Zionis berencana Bangun Sinagog di Seperenam Areal al- Aqsha

palestina

–Aktivis Palestina khusus di bidang kota al-Quds terjajah,
menegaskan ada eskalasi aktivis
permukiman di al-Quds secara masih sejak
dimulainya perundingan Zionis – Palestina
selama dua bulan ini. Dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC), Rasim
Ubaidat aktivis lembaga swasta dan nasional
di al-Quds mengisyaratkan adanya
pertumbuhan aktivitas permukiman di al-
Quds secara signifikan. Perluasan permukiman Zionis tersebut telah
mendapat persetujuan dari badan
pembangunan dan perencanaan pemerintah
Zionis untuk membangun ribuan unit
permukiman baru di al-Quds. Di samping ada pertambahan jumlah proyek
permukiman yang sedang proses mendapat
persetujuan dari pemerintah Israel. Dalam kaitan ini, Ubaidat pada Quds Press
mengatakan, persetujuan terhadap sejumlah
proyek ini berjalan secara terang-terangan.
Otoritas Palestina pun mengetahuinya.
Bahkan sempat dilakukan lelang tender di
koran Israel. “Kami yang berada di al-Quds menyaksikan
proses pembangunan itu secara terang-
terangan juga. Maka tentu ada aktivitas
eskalasi dalam permukiman tersebut di
semua kompleks dan distrik Palestina di al-
Quds.” Ia mengatakan, permukiman ini saat ini
terpusat di dalam kompleks Israel di al-Quds.
Sesuai dengan rencana pemerintah untuk
memisahkan wilayah tersebut satu dengan
yang lainya demi untuk menghalangi adanya
hubungan geografis dengan warga Palestina di Al-Quds. Pemerintah Zionis telah menyetujui
pembangunan 4000 unit permukiman baru
Israel di sejumlah wilayah dan distrik
Palestina di bagian timur al-Quds, sejak
dimulainya pembicaraan mengenai
perundingan. Ia mengisyaratkan, jumlah ini belum
mencakup pembangunan permukiman yang
sedang berjalan di bagian barat al-Quds. Sinagog di areal Al-Aqsha Ubaidat menganggap bahaya paling besar
dari permukiman Zionis ini adalah apa yang
terjadi di areal al-Aqsha. Di mana pemerintah
Zionis menggiatkan pembangunan disela
perundingan terbaru untuk menciptakan
realitas baru di dalam masjid al-Aqsha. Mereka melakukan penyerbuan ke dalam
masjid bersama ratusan pemukim Zionis
yang dijaga ketat oleh kepolisian Israel serta
mendapat dukungan dari kalangan politisi
Israel. Mereka juga menyetujui pelaksanaan ritual
Talmud di dalam areal masjid serta
menghalangi kaum muslimin yang akan
melaksanakan sholat di dalamnya, seperti
terjadi beberapa hari yang lalu. Ketika
pemerintah Zionis melarang kaum muslimin memasuki masjid dengan tujuan
memberikan kesempatan bagi kelompok
Zionis radikal memasukinya. Mereka juga berencana akan membagi al-
Aqsha baik dari segi tempat maupun
waktunya. Zionis berencana membangun
tempat ibadah Yahudi “sinagog” di
seperenam areal Al-Aqsha yang akan
kerjakan oleh organisasi permukiman Zionis Yesaya yang telah mendapat izin resmi dari
pemerintah Zionis. Al-Quds mengalami serangan dan
pembantaian dengan segala bentuknya.
Tidak ada yang selamat dari serbuan Zionis
hingga belajar pun dihalangi di Al-Aqsha.
Mereka juga menerapkan kurikulum Zionis di
sejumlah sekolah Palestina yang berada di wilayah jajahan. Yang telah diterapkan
adalah di lima sekolah dengan tujuan untuk
mendistorsi pemahaman bangsa Palestina
terhadap Al-Quds.* Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Hidayatullah

Hingga Hari Ke 4 Kenya Masih Belum Mampu ‘Jinakkan’ Al-Shabaab di Westgate Mal

kenya

– Meski telah mengerahkan ratusan tentara serta
polisi dan didukung oleh pasukan khusus
Israel, pasukan keamanan Kenya yang
mengklaim telah menguasai seluruh areal
Westgate Mall dan menyelamatkan seluruh
sandera yang ditahan oleh pejuang Al- Shabaab, masih terlibat baku tembak dan
belum mampu “menjinakkan” satu atau dua
penyerang tersisa yang kini terisolasi di
salah satu bagian pusat perbelanjaan kelas
atas itu. Pertempuran antara pasukan khusus Kenya
yang didukung komando Israel dengan para
pejuang Islam bersembunyi di dalam pusat
perbelanjaan Westgate Nairobi masih
berlangsung pada Selasa (24/9/2013) ketika
pengepungan memasuki hari keempat. Sumber-sumber keamanan mengatakan
kepada Agence France-Presse (AFP) bahwa
mereka masih bertempur melawan “satu
atau dua” pejuang Islam yang ditemukan dan
terisolasi di atau sekitar kasino yang
terletak di salah satu lantai atas kompleks. Pada hari Senin, pasukan Kenya
“mengendalikan” pusat perbelanjaan
Westgate Nairobi, kata kementerian dalam
negeri Kenya. Setelah pengumuman tersebut, tembakan
sporadis dan suara ledakan terdengar datang
dari dalam mal saat fajar, para saksi
mengatakan kepada AFP. Kementerian pertahanan Kenya mengklaim
bahwa “tiga pejuang Islam telah gugur sejauh
ini”, sementara “beberapa orang lainnya
menderita luka-luka.” Diplomat tinggi Kenya mengatakan kepada
PBS hari Senin bahwa dua atau tiga orang
pemuda Amerika dan seorang wanita Inggris
termasuk di antara para penyerang yang
menyerbu pusat perbelanjaan Westgate
Nairobi menewaskan lebih dari 60 orang. Menteri Luar Negeri Kenya Amina Mohamed,
diwawancarai oleh siaran publik AS di sela-
sela acara PBB, mengkonfirmasi laporan
bahwa warga Amerika dan Inggris termasuk
di antara mereka yang melakukan
penyerbuan itu. Pengepungan itu telah merenggut nyawa
sedikitnya 69 pembeli dan staf mal
sementara Hampir 200 orang lainnya
terluka. Kelompok pejuang Islam Somalia, Al-Shabaab
telah menyatakan bertanggung jawab atas
serangan di Westgate Mall di Nairobi Kenya,
mengatakan bahwa serangan itu adalah
pembalasan selama hampir dua tahun
kehadiran militer Kenya di Somalia yang dilanda perang dalam mendukung
pemerintah Mogadishu memerangi pejuang
Islam dan membunuhi Muslim di sana. (ab/
aby) Foto: Reuters

Voa islam

Al-Shabaab, Para Pengibar Bendera Hitam dari Somalia

benderaPara personil Al-Shabaab yang sedang berlatih. (Sumber)

Bila mendengar kata Somalia, maka orang
umumnya akan langsung membayangkan
sebuah kawasan yang dipenuhi perang &
kekacauan. Bayangan tersebut tidak
sepenuhnya salah karena hingga sekarang,
Somalia memang sedang dilanda perang sipil semenjak tumbangnya rezim komunis
pimpinan Siad Barre pada tahun 1991. Sejak
itu, muncullah perang sipil di mana pihak-
pihak yang berperang memiliki agendanya
sendiri-sendiri. Di antara sekian banyak
pihak yang berperang tersebut, salah satu pihak yang belakangan ini cukup menonjol
adalah Al-Shabaab, kelompok yang terkenal
kerap mengibarkan bendera berwarna
hitam – simbol dari mujahidin alias milisi
pejuang Islam – di medan perang. Al-Shabaab (bahasa Arab dari “para
pemuda”) atau lengkapnya Harakat Al-
Shabaab Al-Mujahidin (HSM; Gerakan Para
Pemuda Pejuang) adalah kelompok milisi
berideologi Islam dari Somalia yang
sebagian besar aktivitasnya terpusat di wilayah selatan negara tersebut. Selain
dengan nama Al-Shabaab, kelompok ini juga
dikenal dengan nama Hizbul Shabaab (Partai
Para Pemuda) & Popular Resistance
Movement in the Land of the Two Migrations
(PRM; Gerakan Perlawanan Populer di Tanah Dua Migrasi). Jumlah anggota mereka tidak
jelas, namun diperkirakan jumlahnya
berkisar antara 3.000 – 6.000 personil. Para pengamat internasional meyakini
bahwa Al-Shabaab bisa eksis bukan karena
faktor sentimen agama semata, tapi juga
karena faktor kepentingan negara-negara
setempat. Mesir yang notabene berhaluan
sekuler contohnya, diisukan menyokong Al- Shabaab untuk mengganggu Ethiopia –
tetangga dari Somalia – agar Ethiopia tidak
bisa fokus memonopoli Sungai Nil yang mata
airnya ada di wilayah Ethiopia, tapi
muaranya ada di wilayah Mesir. Eritrea
yang bertetangga dengan Ethiopia di utara dilaporkan juga menyokong Al-Shabaab
karena hubungan buruk kedua negara tersebut. Somaliland – wilayah di Somalia utara yang memerdekakan diri pada tahun
1991, tapi kemerdekaannya tidak diakui
dunia internasional – juga disinyalir
menyokong Al-Shabaab karena dengan
membuat kondisi internal Somalia tidak
stabil, Somaliland bisa terus mempertahankan statusnya sebagai negara
sendiri.

LATAR BELAKANGpetaPeta dari Somalia berikut negara-negara di sekitarnya. (Sumber)

Menyusul tumbangnya rezim komunis
pimpinan Siad Barre pada tahun 1991,
Somalia terseret ke dalam perang sipil
sehingga kriminalitas & kekacauan sipil pun
merajarela. Pada masa inilah, sejumlah
pengadilan berbasiskan hukum Islam yang dibentuk oleh kelompok-kelompok suku
setempat (klan) mulai bermunculan dengan
tujuan memberantas kriminalitas dengan
memakai hukum Islam sebagai basis
hukumnya. Sedikit info, Somalia merupakan
negara yang didominasi oleh sistem tribalisme (kesukuan) di mana pihak-pihak
yang dominan pada suatu wilayah biasanya
merupakan kepala-kepala suku setempat.
Menyusul tidak adanya pemerintahan pusat
yang efektif di Somalia sejak tumbangnya
rezim komunis di negara tersebut, sistem tribalisme pun berkembang semakin subur. Pengadilan-pengadilan Islam yang
bermunculan di Somalia awalnya hanya
bekerja sebagai penegak hukum di masing-
masing wilayah tinggal para klan yang
bersangkutan. Namun menjelang akhir abad
ke-20, pengadilan-pengadilan itu mulai menggabungkan diri menjadi apa yang
dikenal sebagai Midowga Maxkamadaha
Islaamiga (MMI; Uni Pengadilan Islam)
dengan tujuan memperluas pengaruh
mereka ke seantero Somalia. MMI dalam
perkembangannya berhasil menarik simpati rakyat Somalia dengan cepat karena
mayoritas rakyat Somalia yang memang
beragama Islam, komitmen kuat organisasi
tersebut dalam memberantas kriminalitas,
& penyelenggaraan layanan-layanan sosial
seperti pendidikan serta pengobatan yang ditujukan kepada rakyat Somalia. Ketika MMI berkembang menjadi semakin
kuat, keberadaan mereka pun mulai
mengancam kekuasaan para kepala suku
yang berhaluan sekuler. Maka, para kepala
suku yang awalnya sering berkonflik satu
sama lain itupun sepakat untuk berdamai & bersatu memerangi MMI. MMI lantas
merespon perlawanan para kepala suku
tersebut dengan membentuk sayap
militernya sendiri yang anggotanya terdiri
dari kelompok-kelompok suku pro-Islam.
Salah satu kelompok penyusun sayap militer MMI tersebut adalah Hizbul Shabaab atau Al-
Shabaab, kelompok bersenjata yang
anggotanya terdiri dari para pemuda
Somalia penganut aliran Wahabi, sejenis
aliran Islam dari Arab Saudi.

sabbabBendera dari MMI. (Sumber)

perkembangannya, cara pandang dari para
anggotanya yang cenderung kaku & ekstrim
membuat Al-Shabaab kerap melakukan
aksi-aksi yang merusak citra MMI di mata
dunia internasional. Beberapa contoh aksi
tersebut adalah menculik jurnalis yang mengkritik kelompok Islam di Somalia,
menyerang pemuda-pemuda lokal yang
dianggap berpakaian terlalu kebaratan-
baratan, & membunuh tentara kelompok
Juba, Somalia selatan, yang sedang dirawat
di rumah sakit. MMI sendiri beberapa kali mengumumkan permintaan maaf setiap kali
Al-Shabaab melakukan aksi-aksi yang
bercitra negatif sambil menekankan bahwa
tindakan-tindakan Al-Shabaab tersebut tidak
merefleksikan kebijakan dari para petinggi
MMI. Kembali ke soal MMI. Konflik antara pasukan
MMI & pasukan gabungan para klan sekuler
akhirnya merambat ke Mogadishu, ibukota
Somalia, pada bulan Mei 2006. Pertempuran
tersebut berakhir dengan kemenangan
pihak MMI sehingga MMI secara efektif berhasil menguasai wilayah selatan Somalia.
Tak lama sesudah kemenangan tersebut,
MMI mulai mengalihkan fokusnya ke
kegiatan sosial seperti memerintahkan
pengumpulan & pembersihan sampah-
sampah yang menumpuk di Mogadishu – suatu aktivitas yang tak pernah dilakukan
oleh penguasa kota tersebut sejak rezim
komunis di Somalia tumbang. Selain
membersihkan sampah, MMI juga membuka
kembali bandara serta pelabuhan di
Mogadishu & merebut Haradhere, kota yang selama ini menjadi pangkalan bajak laut
setempat. Di luar semua kegiatan positif yang
dilakukan MMI, dunia internasional tetap
tidak mengakui rezim MMI di Somalia &
hanya mengakui pemerintahan transisi
Somalia bentukan PBB sebagai rezim Somalia
yang berdaulat. Puncaknya adalah ketika pada akhir tahun 2006, pasukan Ethiopia –
beserta pasukan milik pemerintahan transisi
Somalia – melancarkan serangan ke wilayah
selatan Somalia yang dikuasai oleh MMI.
Pertempuran berjalan sengit, namun
pasukan gabungan Ethiopia & pemerintahan transisi Somalia yang lebih kuat &
berpengalaman akhirnya berhasil merebut
Mogadishu dari tangan MMI. Pasca
kemenangan tersebut, kelompok-kelompok
yang menyusun MMI – tak terkecuali Al-
Shabaab – mulai tercerai berai & menempuh jalannya sendiri-sendiri.

AKTIVITAS Al-SHABAAB
Awal Mula Bangkitnya “Para Pemuda”

kotaSuasana kota Mogadishu saat pertempuran pecah. (Sumber)

Pasca
berhasil
direbutnya
Mogadishu
oleh
pasukan gabungan
Ethiopia-
Somalia
pada bulan
Januari
2007, Al- Shabaab
sebagai kelompok sempalan MMI mulai
berusaha membangun kembali
kekuatannya. Dengan modal klaim mereka
sebagai kelompok pembela Islam, mereka
berhasil merekrut orang-orang Islam dari luar Somalia yang tertarik untuk “berjihad”
di Somalia. Al-Shabaab juga mulai menarik
simpati orang-orang di Somalia sendiri
dengan menyebut diri mereka sebagai
pejuang tanah air yang berusaha
membebaskan Somalia dari tangan pasukan asing (Ethiopia). Lebih lanjut, para petinggi
Al-Shabaab secara diam-diam juga mulai
mengimpor persenjataan dari Eritrea,
negara tetangga sekaligus rival dari
Ethiopia. Pada bulan yang sama, Al-Shabaab mulai
menampakkan diri mereka ke dunia luar
ketika mereka merilis video pernyataan
perang kepada pasukan perdamaian Uni
Afrika yang diterjunkan di Somalia karena
menganggap penerjunan pasukan perdamaian tersebut sebagai bentuk campur
tangan asing & sarat akan kepentingan.
Beberapa bulan kemudian – tepatnya pada
bulan Maret 2007 – Al-Shabaab yang dibantu
oleh sisa-sisa pasukan MMI & para anggota
klan Hawiye melancarkan serangan ke Mogadishu, ibukota dari Somalia. Kendati
serangan tersebut berhasil dipatahkan,
namun konflik-konflik skala kecil di sekitar
Mogadishu terus berlangsung di mana
mereka berhasil merebut wilayah-wilayah
di Somalia selatan secara perlahan tapi pasti. Memasuki bulan Desember 2007, Al-Shabaab
& sekutunya berhasil merebut kota Guriel,
Kismoyo, & sebagian Mogadishu. Menyusul
keberhasilan tersebut, Al-Shabaab pun mulai
menjalankan peraturan-peraturan mereka
yang diklaim berdasarkan hukum Islam di wilayah-wilayah taklukannya. Bila
dibandingkan dengan MMI selaku organisasi
induk mereka, aturan-aturan buatan Al-
Shabaab cenderung lebih keras & lebih kolot
karena selain melarang hal-hal seperti
alkohol & pornografi, Al-Shabaab juga melarang segala macam bentuk hiburan
yang berasal dari barat, termasuk sepak
bola. Hukuman untuk mereka yang
ketahuan melanggar atau menentang
bervariasi, mulai dari yang sebatas dipukuli
hingga dijebloskan ke penjara.

newPara personil Al-Shabaab yang sedang berpatroli. (Sumber)

Selain
melarang
hal-hal
yang
berbau
hiburan dari barat,
Al-Shabaab
juga
melarang
impor
makanan & bantuan makanan dari luar Somalia.
Kebijakan Al-Shabaab tersebut tak pelak
memicu kecaman dari lembaga-lembaga
kemanusiaan yang menganggap bahwa
kebijakan Al-Shabaab tersebut
membahayakan keselamatan para pengungsi di wilayah kekuasaannya. Namun
di sisi lain, kebijakan Al-Shabaab tersebut
membawa berkah tersendiri bagi para
petani lokal karena kini hasil-hasil pertanian
mereka bisa mendominasi pasaran Somalia.
Dampaknya, sektor perekonomian di kawasan pedesaan Somalia pun menggeliat
& taraf hidup para penduduk kelas bawah di
Somalia mulai mengalami peningkatan. Munculnya Musuh Baru di Dalam & Luar
Somalia Kembali ke medan perang. Memasuki awal
tahun 2008, Al-Shabaab & sekutunya
berhasil merebut kota Dinoor sehingga alur
perang sipil di Somalia tak lagi hanya
terpusat di sekitar Mogadishu. Sebulan
kemudian, AS yang selama ini memang mendukung pemerintahan transisi Somalia &
Ethiopia di medan perang untuk pertama
kalinya memasukkan Al-Shabaab ke dalam
daftar kelompok teroris versi mereka &
siapapun yang ketahuan menjalin kontak
dengan Al-Shabaab bakal dikenakan hukuman. Petinggi Al-Shabaab sendiri
terkesan tidak ambil pusing dengan
keputusan AS tersebut. Sambil setengah
mengejek, ia bahkan menyebut status
teroris yang disematkan kepada Al-Shabaab
sebagai “medali kehormatan”. Tak lama sesudah AS menyatakan Al-
Shabaab sebagai kelompok terlarang,
mereka melancarkan sejumlah serangan
udara ke wilayah-wilayah di Somalia yang
dikuasai oleh Al-Shabaab & sekutunya.
Serangan pertama dilancarkan pada bulan Maret 2008 ke kota Dhole. Beberapa bulan
kemudian alias pada bulan Mei, AS kembali
melancarkan serangan udara – kali ini ke
kota Dushamareb – di mana serangan kali ini
sukses menewaskan pemimpin Al-Shabaab,
Aden Hashi Eyrow, beserta beberapa petinggi senior Al-Shabaab & penduduk sipil
setempat. Tak lama sesudah tewasnya
Eyrow, Sheikh Mukhtar Robow alias Abu
Mansur naik menjadi pemimpin baru Al-
Shabaab.

zulkinofPara personil ASWJ yang sedang berbaris
di dekat bendera kelompoknya. (Sumber)

Di tahun 2008, selain harus bertempur
dengan pasukan asing & pemerintahan
transisi Somalia yang dibantu oleh klan-klan
sekuler lokal, Al-Shabaab juga harus
menghadapi musuh baru sesama milisi
Islam, yaitu Ahlu Sunna Wal Jama’a (ASWJ). Munculnya ASWJ sebagai musuh baru Al-
Shabaab tidak lepas dari kebijakan keras &
kontroversial dari Al-Shabaab saat
menghancurkan kuburan-kuburan tokoh Sufi
setempat karena menganggap ajaran Sufi
sebagai ajaran yang menyimpang. Tindakan Al-Shabaab ini lantas memancing kemarahan
kaum Sufi di Somalia yang kemudian
memutuskan untuk mendirikan ASWJ. Hanya
dalam waktu singkat sejak pendiriannya,
ASWJ berhasil mendapatkan dukungan dari
penduduk setempat & mengungguli pasukan Al-Shabaab di sejumlah pertempuran. Mundurnya Ethiopia & Terbelahnya MMI Memasuki awal tahun 2009, Ethiopia
memutuskan untuk menarik mundur seluruh
pasukannya dari Somalia. Hanya sehari
setelah pasukan terakhir Ethiopia di tanah
Somalia ditarik mundur, Al-Shabaab
langsung menyerang parlemen milik pemerintahan transisi Somalia yang
berlokasi di kota Baidoa & berhasil
menduduki kota tersebut tanpa kesulitan
berarti. Namun, aksi Al-Shabaab tersebut
langsung mendapatkan respon perlawanan
yang gigih dari ASWJ. Dalam periode yang bersamaan, ASWJ juga berhasil merebut
sejumlah kota yang sebelumnya dikuasai
oleh Al-Shabaab. Di tengah-tengah situasi keamanan yang
tidak menguntungkan bagi pemerintahan
transisi Somalia sepeninggal pasukan
Ethiopia, aktivitas politik di Somalia mulai
menunjukkan perkembangan yang
signifikan setelah pemerintahan transisi sepakat untuk menambah jumlah kursi di
parlemen, merekrut para tokoh Islam
moderat ke dalam keanggotaannya, &
membiarkan wilayah selatan Somalia
mengadopsi hukum Islam sebagai dasar
peraturan daerahnya. Sharif Ahmed – tokoh Islam yang juga merupakan bekas anggota
MMI, organisasi induk dari Al-Shabaab –
kemudian terpilih sebagai presiden baru
Somalia pada bulan Februari 2009.

zukofSharif Ahmed. (Sumber)

Terpilihnya
Ahmed sebagai
presiden Somalia
ternyata
menimbulkan
protes keras dari kelompok-
kelompok
penyusun MMI
yang lain –
termasuk Al-
Shabaab – yang menuduh Ahmed
sebagai pengkhianat karena bergabung dengan
pemerintahan transisi Somalia yang
dianggap sekuler. Sebagai akibatnya, hanya
beberapa jam setelah Ahmed disumpah
sebagai presiden, beberapa anggota Al-
Shabaab menembaki istana kepresidenan Somalia. Konflik & kontak senjata juga
timbul antara milisi-milisi penyusun MMI
pada akhir Februari 2009 karena perbedaan
pendangan mereka mengenai posisi Ahmed
sebagai bagian dari pemerintahan transisi
Somalia. Akibat kontak senjata tersebut, sekurang-kurangnya 23 orang dilaporkan
tewas. Memasuki awal tahun 2010, untuk pertama
kalinya Al-Shabaab melancarkan serangan
di luar Somalia setelah salah seorang
anggotanya melakukan percobaan
pembunuhan di Denmark kepada kartunis
setempat yang beberapa tahun sebelumnya menggambar karikatur parodi dari Nabi
Muhammad SAW. Beberapa bulan kemudian
alias pada bulan Juli 2010, Al-Shabaab
kembali melancarkan serangan di luar
Somalia. Kali ini sasarannya adalah
Kampala, ibukota Uganda, di mana serangan tersebut dilaporkan menewaskan 70 orang
lebih. Bulan Februari 2010, pemimpin Al-Shabaab
untuk pertama kalinya mengakui bahwa
mereka memiliki koneksi dengan Al-Qaeda,
kelompok bawah tanah berideologi Islam
dengan jangkauan global yang menjadi
terkenal sejak serangannya ke gedung kembar WTC di AS pada tahun 2001. Sebelum
pengakuan ini dikeluarkan, isu bahwa Al-
Shabaab memiliki koneksi dengan Al-Qaeda
memang sudah lama merebak, namun para
anggota Al-Shabaab selalu membantahnya
dalam berbagai kesempatan.

PERKEMBANGAN TERAKHIR

<img src="https://zulkinofr.files.wordpress.com/2013/09/83eb7-kenyan-soldiers.jpg&quot; altsomaliaTentara Kenya di Somalia. (Sumber)

Bulan
Juli
2011,
untuk
pertama
kalinya Al-
Shabaab mengizinkan masuknya bantuan
kemanusiaan di wilayahnya menyusul
timbulnya krisis pangan & kelaparan yang
melanda Somalia selatan akibat kekeringan.
Kendati demikian, para anggota Al-Shabaab
tetap tidak luput dari kecaman dunia internasional karena walaupun petinggi
organisasi tersebut sudah mengizinkan
masuknya bantuan internasional ke Somalia
selatan, para anggota Al-Shabaab masih ada
yang melakukan penyerangan & penculikan
kepada para pekerja kemanusiaan dari luar negeri. Kembali ke medan konflik, aksi-aksi
bersenjata yang dilakukan oleh Al-Shabaab
di tahun 2011 masih belum menurun.
Namun, memasuki bulan Oktober 2011,
perang sipil di Somalia memasuki fase baru
setelah Kenya – negara yang berbatasan langsung dengan Somalia di selatan –
melakukan invasi ke wilayah Somalia.
Kenya beralasan invasi tersebut dilakukan
untuk memerangi Al-Shabaab yang disebut-
sebut menculik para pekerja kemanusiaan &
orang asing di Kenya. Kenya juga mengklaim bahwa kebijakannya menginvasi
Somalia mendapat restu dari pemerintahan
transisi Somalia sendiri. Hingga memasuki tahun 2012, ribuan
pasukan Kenya masih ditempatkan di
Somalia & belum berhasil memberangus Al-
Shabaab. Kondisi keamanan di Somalia juga
belum mengalami peningkatan. Kalau sudah
begini, pertanyaan pun merebak mengenai apa solusi terbaik untuk mengakhiri konflik
di Somalia yang begitu kompleks ini. Apakah
dengan jalur militer yang terbukti gagal
mengembalikan stabilitas negara tersebut
selama puluhan tahun, atau lewat jalur
diplomasi yang memerlukan waktu & kesabaran lebih untuk menemukan
penyelesaian akhir terbaiknya. Yang pasti,
selama pihak-pihak yang terlibat dalam
konflik di Somalia ini masih belum mau
membuang ego kelompoknya masing-
masing, maka selama itu pula perdamaian di Somalia hanyalah sebatas mimpi… REFERENSI BBC News – Al-Qaeda’s origins and links
Wikipedia – Ahlu Sunna Waljama’a
Wikipedia – Al-Shabaab
Wikipedia – Islamic Courts Union
Wikipedia – Kenyan invasion of Somalia
(2011) Wikipedia – War in Somalia (2006-2009) Ali, Abdirahman. “The Anatomy of al-
Shabaab”. (file PDF) Ibrahim, Muhammad. 2010. “The Al-Shabab
Myth : Notoriety not Popularity”.

Ribuan Tentara Israel Bunuh Diri. Mengapa?

israel

zionis

Trauma akibat perang yang sudah terjadi
lebih enam dekade ini sebenarnya tidak
saja dialami oleh penduduk
Palestina.Sebaliknya, tentara sekutu
terutama tentara Zionis Israel juga
mengalami tekanan psikologis yang serius sehingga ada yang terdorong untuk bunuh
diri. Dalam satu penelitian yang dilakukan
sekelompok profesor Israel dari Pusat Trauma Israel untuk Korban Kekerasan dan
Perang, Universitas Tel Aviv dan
Universitas Haifa yang dipimpin Dr. Avi
Bleich menemukan tentara Israel mengalami tekanan emosi, gangguan
psikologis dan trauma setelah berperang
dengan penduduk Palestina.

“Dalam penelitian kami, prajurit Israel yang
terlibat dalam operasi militer terhadap
penduduk Palestina mengalami gangguan
rasa bersalah, tidak senang hati, membenci
diri sendiri dan menyesal karena tidak
yakin apakah mereka berada di pihak yang benar. “Meskipun penelitian ini difokuskan kepada
veteran perang yang terlibat ketika
Intifada kedua dan meninggalkan layanan
sejak 10 tahun lalu, namun hasil
wawancara yang dilakukan saya yakin
tidak jauh beda dengan trauma yang dihadapi militer hari ini. “Setelah wawancara dengan hampir 230
tentara pria dan wanita, kebanyakan
merasa bersalah tentang kebenaran moral
tugas mereka. “Diperkirakan setengah dari tentara di
perbatasan menyesal karena bersikap
kejam terhadap warga sipil, satu per tiga
dari mereka mengaku melakukan
kejahatan sementara 17.4 persen
menyadari tingkah laku mereka memalukan. ” Yang paling mereka kesalkan, mereka
terpaksa menyerang dan membunuh
warga sipil tanpa alasan yang kuat. “Pernah seorang bekas tentara menangis
sambil berkata, dia diperintahkan
menangkap anak karena menginginkan
informasi tentang keluarganya yang
terlibat dengan Al-Qassam. “Saat dalam tahanan, anak-anak yang baru
mencapai umur delapan tahun ini memohon
untuk mengasihaninya, jangan menahannya
dan jangan membunuhnya,” kata Bleich. Lanjutnya, meskipun telah lama
meninggalkan Palestina, kebanyakan
tentara masih trauma dan tidak
mendapatkan bantuan psikologis. “Tidak heran mengapa sejak tahun 1980
sampai hari ini ribuan tentara Israel
memilih untuk bunuh diri,” katanya.

more

Ulama Rusia Ingatkan Kerusuhan Jika Terjemahan Al Quran Dihancurkan

russiaUmat muslim shalat di tengah turunnya
salju di Moscow, Rusia.

Hari Selasa lalu Pengadilan di Novorossiysk,
kota di selatan Rusia, memerintahkan
melarang teks-teks terjemahan Al Quran.

–Ulama Islam senior Rusia memperingatkan para pemimpin di
negara itu, kerusuhan bisa meledak di
masyarakat Muslim di Rusia dan sekitarnya
jika satu pengadilan yang telah memutuskan
untuk menghancurkan Al Quran dan
terjemahannya tidak dibatalkan. Hari Selasa lalu Pengadilan di Novorossiysk,
kota di selatan Rusia, memerintahkan
melarang teks-teks terjemahan Al Quran di
bawah hukum anti-ekstremisme Rusia.
Aktivis hak asasi mengatakan, larangan itu
telah disalahgunakan oleh pejabat lokal berdasarkan prasangka atau dimanfaatkan
Gereja Ortodoks yang mayoritas di Rusia. Pegiat hak asasi manusia mengatakan,
keputusan yang akan diberlakukan secara
nasional, kecuali dibatalkan pada tingkat
banding, bisa berkembang berbahaya dengan
melarang Al Quran itu sendiri . Dewan Mufti Rusia telah menyampaikan
peringatan dalam surat terbuka kepada
Presiden Vladimir Putin, Jumat (20/09/2013),
yang selalu menyerukan persatuan antara
agama terkemuka dan memperingatkan
bahwa ketegangan etnis bisa memecah belah Rusia. “Muslim Rusia amat sangat marah atas
keputusan yang keterlaluan tersebut,” kata
Rushan Abbyasov, Wakil Ketua Dewan Mufti,
yang memiliki hubungan dekat dengan
Kremlin, seperti diberitakan Reuters dan
dilansir The Malay Mail Online, Sabtu (21/09/2013). Jika putusan itu diberlakukan, para ulama
memperingatkan: “Akan ada kerusuhan…
tidak hanya di Rusia, tetapi di seluruh dunia.
Kita berbicara tentang kehancuran Quran.” Dalam surat kepada Putin, Dewan menarik
persamaan dengan kekerasan di Timur
Tengah dan Afghanistan atas tindakan
seorang pastor Amerika, Terry Jones, yang
membakar Al Quran pada 11 September
2010. “Apakah perlu dilakukan pembahasan
(tindakan hukum) untuk upaya penghancuran
buku, khususnya kitab suci, yang telah
berada di Rusia sejak masa lalu? ” Katanya . “Kita ingat bagaimana akibat dari
pembakaran hanya beberapa Al Quran oleh
seorang pendeta Amerika gila, sehingga
menimbulkan protes bukan hanya dari
Muslim Rusia, tetapi juga keseluruhan
masyarakat kita, dalam solidaritas dengan badai kemarahan masyarakat Muslim dunia
dan semua orang yang bersimpati,” katanya. Seorang pengacara yang mewakili penulis
terjemahan, Elmir Kuliyev, mengatakan, ia
akan mengajukan banding atas putusan
pengadilan, yang memutuskan melarang
terjemahan Al Quran tersebut serta
memerintahkan untuk ‘dihancurkan’ . ” Ini betul-betul kebodohan. Beberapa jaksa
setempat mengirim materi terjemahan
tersebut ke pengadilan setempat, lantas
mereka bersama-sama memutuskan
melarang kitab suci,” kata pengacara Murat
Musayev, yang memiliki satu bulan untuk mengajukan banding atas keputusan itu. “Di satu sisi ada kebebasan beragama di
Rusia, tetapi di sisi lain mereka melarang
kitab agama.” Para ahli mengatakan, lebih dari satu dekade
Al Quran terjemahan yang disusun Kuliyev
menjadi buku rujukan utama. Terjemahan itu
salah satu dari empat terjemahan Al-Quran
ke dalam bahasa Rusia . “Larangan ini tinggal selangkah lagi untuk
melarang Al-Quran,” kata Akhmed
Yarlikapov, seorang ahli tentang Islam pada
Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia . “Buku itu adalah (Al Quran) terjemahan yang
sangat berkualitas,” katanya. “Pelarangan
terjemahan Kuliyev benar-benar tidak
profesional. Orang juga bisa melarang
Alkitab yang juga memiliki ayat-ayat yang
berbicara tentang pertumpahan darah,” katanya Penduduk Rusia saat ini sekitar 143 juta jiwa,
dengan 15 persennya merupakan umat
muslim.*

Hidayatullah

Culik Ulama Mesir di Italia, Eks Kacab CIA Minta Ampunan

ulama

23 warga AS dihukum dalam kasus ini, satu-
satunya anggota militer diampuni. Seorang mantan kepala CIA di luar negeri
mengajukan permohonan pengampunan
kepada Presiden Italia setelah divonis dalam
sidang in absentia atas kasus penculikan
seorang ulama Mesir. Robert Seldon Lady dijatuhi hukuman
sembilan tahun penjara atas penculikan dan
penyerahan rahasia Abu Omar di Milan tahun
2003. Dua bulan setelah menjalani masa tahanan
singkat di Panama, Lady menulis
permohonan kepada Presiden Giorgio
Napolitano meminta maaf karena
mengganggu hubungan diplomatik AS-Italia. Persidangannya merupakan yang pertama
dalam kaitan praktik hukum rahasia CIA. “Saya minta pada Anda dan Italia sebuah
permohonan pribadi dan pengampunan
hukum, Lady menulis dalam suratnya yang
disampaikan ke kantor kepresidenan Italia
pada Rabu (11/09). “Saya tidak pernah bermaksud mengecilkan
kedaulatan Italia… bahkan sebaliknya, imbuhnya.
Warga AS berusia 59 tahun itu sempat
ditahan di Panama Juli lalu berdasar sebuah
surat perintah penahanan internasional yang
dirilis setelah vonisnya dijatuhkan. Meski demikian, ia kemudian dilepas
sebelum Italia -yang belum memulai proses
ekstradisi resminya- dapat mengajukan
permintaan pemindahan tahanan resmi. Lady kini diduga sudah kembali ke AS.
Menurut juru bicaranya, Tom Spencer, Lady
tak sadar dia menjadi sasaran penangkapan.culik
Abu Omar ditangkap di Milan, dibawa ke
Jerman dan kemudian ke Mesir. “Bob sudah muak dan bertekad menghadapi
(hukuman) dan menuntaskan masalah ini,”
kata Spencer kepada Kantor Berita Reuters. Dalam suratnya Lady menyebut pula
ampunan yang diberikan Presiden Napolitano
kepada seorang kolonel AU AS, Joseph
Romano, satu-satunya anggota militer AS
yang juga disidangkan dalam kasus yang
sama. “Saya tak mengenakan seragam, tapi (status)
saya juga tentara dalam perang melawan
terrorisme dan saya punya kekebalan,” kata
Lady saat diwawancarai oleh koran Italia, La Stampa, Kamis (12/09).
Indonesia – BBC – Tanpa menceritakan rincian
kasus, Lady mengatakan tindakannya
“didukung oleh pejabat sangat tinggi,” dan
menambahkan langkah itu sudah sesuai
dengan aturan hukum AS, Italia dan hukum
international. “Saya mohon maaf dalam kapasitas Anda
sebagai presiden serta kepada rakyat Italia
karena menciptakan gangguan dalam
kebijakan bilateral Italia dan Amerika.” Lady adalah satu dari 23 warga AS yang
dijatuhi hukuman dalam kasus extraordinary
rendition yakni penangkapan terhadap
seseorang dan pemindahannya secara
rahasia untuk ditahan atau diinterogasi. Abu Omar, juga dikenal dengan nama Hassan
Mustafa Osama Nasr, diculik di jalanan kota
Milan pada Februari 2003 dan kemudian
dibawa ke Jerman melalui pangkalan militer
AS di Italia dan dari sana dibawa ke Mesir. Omar diduga disiksa di Mesir sebelum
akhirnya dibebaskan. Jerman juga
memerintahkan penahanan agen CIA dalam
kasus serupa terhadap warganya.
Detik news

Inilah Profil Sayap Militer Hamas, Al- Qassam

alqassam

GAZA – Salah satu pihak penting dalam konflik antara Israel dengan Hamas adalah
sayap militer #zulkinofr yang dimiliki oleh Hamas,
Brigade al-Qassam. Kelompok militer
tersebut dianggap banyak pihak sebagai
faksi militer terkuat yang ada di Gaza. Nama al-Qassam sendiri diambil dari nama
pejuang Suriah yang melakukan perlawanan
terhadap pendudukan Inggris di wilayah
Palestina pada tahun 1935. Aksi pertama
dari al-Qassam dimulai di tahun 1992, saat
itu mereka melakukan pembunuhan terhadap seorang Rabi di wilayah Kfar
Darom, Jalur Gaza. Awalnya aktivitas perlawanan al-Qassam
lebih banyak dijalankan dengan cara
melakukan aksi bom bunuh diri. Namun aksi
tersebut terhenti setelah ahli bom yang
dmiliki kelompok tersebut, Yahya Ayyash,
berhasil dibunuh oleh pihak Israel pada tahun 1996. Al-Qassam kemudian
mengembangkan aksinya dengan juga
meluncurkan serangan-serangan roket ke
wilayah Israel. Al-Qassam mulai melancarkan aktivitas
serangan roket pada tahun 2000. Pemimpin
kelompok tersebut pada saat itu,
Mohammed Deif, mengembangkan produksi
roket untuk digunakan oleh al-Qassam. Deif juga mengatur penyelundupan roket-
roket untuk al-Qassam dari luar wilayah
Gaza. Upaya pengumpulan roket tersebut
diteruskan oleh pemimpin al-Qassam
selanjutnya, Ahmed al-Jabari. Pada masa kepemimpinan Jabari banyak
pihak menyatakan, al-Qassam mengalami
perkembangan yang pesat. Jabari
menjalankan pelatihan moderen untuk
tentara-tentara yang direkrut oleh al-
Qassam. Jabari juga berhasil membuat jaringan dengan negara-negara seperti Iran,
Sudan, dan Suriah. Jaringan tersebut
membuat al-Qassam lebih mudah
mendapatakan bantuan baik militer maupun
finansial. Saat ini al-Qassam diperkirakan sedang
berada dalam kondisi limbung setelah Jabari
terbunuh oleh serangan udara Israel yang
dilancarkan Rabu 14 November lalu. Namun
beberapa pengamat menilai al-Qassam akan
dengan cepat menemukan pengganti Jabari. “Al-Qassam selalu bergerak dalam
kelompok-kelompok kecil. Jadi apabila ada
satu pemimpin yang terbunuh pemimpin,
dari kelompok lainnya dapat cepat
menggantikan,” ujar seorang penulis buku
konflik Palestina, Jonathan Schanzer, seperti dikutip The New York Times, Senin
(19/11/2012). Selama kepemimpinan Jabari, al-Qassam
diketahui membagi organisasinya ke dalam
enam kelompok yang membawahi enam
area berbeda di Gaza. Setiap kelompok
tersebut memiliki pemimpinnya sendiri-
sendiri yang melapor kepada Jabari sebagai pemimpin tertinggi. Kelompok-kelompok
tersebut memiliki sistem logistiknya sendiri
sehingga dapat bekerja secara terpisah. (faj)Okezone