Pasukan Israel Serang Demonstran

http://indonesian.irib.ir/hidden-1/-/asset_publisher/m7UK/content/pasukan-israel-serang-demonstran-palestina?redirect=http%3A%2F%2Findonesian.irib.ir%2Fhidden-1%3Fp_p_id%3D101_INSTANCE_m7UK%26p_p_lifecycle%3D0%26p_p_state%3Dnormal%26p_p_mode%3Dview%26p_p_col_id%3Dcolumn-1%26p_p_col_count%3D3

Iklan

Hamas: Hari Bumi, Kami Tak Akan Lepaskan Sejengkal Tanahpun dari Bumi Palestina

Gerakan Perlawanan Hamas menegaskan, perlawanan menghadapi penjajah zionis akan tetap menjadi pilihan strategi bagi bangsa Palestina dalam menempuh jalan mengembalikan hak
dan prinsip serta mengembalikan tanah yang dijajah dan juga membebaskan tempat suci di Palestina. Hamas menegaskan dalam peringatan Hari Bumi ke 37, bahwa mengandalkan jalan dan cara lain selain perlawanan hanyalah usaha mengejar fatamorgana yang hanya akan semakin memancing untuk mengalah dan mengalah dari hak. “Kami tidak akan mengalah dari sejengkal tanah Palestina pun. Bangsa kami akan komitmen mempertahankan tanahnya dari sungai hingga laut. Rencana penjajah zionis dalam mengubah realitas, symbol dan tempat suci Islam di Palestina pasti akan gagal.” Imbuh Hamas. Hamas mengisyaratkan, bangsa Palestina saat ini butuh mewujudkan cita-citanya dalam membangun strategi perjuangan bersatu yang diikuti oleh seluruh kekuatan dan faksi Palestina seluruhnya dengan visi integral dalam mengadapi penjajah zionis. Hamas menolak keras gagasan “negeri pengganti”. Hak kembali pengungsi Palestina ke kampung halaman mereka adalah hak suci yang tidak
boleh ditanggalkan. Darah para syuhada telah menyirami bumi Palestina, sakit yang dialami tawanan Palestina di penjara zionis, ketegaran mereka akan tetap menerangi jalan para generasi Palestina dan akan tetap setia menjaga tekad dan janji perjuangan sampai terwujud cita-cita. Hamas menyambut baik usaha bangsa Arab dan Islam dalam mengembalikan bangsa Palestina dan persatuannya serta mendukung perlawanan mereka menghadapi penjajah zionis. Hamas menyerukan negara-negara Arab dan Islam agar melakukan rencana efektif menjaga bumi, bangsa dan tempat suci Islam di Palestina dari penjajah zionis. (bsyr)

Pip

hari tanah ( palestine )

Hari Tanah merupakan hari peringatan tahunan warga palestina . Hari Tanah digelar setiap tahun setiap 30 Maret untuk
memperingati tewasnya enam warga negara Israel keturunan Arab di tangan polisi dan pasukan Israel ketika pecah demonstrasi pada
tahun 1976. Demo ini menentang rencana
pencaplokan tanah Palestina di Galilea seluas 2.000 hektar. Pada 30 Maret 1976, militer Israel menumpas aksi protes petani Arab terhadap perampasan
tanah mereka di utara Israel. Enam warga Arab-
Israel tewas ditembak dalam aksi tahun 1976 itu
dalam Konflik Israel dan Palestina. Sejak itu orang Palestina memperingati tanggal 30 Maret
yang mereka sebut sebagai “Hari Tanah” Hari Tanah Palestina diperingati untuk
mengingatkan rakyat Palestina akan tindakan
rezim zionis Israel yang telah merampas ribuan
hektar tanah milik publik dan individu di
berbagai wilayah di Palestina, khususnya di
wilayah Galilea. Perampasan itu mendorong warga Arab di Palestina untuk mendeklarasikan
aksi mogok massal, yang ketika itu menjadi
perlawanan pertama terbesar rakyat Palestina
terhadap rezim Israel, sejak Israel pertama kali
menancapkan penjajahannya di Palestina pada
1948 silam. Dampak Dalam masyarakat Palestina di Israel ada
kemarahan terhadap negara dan polisi dan
berkabung atas orang mati, tapi ada juga
munculnya kebanggaan nasional yang baru.
Sebuah perpecahan meletus antara partai-partai
politik Arab Rakah dan Abnaa al-Balad . Berkomitmen untuk solusi dua-negara bagi
konflik Israel-Palestina , Rakah mengadakan
pemesanan besar tentang keterlibatan warga
Palestina dari Tepi Barat. Sebaliknya, komitmen
Abnaa al-Balad untuk pembentukan yang
demokratis tunggal Palestina melihat masalah tanah, kesetaraan, para pengungsi, dan
pendudukan sebagai “keseluruhan,
komprehensif integral dan tak terpisahkan.”
Sementara Rakah tetap berkomitmen untuk dua
negara solusi, memetakan keseimbangan,
mengekspresikan identitas Palestina lebih jelas sehingga menjadi lebih selaras dengan sentimen
masyarakat. Misalnya tak lama setelah Hari
Tanah, Tawfiq Ziad menyatakan bahwa, “Mulai
sekarang tidak akan ada masyarakat dan
kelompok agama tetapi hanya minoritas Arab
tunggal bagian dari bangsa Palestina Hari Tanah juga mengakibatkan orang-orang
Arab mendapatkan kehadiran di politik Israel
bahwa mereka tidak bisa lagi diabaikan.
Masyarakat sipil Arab di Israel mulai
berkoordinasi dengan satu sama lain lebih dan
protes terhadap kebijakan pemerintah menjadi lebih sering dengan fokus pada tiga isu utama:
Lahan dan perencanaan kebijakan, kondisi sosial
ekonomi, dan hak-hak nasional Palestina. Protes tidak sedikit untuk menghentikan
rencana pengambilalihan lahan 1.975. Jumlah
mitzpim didirikan mencapai 26 pada tahun 1981
dan 52 pada tahun 1988. Ini mitzpim dan “kota
pembangunan” dari Nazareth Atas , Ma’alot ,
Migdal Ha’emeq dan Carmiel signifikan mengubah komposisi demografis dari Galilea.
Sementara Arab telah terdiri dari 92% penduduk
Galilea di tahun-tahun setelah berdirinya Israel,
pada 1994, jumlah itu berkurang menjadi 72%
dari populasi regional 680.000, dengan orang-
orang Yahudi yang membentuk 28% sisanya. Skala besar pengambil alihan tanah di Galilea
umumnya dihindari oleh pemerintah Israel sejak
tahun 1980-an.

Wikipedia

– кєтυα υмυм ρρ мυнαммαđιуαн ρяσƒ đя н đιη ѕуαмѕυđđιη, мα●, мєηуєвυт кαѕυѕ ρєηуєявυαη кєĻσмρσк вєяѕєηĵαтα кє Ļємвαgα ρємαѕуαяαкαтαη ¢євσηgαη, ѕĻємαη, вєвєяαρα ωαктυ ĻαĻυ ѕєвαgαι вєηтυк тєяσяιѕмє уαηg Ļαηgѕυηg đιтυĵυкαη кєραđα ηєgαяα кαяєηα Ļαραѕ αđαĻαн ѕαĻαн ѕαтυ Ļαмвαηg ηєgαяα● кαяєηα ιтυ đια мєηđєѕαк ѕυραуα đιтυяυηкαη đєηѕυѕ 88 υηтυк мєηgυѕυт кαѕυѕ тєяѕєвυт● “đєηѕυѕ ĵαηgαη нαηуα вєяαηι ραđα мαѕуαяαкαт, αραĻαgι мαѕуαяαкαт ιѕĻαм● мєηgαρα кαĻαυ тєяĵαđι ρєяαмρσкαη уαηg đιтυđυн đιĻαкυкαη тєяσяιѕ, тαнυ-тαнυ đυα нαяι кємυđιαη đιтαηgкαρ, ѕєđαηgкαη ρєяιѕтιωα ιηι (Ļαραѕ ¢євσηgαη) ιηι ѕυđαн вєянαяι-нαяι,” υĵαя đιη кєραđα ѕєĵυмĻαн ωαятαωαη đι кαηтσя ρρ мυнαммαđιуαн, мєηтєηg, ĵαкαятα, кαмιѕ (28/3/2013)● кαѕυѕ ιηι, Ļαηĵυт đιη, ĵυgα đιηιĻαι вιѕα мєяυηтυнкαη ωιвαωα ηєgαяα● “ιηι ѕυηggυн мєуαкιηкαη кιтα вαнωα ωιвαωα ηєgαяα đαη ρємєяιηтαн ιтυ ѕυđαн яυηтυн,” Ļαηĵυтηуα● υηтυк мєηуєĻєѕαιкαη кαѕυѕ ιηι, đιη мєηgαтαкαη ρяєѕιđєη тιđαк вιѕα нαηуα мємвєяιкαη ρєяηуαтααη- ρєяηуαтααη● “тιđαк вσĻєн σĻєн ρяєѕιđєη нαηуα đιĵαωαв ηєgαяα тιđαк вσĻєн кαĻαн, уαηg ѕєĻαĻυ đιυĻαηg-υĻαηg, кαяєηα кαĻαυ ιтυ đιυĻαηg-υĻαηg ѕєѕυηggυнηуα ηєgαяα ѕυđαн кαĻαн● мαѕαĻαн мєηđαѕαя ραđα єяα яєƒσямαѕι ѕєкαяαηg ιηι Ļαω ιηƒσя¢ємєηт уαηg Ļємαн,” υηgкαρηуα đιη мєηιĻαι ĵιкα ρєяιѕтιωα ѕєяυρα тєяυѕ-мєηєяυѕ вєяĻαηĵυт мαкα ιηđσηєѕια ѕυđαн мαѕυк кєραđα gєĵαĻα ηуαтα ηєgαяα gαgαĻ●

Suara islam

Jurnalis Senior: ‘Sejumlah Tokoh Nasional Masih Percaya Dukun’

Sejumlah tokoh nasional, di antaranya Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono, Prabowo Subianto dan Dahlan Iskan
dituding masih percaya dukun. Tudingan itu dilontarkan oleh jurnalis senior Edy E
Effendy, melalui akun Twiiter Lanang Sawah @eae18.
“Anehnya orang seperti SBY, Prabowo, Dahlan Iskan
masih percaya pada kekuatan dukun. Tapi pasti
mereka mengelak. Mau saya tunjukkan orangnya?”
tantang @eae18. @eae18 secara tegas menyebutkan, bahwa SBY tidak
bisa membedakan antara guru spiritual dan dukun.
“Yang lebih aneh, SBY tak bisa membedakan guru
spiritual dan dukun. Asal tembak. Yang penting ia
merasa dipagari,” tulis @eae18. Soal Prabowo, Lanang Sawah mengecam kebiasaan
Prabowo roadshow ke sejumlah Kiai, utamanya di
Jawa Timur. “Jika Prabowo gemar silaturahmi ke
kiai, untuk apa Anda juga gemar pergi ke orang yang
masuk dalam kategori dukun. Tak berkah. Prabowo,
selama saya berkunjung ke pesantren-pesantren di Jatim, hampir ada foto Anda dengan para kiai. Dan
ujung-ujungnya minta dukungan. Untuk apa?” tulis
Lanang Sawah. “Dahlan Iskan, sebelum Anda mencoba mobil Anda,
saya sudah bilang akan terjadi sesuatu, saksinya
banyak. Tapi Anda terlalu percaya klenik. Dan
faktanya, ada musibah ke Anda pak Dahlan. Kepada
para pejabat, pengusaha, percayalah Allah.
Bagaimana caranya, ya belajar,” tulis @eae18. (itoday)

UNTUK AMAL & DAKWAH, SEBARKAN TULISAN
INI!!

Apa Alasan Muslim Spanyol & Portugal Tinggalkan Negaranya

– Madrid. Krisis ekonomi yang dialami Spanyol-Portugal dan serangan islamofobia
membuat umat Islam memutuskan meninggalkan
kedua negara itu. Umat Muslim mulai pergi dari kedua
negara itu sejak 2011. Lembaga Statistik Spanyol dalam laporannya
menyebutkan lebih dari 2.000 imigran Muslim
mengajukan permohonan peralihan
kewarganegaraan. Jumlah itu meningkat ketimbang
tahun 2011. Hal yang sama juga terjadi di Portugal kendati secara
kuantitas tidak besar. Tercatat hanya dua persen dari
populasi Muslim yang memutuskan meninggalkan
Portugal. Imam Masjid Lisbon, Sheikh David Munir mengungkap
berkurangnya jumlah Muslim terlihat dari
berkurangnya jamaah shalat Jumat. Semula, jumlah
jamaah yang datang bisa mencapai 1.000 orang. Kini
berkurang sampai 10-15 persen. Menurut laporan, Moving on : Iberia’s New Muslim,
disebutkan pada awalnya imigran Muslim
terkonsentrasi di daerah Martim Moniz Plaza. Di
daerah itu terdapat 60 mall dan 156 toko. Di sana, imigran Muslim asal Afrika, Pakistan,
Bangladesh, dan lainnya bekerja. Namun, posisi
mereka kini digantikan imigran asal Cina. Taslim Rana, seorang pemilik toko, mengungkap
kondisi ini tidak terjadi apabila pemerintah melindungi
Muslim. Seperti di Inggris, pemerintahnya melindungi
umat Islam. Itu karena Inggris menganggap Muslim adalah aset.
Perlakuan ini selanjutnya membuat Inggris menjadi
pusat Halal Eropa. Dahulu, populasi Muslim mencapai puncaknya ketika
masa imperium Islam. Kejatuhan pemerintahan Islam
dibarengi dengan populasi. Apalagi saat itu, Spanyol
dan Portugis mengusir umat Yahudi dan Islam yang
menolak untuk pindah agama. Perlahan tapi pasti, semenjak ada pengakuan
terhadap Islam dan Muslim membuat populasi sempat
naik. (as/rol) Redaktur: Saiful Bahri

sebuah cerita Keajaiban Syuhada Gaza

Setiap peristiwa, besar atau kecil skalanya, pasti ada hikmah dibaliknya, ada pelajaran,
ada “Kemauan” Dzat Pengatur kehidupan, Allahu
Rabbul Izzah. Setiap muslim hendaknya mencermati,
mengambil pelajaran sekaligus dijadikan sebagai
penguat dalam menjalani kehidupan. Peristiwa yang
terjadi di Gaza juga demikian. Banyak ayat-ayat Allah terbukti. Banyak mukjizat Allah turun. Banyak
keajaiban-keajaiban Allah terjadi. Itu yang dialami
oleh pejuang Palestina, para syuhada Gaza. berikut
data-datanya: Dr. Muawiyah Hassanein, Direktur Ambulan Darurat
dan Departemen Kesehatan di Gaza menceritakan: “Para syuhada yang meninggal berhari-hari dan
berminggu-minggu masih menorehkan darah segar
dari tubuhnya. Kami dan semua orang di sini sangat
terkejut.” Syahid ‘Iyan berkata: “Saya menyaksikan orang
yang gugur syahid tersenyum, meskipun kondisi
tubuhnya hancur, lagi juga darahnya masih segar.” Seorang dokter yang bertugas di Gaza sedang
menerima korban dari salah satu pasukan Al Qassam,
ia terkena peluru di dadanya. Sang mujahid ini tidak
lupa menaruh mushhaf Al Qur’an dan buku wirid
harian di sakunya. Ia selamat karena peluru terpental
dan Al Qur’an pun masih utuh. Sekarang ia sudah sembuh, wal hamdulillah. Abu Qudamah, salah seorang komandan lapangan
Hamas di wilayah Timur Az Zaitun, Kota Gaza
bercerita: “Saya dan beberapa pejuang sedang menunggu
kesempatan untuk menyerang tank-tank Israel. Kami
berdoa agar Allah menurunkan tentara-Nya dari
langit membantu kami. Seketika tanpa ada
pendahuluan turunlah awan tebal menyelimuti
wilayah kami. Kami masuk di antara puluhan tank- tank itu tanpa diketahui oleh musuh dan tidak bisa
dilacak oleh pesawat-pesawat pengintai yang lalu-
lalang di udara. Kami mampu meledakkan tangki
tank-tank itu, 5 tentara Israel tewas dan puluhan luka-
luka.” Ketika pesawat-pesawat Israel membombardir di
salah satu kota Gaza, turunlah hujan lebat di wilayah
itu saja, tidak dilainnya, yang menyebabkan pesawat-
pesawat itu mengalami kendala terbang berjam-jam
dan tidak bisa melanjutkan pembombardirannya. Dua orang dokter berkebangsaan Yordania bertugas
di Gaza sedang bercakap dengan sekelompok
mujahidin: “Kami sedang mengawasi gerak-gerik tentara Israel
dari lantai dua, mereka ingin masuk ke dalam. Karena
salah seorang mujahidin dari kami telah memasang
ranjau di pintu masuk, meledakkalah ranjau itu
bersamaan tewasnya tentara Israel. Mendengar
serangan itu, tentara Israel yang lain mengepung bangunan kami, terjadilah pertempuran sengit sampai
jam dua pagi. Jam dua kami ketiduran sampai jam
lima pagi. Kami bangun untuk melihat situasi, ternyata
tentara Israel telah hengkang.” Syaikh Abu Bilal di perkemahan Rafah berkata: “Kamu jangan mengira bahwa orang yang gugur di
jalan Allah itu mati, mereka bahkan hidup, tapi kamu
tidak mengetahui.” Al Baqarah:154. Mereka para
syuhada diposisikan setelah derajat orang-orang
yang benar imannya dan sebelum orang-orang shaleh
di dalam Al Qur’an. Allah swt. berfirman: “Barangsiapa menta’ati Allah, dan Rasul, mereka
bersama orang-orang yang Allah beri nikmat kepada
mereka, di antara mereka para nabi-nabi, shiddiqin,
syuhada, dan shalihin. Merekalah sebaik-baik
teman.” An Nisa’:69-70. Beliau menambahkan
bahwa “Jasad para syuhada masih segar, karena ruh mereka layaknya memakan buah di syurga, ini
juga yang menyebabkan semerbaknya bau wangi
misk. Darah masih segar, janggut tumbuh. Sebagian
syuhada yang dua tahun lamanya, atau berpuluh
tahun bahkan beradab-abad tidak rusak jasadnya dan
tidak dimakan oleh mikrobat dan cacing tanah.” Wangi semerbak minyak kesturi juga keluar dari
jasad prajurit Al Qassam, Muhammad Abu Sya’r. Dia
termasuk bagian korban serangan bom pesawat
Israel. Bau harum itu tercium oleh orang yang
menemukannya, kabar kesyahidannya tersebar ke
pelosok masjid. Para pemuda masjid berbondong melihatnya. Mereka bertahmid, bertahlil dan bertakbir
mengangungkan Asma Allah atas keajaiban para
syuhada. Tenaga medis menceritakan, kami berangkat untuk
menolong orang yang luka-luka di sebelah Utara Gaza,
ketika itu tentara Israel menembaki sekeliling kaki
kami. Kami katakan: “Kenapa kalian melakukan ini,
kami bukan tentara, kami tidak bawa senjata apalagi
bom.” Salah seorang tentara Israel berteriak: “Kalian orang Arab, kalian memakai pakaian putih,
kalian malaikat, kalian berperang bersama Hamas.” Salah seorang tentara Israel sedang diwawancarai
oleh media Israel, ia mengatakan kehilangan
penglihatannya gara-gara melihat seorang pemuda
yang memakai baju putih, melemparinya dengan
segenggam debu, seketika itu saya buta. Tentara yang lain menceritakan, bahwa pejuang
perlawanan memancing mereka dalam banyak
pertempuran laksana memancing ayam dan itik. Pengakuan tentara Israel yang lain, ia melihat banyak
tentara Israel terluka dan ditembaki dari arah kanan
dan kiri, namun tidak ditemukan dan tidak diketahui
dari mana tembakan itu berasal. Sejumlah wartawan yang meliput perang di Gaza
menceritakan, kami bersembunyi dari bombardir.
Ketika situasi reda, kami dikejutkan oleh seorang
yang keluar dari puing-puing reruntuhan bangunan
sembari membawa roket, ia salah satu mujahidin
pelontar roket yang menghadang kekuatan penjajah. Ia hadir dan menyelinap sekejap, laksana ditelan
bumi. (it/ut)