Para Ibu Muda Palestina Bertekad Lahirkan Lebih Banyak Anak Lagi

zulkinofr

KHAN YOUNIS, muslimdaily.net –
Petugas Palestina mengatakan
bahwa setidaknya 4.500 bayi
dilahirkan sejak Israel memulai
operasi militernya di Gaza. Hanya
beberapa ratus meter dari kamar
mayat Rumah Sakit Nasser, warga-
warga Palestina baru berlahiran
menghirup napas kehidupan.
Syahidnya ribuan bayi dan anak-
anak di Palestina sejak serangan
Israel Ramadhan lalu tak berhasil
membuat semangat para ibu di
Palestina surut. Mereka bertekad
melahirkan lebih banyak lagi calon
penjuang Islam melalui rahim
mereka. Salah satu dari mereka
adalah Saqqa, seorang ibu muda
berumur 20 tahun. Demikian
dikutip dari kantor berita Al
Jazeera (14/08).
“Penjajah Israel pikir membunuhi
orang Palestina membuat kita
musnah . . . itu tidak akan terjadi,”
ungkap Abeer Saqqa kepada Al
Jazeera, beberapa jam setelah
melahirkan anaknya, Anwar.
Unit persalinan rumah sakit ini
hiruk-pikuk dengan kesibukan.
Gencatan senjata 72-jam Israel dan
Hamas telah menyediakan
keringanan setelah lebih dari
sebulan daerah Palestina dikurung
Israel.
Setidaknya 1.965 warga Palestina
wafat 10.000 lainnya terluka, sejak
operasi militer Israel di Gaza yang
dimulai 8 Juli lalu, menurut PBB.
Enam puluh empat tentara Israel
dan tiga penduduk sipil Israel telah
tewas.
“Saya sekarang lebih bertekad
untuk melahirkan lebih banyak
bayi untuk menggantikan mereka
yang telah dibantai Israel,” kata
Saqqa yang usianya baru 20 tahun.
Haneen Alfarra, 30 tahun,
melahirkan sejam setelah suaminya
yang berusia 34 tahun gugur oleh
serangan udara Israel 1Agustus
lalu. “Serangan udara mengenai
rumah kami waktu kami sedang
melarikan diri,” isaknya.
Setelah menikah delapan tahun,
Alfarra telah memiliki tiga anak
sebelumnya, berusia antara dua
hingga lima tahun. Bayi barunya
yang berusia 10 hari belum
dinamai. “Ayah, kakek, dan
sepupu-sepupunya, semuanya
syahid oleh misil,” ujar Alfarra.
Sejak operasi militer Israel di Gaza,
petugas pemerintah di Gaza
melaporkan bahwa setidaknya
4.500 bayi telah lahir di Jalur Gaza.
Pada 2013, 66.000 bayi dilahirkan
di Jalur Gaza menurut Biro Pusat
Statistik Palestina, atau 5.550 bayi
lahir per bulan. Populasi Gaza
diproyeksikan mencapai 2,1 juta
pada 2020.
Dr. Yasmine Wahba, dari unit
persalinan Rumash Sakit Nasser,
mengatakan kepada Al Jazeera
bahwa angka ini bisa lebih besar.
Akan tetapi, terdapat beberapa
wanita yang juga mengalami
keguguran.
“Rasa takut adalah penyebab
utama banyaknya kelahiran
prematur… kebanyakan bayi di
sini berumur 30 hingga 32 minggu,
sementara kelahiran normal
biasanya 37 minggu atau lebih,”
tutur Wahba. Dia
menginformasikan bahwa unit
persalinan kini dalam kondisi
kapasitas maksimum, suatu
keadaan yang jarang terjadi.
Lima puluh rumah sakit dan enam
belas klinik kesehatan publik telah
dirusak oleh operasi militer Israel
menurut PBB. Kementerian
Kesehatan setempat juga
melaporkan 13 dari 54 pusat
layanan kesehatan di Gaza telah
ditutup karena pemboman Israel,
sementara tujuh dari dua puluh
satu pusat kesehatan primer yang
dioperasi PBB juga telah ditutup.
Hal tersebut memaksa para wanita
melahirkan di rumah, atau
penampungan, tanpa perawatan
kesehatan yang layak.
Dari ranjangnya di Rumah Sakit
Nasser, Abeer Saqqa yang baru
saja menjadi seorang ibu,
mengatakan bahwa dia akan
membangun tenda di bekas
reruntuhan rumahnya.
Melahirkan, imbuhnya, adalah
bagian dari perlawanan. “Jika
mereka membunuh satu orang,
kami akan melahirkan sepuluh lagi
orang.”
Sumber : Al Jazeera
Berita kiriman relawan
Yayan Puji Riyanto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s