang ingin
menjadi salafy sebenarnya, bahkan ia
adalah jalan Nabi shalallah alahi
wassalam. Dan dengan ini Allah
Ta’ala memerintahkannya dalam
surat At Taubah dan At Tahrim. Dia
berfirman:
“Hai Nabi, perangilah orang-orang
kafir dan orang-orang munafiq, dan
bersikap keraslah terhadap mereka.
Tempat mereka adalah neraka
jahannam dan itu adalah seburuk-
buruknya tempat kembali.” (QS. At
Tahrim : 9).
Dan ia adalah sifat mukminin yang
jujur yang sabar lagi berjalan di atas
manhaj ini, Allah Ta’ala berfirman
tentang mereka:
“Muhammad itu adalah utusan Allah,
dan orang-orang yang bersama
dengan dia adalah keras terhadap
orang-orang kafir, tetapi berkasih
sayang sesama mereka. Kamu
melihat mereka ruku’ dan
sujud….” (QS. Al Fath: 29)
Sungguh ini hanyalah sedikit dari
banyaknya kisah kerasnya Jihad..
(Dan kamu sungguh akan
mengetahui (kebenaran) berita ini
setelah beberapa waktu lagi.)
Wa subhaanallahi wal hamdu lillah
wa laa ilaaha illallaahu wallahu
akbar…!

3000 Tentara Elite Hamas Siap Lakukan Aksi Istisyhadiyah

zulknofr

Gershon Baskin, Seorang analis
Israel mengaku menerima informasi
dari sumber terpercaya, bahwa
sebanyak 3.000 elite Hamas sudah
berpamitan dengan keluarganya dan
siap melakukan operasi
istisyhadiyah menyusup ke wilayah
Isreal.
Brigade Izzudin Al-Qasam, sayap
militer Hamas telah bersiap
menghadapi segala kemungkinan
yang terjadi demi mempertahankan
bagian terpenting bumi Syam ini.
Baskhin yang juga dikenal sebagai
analis persoalan Timur Tengah,
mengatakan bahwa semua pejuang
itu telah memakai rompi yang
berbalut bom dan masing-masing
dari mereka memiliki harapan untuk
syahid melawan Yahudi Israel.
Komentar Baskin pada hari Jumat
(1/8/2014) itu muncul beberapa
jam setelah militan Hamas
melakukan serangan bom yang
menewaskan dua tentara Israel dan
satu tentara Israel dilaporkan hilang
diduga berhasil diculik oleh Hamas.
Serangan bom Syahid itu terjadi,
ketika para tentara Israel hendak
mencoba menghancurkan
terowongan di Gaza selatan.
”Anda mengatakan bahwa pasukan
elite Hamas telah bersiap pergi
dengan rompi untuk membunuh
warga Israel ?,” tanya jurnalis CNN,
Wolf Blitzer. Baskhin mengangguk
menjawab pertanyaan itu.
”Saya diberitahu oleh seseorang
yang berbicara kepada Brigade Al-
Qassam, sayap militer Hamas,
bahwa sebelum operasi darat
dimulai, mereka semua
diperintahkan untuk pergi
berpamitan kepada keluarga
masing-masing dan mengucapkan
selamat tinggal, dengan maksud
mereka telah bersiap untuk tidak
pulang dalam kondisi hidup dalam
pertempuran ini,” kata Bashkin.
“Ini adalah salah satu hal yang
sangat sulit untuk memahami
pertempuran dengan organisasi
seperti Hamas, terutama para
prajurit yang memiliki dedikasi
tinggi dan menjadi kombatan yang
tidak takut mati,” imbuh Baskhin.muslimina