DAKWAH MEMANG LEMBUT, TETAPI JIHAD ITU KERAS!

zulkinofr

Adam untuk Al-Mustaqbal Channel
Islam adalah agama yang wasath,
suasana yang dihadirkan olehnya
memberikan keadilan dan rasa aman.
Dan salah satu syariat yang
dibebankan kepada pemeluknya
untuk menciptakan suasana tersebut,
adalah syariat Dakwah, dan syariat
Jihad. Dakwah dan Jihad kadang
disamaratakan pada masa kini,
padahal ia jelas berbeda. Dakwah
berfungsi memberikan pengajaran
akan Islam kepada manusia,
sedangkan Jihad -salah satunya-
berfungsi melindungi aktivitas
Dakwah. Mereka yang berdakwah
disebut Da’i, sedangkan mereka yang
berjihad disebut Mujahid. Mereka
yang berdakwah mendapatkan pahala
yang banyak, sedangkan mereka
yang berjihad mendapatkan pahala
yang paling utama. Mereka yang
berdakwah -kebanyakan- berpakaian
rapi bersih dan menyerbakkan
wewangian yang harum, sedangkan
mereka yang berjihad -kebanyakan-
berpakaian kusut berdebu dan
menyerbakkan aroma amis darah.
Mereka yang berdakwah akan
mendapatkan syahid di akhirat,
sedangkan mereka yang berjihad
akan mendapatkan syahid di dunia.
Dengan sebab lembutnya dakwah,
akan banyak manusia yang mengerti
islam, dengan sebab kerasnya jihad,
akan banyak manusia yang akan
tersentuh dakwah.
Namun kuffar yang mengerti akan hal
ini, berusaha memalingkan sebagian
dari syariat ini. Mereka lalu mendidik,
menyekolahkan, dan menciptakan
para pendakwah yang menyeru agar
memadamkan api jihad, dengan
syubhat bahwa dakwah adalah jihad,
dan jihad hanyalah dengan dakwah –
yang lembut-. Karena itu, tidaklah
heran jika kita melihat pemuda islam
pada masa ini, tidak tahu akan
betapa kerasnya Jihad, yang mana
kerasnya jihad itu dapat membuat
perbedaan besar terhadap lembutnya
dakwah. Para pendakwah itu
berusaha menutupi sejarah dan
karakter para sahabat -yang paling
mengerti Islam- dalam berjihad, para
pendakwah itu tidak akan berani
menceritakan kepadamu kisah-kisah
ghazwah, mereka tidak akan berani
memutar dan membaca surah At
Tawbah, surah Muhammad, dan
surah-surah Ayatus Saif lainnya.
Mereka hanya mau menjelaskan
tentang Zakat, tentang Nikah, tentang
Sholat, tentang Puasa, itu-itu saja
selama bertahun-tahun, mereka
sengaja menyembunyikan sisi lain
dari Islam.
Umat Islam yang berkarater ksatria,
izzahnya begitu tinggi, derap
langkahnya membuat bumi bergetar,
suara lantangnya menebar rasa teror
kedalam pengikut syaitan dari
kalangan jin dan manusia. Sampai-
sampai jika salah satu mukmin
diketahui akan melewati jalan yang
sama, mereka akan mengambil jalan
lain agar tak berpapasan. Kini umat –
bahkan para da’i- nya telah menjadi
banci dan alay, para pemudanya
hanya dijejali urusan nikah, belum
lagi mereka yang hanya sibuk
memikirkan kursi dan menjadi gila
jika tak mendapatkannya, para
mahasiswa nya ketika terjadi
serangan kuffar mereka hanya
berdemonstrasi, orasi,
mengumpulkan dana, lalu pulang dan
tidur.
Itu semua disebabkan oleh para
pendakwah yang memutar balikkan
prioritas ibadah, yang memadamkan
api jihad, bahkan menyelewengkan
potensi pemuda islam demi
kepentingan dan ambisi pribadi.
Hampir-hampir umat islam menjadi
bahan tertawaan jika bukan karena
kehadiran para mujahidin yang
memecahkan kepala para pendakwah
tersebut, para mujahidlah yang
membangkitkan dan membangunkan
kaum muslimin dalam tidurnya yang
panjang, membuat mereka melihat
sisi lain islam yang telah lama
ditutupi oleh para pendakwah jahat
tersebut.
Inilah sisi lain dari Islam tersebut,
sebuah karakter dari sebaik-baik
generasi, sebuah role model pemuda
islam, generasi rabbani, karakter
umat terbaik yang dibentuk oleh
Allah, bukan yang dibentuk oleh
Amerika. Yakni keras terhadap orang-
orang yang merusak Islam,
memerangi Islam, dan merendahkan
Islam!
Adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq
Radiyallahu ‘anhu saat menulis surat
kepada Khalid ibnul Walid
Radiyallahu ‘anhu seraya
menyemangatinya, saat datang berita
kepada beliau bahwa Khalid
menganggap besar Thulaihah dan
orang-orang yang bersamanya,
Beliau berkata: “hendaklah apa yang
Allah karuniakan kepadamu
menambah bagimu kebaikan, dan
taqwalah dalam urusanmu karena
sesungguhnya Allah beserta orang-
orang yang bertaqwa dan orang-
orang yang berbuat baik, tegarlah
dalam urusan mu dan jangan
lembek, dan janganlah kamu
mendapatkan kesempatan menghajar
orang musyrik melainkan kamu
membabatnya! serta orang-orang
yang engkau tangkap dari kalangan
yang menentang Allah atau
melawanNYA, dari kalangan yang
engkau pandang bahwa dalam hal itu
terdapat (kemungkinan) penyelesaian
(baik-baik) maka bunuhlah!”
Maka Kholid radhiyallahu ‘anhum .
pun mengejar-ngejar mereka satu
bulan seraya membalaskan dendam
kaum muslimin yang dibunuh mereka
yang berada di antara mereka saat
mereka murtad, diantara mereka ada
yang Kholid bakar dengan api, ada
juga yang ia hancurkan kepalanya
dengan batu, dan di antara mereka
ada yang dijatuhkan dari atas
gunung, kemudian Kholid memanggil
Malik Ibnu Nuwairoh dan ia kabarkan
kepadanya tentang apa yang muncul
darinya, berupa sikap mengikuti
Sajah – orang yang mengaku nabi-
dan sikap dia menolak memberikan
zakat, dan Kholid berkata: “Apa kamu
tidak tahu bahwa ia (zakat sama
wajibnya) dengan sholat?” Maka ia
berkata: “Sesungguhnya sahabat
kamu mengklaim itu.” Maka Kholid
berkata, “Apa dia sahabat saya dan
bukan sahabatmu?, hai Dhirar
penggal lehernya !”. Maka ia
menebas lehernya, kemudian beliau
perintahkan agar kepalanya
disertakan dengan jarin (alas jemur
kurma) dan dimasak pada tiga periuk.
Semua ini, agar mengambil pelajaran
dengannya orang yang mendengar
berita mereka, yaitu orang-orang
Arab yang murtad. Sehingga Kholid
ibnul Walid r.a. jelas adalah sebagai
pedang Allah terhadap musyrikin dan
murtaddin, dimana Ash Shidiq
radhiyallahu ‘anhum menugaskannya
untuk memerangi mereka, sehingga
lega dan melegakan.
Inilah Zaid ibnul Khoththob
radhiyallahu ‘anhum dalam
peperangan melawan ahlul Yamamah,
beliau menyemangati para sahabat
untuk terus memerangi seraya
berkata: “Hai manusia, gigitkan
geraham kalian, pukul mundur musuh
kalian dan terus maju ke depan!”
Ini juga putera Abu Quhafah Ash
Shidiq radhiyallahu ‘anhum, berkata :
“Bakarlah Fuja’ah di Baqi!”,
sebelumnya ia (Fuja’ah) datang
kepadanya, terus ia mengklaim
bahwa ia telah masuk Islam dan
meminta beliau agar menyiapkan
pasukan bersamanya untuk
memerangi kaum murtaddin, maka
beliaupun menyiapkan bersama
pasukan, dan tatkala sudah jadi maka
ia (Fuja’ah) –dan pasukan yang
dibawanya tersebut- tidak melewati
seorang muslim pun dan orang
murtad melainkan ia membunuhnya
dan mengambil hartanya –semuanya,
dengan ngawur-. Tatkala Ash Shiddiq
mendengar berita itu, maka beliau
mengirim pasukan di belakangnya –
untuk menangkap Fuja’ah-, kemudian
pasukan itu membawa dia (Fuja’ah),
dan tatkala beliau menguasainya
maka beliau mengirim dia ke Baqi’,
terus kedua tangannya diikat ke
belakangnya dan kemudian
dilemparkan ke dalam api dan
membakarnya sedang ia (Fuja’ah)
tertelungkup.
Ini juga Ali Ibnu Abi Tholib
radhiyallahu ‘anhum, saat beliau
memberikan support sahabat untuk
memerangi khowarij, musuh-musuh
Allah, maka sahabat tidak
memperlambat diri sedikitpun dalam
hal itu. Dan apa yang beliau lakukan
terhadap syi’ah adalah dalil yang
paling nyata terhadap sikap ini,
dimana beliau menyalakan api besar
dan melemparkan mereka di
dalamnya.
Sungguh para sahabat radhiyallahu
‘anhum, itu memiliki sikap kasar
terhadap kaum murtaddin dan sikap
cemburu terhadap dien ini, dan andai
kata mereka berada pada zaman ini
tentu mereka tidak akan duduk walau
sebentar atau libur sesaat dari
memerangi mereka atau membabat
mereka. Maka inilah para mujahidin
ber’azzam kuat untuk menghidupkan
sunnah mereka, mereka terus
berperang, membunuh, memenggal,
mencincang musuh-musuh Allah dan
bersikap kasar terhadap mereka
sebagaimana apa yang dilakukan
oleh As Sabiquun al Awwaluun
(kelompok awal umat ini yang
terdahulu masuk Islam) terhadap
orang-orang yang keluar dari ajaran
Robbul ‘aalamiin;
“Demi Allah seandainya kami
mendapatkan sunnah lain tentang
dahsyatnya qital dan terror bagi
musuh yang belum kami ketahui,
tentu kami akan bergegas
mengamalkannya dan
menghidupkannya sehingga kami
benar-benar salafiyyin
sesungguhnya, Dan sungguh,
seandainya sekelompok kaum
muslimin menolak membayar Zakat,
maka para mujahidin lah yang
terdepan untuk memerangi dan
membunuh mereka!”
Dan tergolong at tabi’iina lahum bi
ihsan (orang-orang yang mengikuti
mereka dengan baik) yang Allah
ridho kepada mereka dan mereka
ridho terhadapNYA, serta DIA
persiapkan bagi mereka jannah yang
mengalir di bawahnya sungai-sungai
seraya mereka kekal selama-lamanya
di dalamnya. Itulah kemenangan
yang besar.
Jadi, operasi-operasi (jihad) yang
dilakukan ikhwan mujahidin
hafidzohumullah (semoga Allah
menjaga mereka) di banyak tempat
berupa peledakan dan penghancuran
berbagai markas thoghut-thoghut
yang kokoh, auliyaa (wali-wali, mitra,
koalisi, sekutu) mereka dan kaki
tangannya dan juga tempat-tempat
kerusakan dan kemungkaran,
membakarnya dan memberikan
pelajaran terhadap para pelakunya
yang memungkinkan untuk
menghabisi kaum murtaddin dan
memukul mereka secara telak, adalah
bukti terbesar atas sikap kasar kaum
mujahidin terhadap orang-orang
yang keluar dari dien ini dan bukti
bahwa mereka itu mencontoh para
pendahulu mereka yang sholeh,
sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Tidak patut bagi seorang Nabi
mempunyai tawanan sebelum ia
dapat melumpuhkan musuhnya di
muka bumi.” (QS. Al Anfaal : 67).
Dan sungguh mujahidin belum
melakukan pembunuhan seperti yang
dilakukan para sahabat radhiyallahu
‘anhum., dimana mereka, para
sahabat radhiyallahu ‘anhum . telah
membunuh pada perang Yamamah
melawan Bani Hanifah sekitar 10.000
tentara, dan ada yang mengatakan
21.000 tentara, dan di satu hari
membunuh 14.000 orang, 7000 di
waktu pagi dan 7000 lagi di waktu
sore.
Dan perhatikanlah saat Abu Bakar
radhiyallahu ‘anhum., memanggil
Kholid ibnu Walid, maka Kholid pun
datang ke Madinah dengan
mengenakan baju besinya yang
berkarat karena banyak terkena darah,
dan pada sorbannya beliau
tancapkan anak panah yang
berlumuran darah.
Begitu juga Ali ibnu Abi Tholib
radhiyallahu ‘anhum pada masa
kekhalifahannya beliau dalam satu
peperangan membunuh 4000 orang
Khowarij dan tidak selamat darinya
kecuali 400 orang, dimana para
sahabat tidak bisa menemukan jasad
pimpinan Khawarij karena banyaknya
mayat yang bertumpuk satu sama
lain, dan begitu pula kepala-kepala
mereka diambil dan diletakkan di
jalanan menuju masjid Al Kabiir di
Damaskus.
Inilah karakter sahabat radhiyallahu
‘anhum., jalan mereka, dan manhaj
mereka bagi orang-orang yang ingin
menjadi salafy sebenarnya, bahkan ia
adalah jalan Nabi shalallah alahi
wassalam. Dan dengan ini Allah
Ta’ala memerintahkannya dalam
surat At Taubah dan At Tahrim. Dia
berfirman:
“Hai Nabi, perangilah orang-orang
kafir dan orang-orang munafiq, dan
bersikap keraslah terhadap mereka.
Tempat mereka adalah neraka
jahannam dan itu adalah seburuk-
buruknya tempat kembali.” (QS. At
Tahrim : 9).
Dan ia adalah sifat mukminin yang
jujur yang sabar lagi berjalan di atas
manhaj ini, Allah Ta’ala berfirman
tentang mereka:
“Muhammad itu adalah utusan Allah,
dan orang-orang yang bersama
dengan dia adalah keras terhadap
orang-orang kafir, tetapi berkasih
sayang sesama mereka. Kamu
melihat mereka ruku’ dan
sujud….” (QS. Al Fath: 29)
Sungguh ini hanyalah sedikit dari
banyaknya kisah kerasnya Jihad..
(Dan kamu sungguh akan
mengetahui (kebenaran) berita ini
setelah beberapa waktu lagi.)
Wa subhaanallahi wal hamdu lillah
wa laa ilaaha illallaahu wallahu
akbar…!

One thought on “DAKWAH MEMANG LEMBUT, TETAPI JIHAD ITU KERAS!

  1. saya tidak tau mpunya blog ini islam atau bukan..tapi jika mpunya bloger emang islam yg meyakini ajaran Jihad yg di tulis. saya jadi merasa aneh.. seharusnya bloger gk usah ribet bikin blog soal Jihad ini. yg harus di lakukan blo
    ger adalah angkat senjata dan bunuh semua yg menentang keyakinanya seperti tertulis di blog. kalau bloger berkilah ini bagian dakwah, bukankah dalam blog anda intinya mengjarkan “bunuh aja gk osah repot dakwah” karna membunuh pahalanya keutamaanya paling baik disisi Allah dan bila mati dibunuh karena membunuh itu syahid!
    cukup sekian.
    Semoga Allah memberikan rahmat dan Hidayah kepada penulis Blog ini

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s