Bikin Film Lecehkan Nabi Muhammad, Iran Dikecam Ulama Dunia

) Komite Ulama Muslim Internasionmal (KUMI), yang diketuai oleh Syaikh Dr Yusuf Al-Qardhawi, mengecam sebuah perusahaan poduksi film di Iran karena menggambarkan wujud Nabi dalam bentuk manusia yang diperankan oleh aktor Iran. Komite tersebut juga menyerukan kepada Otoritas Pemerintah Iran untuk menghentikan film tersebut. Dalam sebuah pernyataan KUMI yang didapat oleh CNN pada hari Senin, Asosiasi Ulama Muslim mengatakan bahwa pemerintah Iran bertanggungjawab atas segala sesuatu yang terjadi dalam negrinya. Maka pemerintah Iran harus melarang pembuatan film yang menggambarkan wujud Nabi dan Rasul dalam sosok orang. Asosiasi tersebut menganggap bahwa hal itu telah berani terhadap kesucian Nubuwwah dan tidak menghormati Nabi serta tidak meletakkan beliau pada tempat yang pantas. Komite tersebut memperingatkan akan konsekuensi negatif yang ditimbulkan oleh penggambaran sosok Nabi dalam bentuk orang yang memerankan beliau. Karena hal itu bisa menjadi kemuliaan Nabi dilecehkan dan dihina serta menyakiti Rasul, yang pelakunya mendapatkan laknat di dunia dan akhirat. Komite Ulama Muslim Internasional juga menyerukan kepada pemerintah negara–negara Islam, LSM Islam, organisasi–organisasi Islam di negara–negara Islam dan Arab, kementerian informasi dan media, Al- Azhar, Lembaga Kajian Islam dan Lembaga kajian Fiqh
untuk melarang film tersebut dan mempesiapkan kampanye media besar–besaran untuk memperingatkan bahayanya serta menjelaskan bahwa itu merupakan penghinaan terhadap para Nabi
dan Rasul.

[usamah/dbs]

Benarkah Nabi Idris, Nabi Ilyas, Nabi Khidir dan Nabi Isa Masih Hidup?

Benarkah Nabi Idris, Nabi Ilyas, Nabi Khidir dan Nabi Isa Masih Hidup?.

Fenomena ini termasuk tema debat yang kerap
diperbincangkan masyarakat akar rumput (awam).
Maklum saja, karena masyarakat kita umumnya baru
mentas dari budaya animisme, sehingga masih
sangat gandrung dengan hal berbau klenik.
Kendatipun hegemoni teknologi sudah merebak luas, namun semangat mengupas kejadian ‘mistis’
tidak bisa ditinggalkan. Keadaan akan menjadi ringan, ketika masyarakat
bersedia untuk mengembalikan masalah aqidah ini
kepada ulama dan merujuk kepada sumber berita
yang mutlak benarnya, Alquran dan hadis. Akan
tetapi sangat disayangkan, banyak masyarakat kita
yang justru mencari jawaban hal yang berbau mistis dan misterius ini ke primbon atau kyai yang masih
demen dengan klenik. Apakah Nabi Khidir masih hidup? Berikut kutipan keterangan Dr. Umar Sulaiman Al-
Asyqar dalam buku beliau Ar-Rusulu war Risalat; Sekelompok ulama berpendapat bahwa Khidir masih
hidup dan belum mati. Dan terdapat beberapa riwayat
yang menjelaskan hal ini. Keberadaan pendapat
belum matinya Nabi Khidir, telah membuka pintu
munculnya berbagai khurafat dan kedustaan. Banyak
orang yang menyalahgunakan pendapat ini dan mengaku pernah bertemu Nabi Khidir, dan beliau
memberikan beberapa nasihat serta menyampaikan
berbagai perintah. Kemudian mereka meriwayatkan
berbagai cerita aneh tentang Nabi Khidir, dan
berbagai berita yang diingkari secara logika yang
sehat. Kemudian, banyak ulama besar muhadditsin (ahli
hadis) yang berpendapat lemahnya riwayat yang
menyatakan bahwa Nabi Khidir masih hidup. Di antara
ulama hadis yang melemahkan riwayat ini adalah
Imam Bukhari, Ibnu Dihyah, Al-Hafidz Ibnu Katsir, dan
Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani. Alasan terkuat yang mereka sampaikan untuk membantah pendapat
masih hidupnya Nabi Khidir: Pertama, Tidak ada satu pun hadis yang shahih yang menyatakan Nabi Khidir masih hidup. Kedua, Andaikan beliau masih hidup, tentu diwajibkan bagi beliau untuk mendatangi Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengikuti
dakwah beliau, dan membantu dakwah beliau.
Karena Allah telah mengambil janji dari para nabi
sebelumnya, untuk beriman kepada Muhammad,
membantu beliau, jika mereka berjumpa dengan zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah
berfirman, ﻪﻠﻟﺍ ﺬﺧﺃ ﺫﺇﻭ ﻦﻴﻴﺒَّﻨﻟﺍ ﻕﺎﺜﻴﻣ ﻦﻣ ﻢﻜﺘﻴﺗﺁ ﺎﻤﻟ َّﻢُﺛ ٍﺔﻤﻜﺣﻭ ٍﺏﺎﺘﻛ ٌﻕﺪﺼﻣ ٌﻝﻮﺳﺭ ﻢﻛﺀﺎﺟ َّﻦﻨﻣﺆﺘﻟ ﻢﻜﻌﻣ ﺎﻤﻟ ﻝﺎﻗ ﻪَّﻧﺮﺼﻨﺘﻟﻭ ﻪﺑ ﻢﺗﺬﺧﺃﻭ ﻢﺗﺭﺮﻗﺃﺃ ﻱﺮﺻﺇ ﻢﻜﻟﺫ ﻰﻠﻋ ﺎﻧﺭﺮﻗﺃ ﺍﻮﻟﺎﻗ ﺍﻭﺪﻬﺷﺎﻓ ﻝﺎﻗ ﻦﻣ ﻢﻜﻌﻣ ﺎﻧﺃﻭ ﻦﻳﺪﻫﺎَّﺸﻟﺍ (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari
para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan
kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang
kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa
yang ada padamu, akankah kamu akan sungguh-
sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan
menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian
itu?” Mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah
berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi)
dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu“. (QS.
Ali Imran: 81) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga
mengabarkan, bahwa andaikan Musa masih hidup,
tentu beliau akan mengikuti Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda: ﻰَﺳﻮُﻣ َﻥﺎَﻛ ْﻮَﻟ ُﻪَّﻧِﺈَﻓ ،ْﻢُﻛِﺮُﻬْﻇَﺃ َﻦْﻴَﺑ ﺎًّﻴَﺣ ْﻥَﺃ ﺎَّﻟِﺇ ُﻪَﻟ َّﻞَﺣ ﺎَﻣ ﻲِﻨَﻌِﺒَّﺘَﻳ “Sesungguhnya, andaikan Musa masih hidup di
tengah-tengah kalian, tidak halal bagi beliau selain
harus mengikutiku.” (HR. Ahmad, 14631) Ibrahim Al-Harbi pernah bertanya kepada Imam
Ahmad, apakah Nabi Khidir dan Nabi Ilyas masih
hidup, keduanya masih ada dan melihat kita serta kita
bisa mendapatkan riwayat dari mereka berdua.
Kemudian Imam Ahmad menjawab: ﺐﺋﺎﻏ ﻰﻠﻋ ﻝﺎﺣﺃ ﻦﻣ ﺎﻣﻭ ،ﻪﻨﻣ ﻒﺼﻨﻳ ﻢﻟ ﻻﺇ ﺍﺬﻫ ﻰﻘﻟﺃ ﻥﺎﻄﻴﺸﻟﺍ “Siapa yang menekuni masalah ghaib (klenik), dia
tidak akan bisa bersikap proporsional dalam masalah
ini. Tidak ada yang membisikkan berita ini kecuali
setan.” Imam Bukhari juga pernah ditanya, apakah Nabi
Khidir dan Ilyas masih hidup? Beliau menjawab: Bagaimana mungkin itu bisa terjadi, padahal Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: ﺱﺃﺭ ﻰﻠﻋ ﻰﻘﺒﻳ ﻻ ﻮﻫ ﻦﻤﻣ ﺔﻨﺳ ﺔﺋﺎﻣ ﺪﺣﺃ ﺽﺭﻷﺍ ﻪﺟﻭ ﻰﻠﻋ “Tidak akan tersisa seorang-pun di muka bumi ini
pada seratus tahun yang akan datang.” (Majmu’
Fatawa Syaikhul Islam, 4:337) Sebagian ulama ahli tahqiq memberikan keterangan
yang agak panjang lebar untuk membantah alasan
pendukung khurafat terkait Nabi Khidir. Di antaranya
adalah Al-Hafidz Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan
Nihayah (1:326), Muhammad Amin As-Syinqithi, dalam
tafsir beliau Adwaul Bayan (4:184). Bahkan Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani membuat satu risalah khusus
yang berjudul: Az-Zahr An-Nadhr fi Naba-i Al-Khidr,
yang dicetak dalam kumpulan risalah mimbariyah
(2:195). Allahu a’lam Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan
Pembina Konsultasi Syariah)
A

Ada Iklan Masjid Agung Tasikmalaya Dijual di Situs Belanja Online: ‘Ini Pelecehan!’

iklan-masjid-agung-tasikmalaya-dok-asep-juharyono-sindo-tv-jpeg-image_.jpg.

TASIKMALAYA – Munculnya iklan penjualan Masjid Agung Tasikmalaya, Jawa Barat, di salah situs belanja
online menggemparkan warga Tasikmalaya. Tercantum, Masjid Agung Tasikmalaya dijual dengan
harga Rp50 juta. Belum diketahui pasti maksud pelaku
mengunggah iklan tersebut. Iklan diunggah oleh
seseorang bernama Widya di situs tokobagus.com
pada 17 Februari 2013 dengan nomor 17183122. Beredarnya iklan tersebut mengundang kecaman dari
warga dan pejabat setempat. Euis, salah seorang
warga Tasikmalaya, mengungkapkan, iklan tersebut
merupakan bentuk pelecehan. Masjid merupakan
rumah ibadah umat Islam dan tidak bisa
diperjualbelikan. Euis meminta polisi segera mencari dan menghukum pelaku. Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, Selasa
(27/2/2013), mengaku kaget dengan iklan tersebut.
Dia mendesak polisi segera mengusut tuntas kasus ini.
Budi juga meminta masyarakat dan tokoh agama
menahan diri. Sementara itu, Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Iwan
Imam Susilo, menegaskan, pihaknya masih
menangani kasus ini. Dia meminta masyarakat tidak
terprovokasi dan tetap tenang. Ditambahkannya, polisi
sudah membentuk tim khusus untuk mengungkap
kasus ini.

Sumber: okezone (salam-online)

Misteri Tahanan Agen Mossad Terkuak

Misteri Tahanan Agen Mossad Terkuak.

Rezim Israel mengaku bahwa mereka diam-diam
memenjarakan seorang ‘agen Mossad’ warga
Australia yang kemudian ditemukan gantung diri di
sel isolasi selama dua tahun lalu. Tel Aviv terpaksa mengakui pada Rabu (13/2)
bahwa pria, yang dikenal sebagai ‘X Prisoner,’ telah
dipenjara di bawah identitas palsu “untuk alasan
keamanan” setelah media Australia mengungkap
rahasia meskipun upaya Israel untuk menutupinya. Zygier ditahan tanpa kontak dari luar, tak boleh
bergaul dengan tahanan lain dan tak boleh
menerima kunjungan. Pada 2010, kisah tentang
dirinya sempat muncul dalam laman berita Ynet
Israel. Namun tak lama kemudian, berita tentang dia
lenyap. Sebuah laporan lain pada Desember 2010 juga memberitakan Zygier tewas di selnya. Namun
berita itu juga telah dihapus. Pengadilan
memerintahkan intelejen dalam negeri Israel untuk
melarang setiap laporan tentang Zygier karena
alasan keamanan nasional. Suratkabar Kuwait, Al-Jarida, mengutip “sumber
Barat” mengatakan, Ben Zygier adalah bagian dari
kru dinas rahasia Israel, Mossad, yang
bertanggungjawab dalam pembunuhan Mahmoud
al-Mabhouh, pejabat Hamas di Dubai, Qatar, tiga
tahun lalu. Zygier adalah pria berdarah Yahudi- Australia yang ditahan di penjara Israel dan
kemudian meninggal. Fairfax Media, yang dimiliki oleh Sydney Morning
Herald, mengutip pejabat keamanan Australia yang
mengatakan bahwa Zygier, yang semula hanya
disebut “Tahanan X”, sudah diambang rencananya
untuk membocorkan informasi operasi rahasia
Israel terkait pembunuhan al-Mahbhouh. ABC News di Australia, Selasa lalu mengatakan,
Zygier direkrut oleh Mossad sekitar 10 tahun yang
lalu. Dia sudah berumur 34 tahun, sudah menikah
dan memiliki dua anak pada saat kematiannya di
penjara, dua tahun lalu. Israel juga mengakui bahwa
saat di tahanan Zygier diberi identitas palsu untuk “alasan keamanan”. Menurut Al-Jarida, Zygier menghubungi Pemerintah
Dubai setelah Mabhouh ditemukan tewas, 20 Januari
2010 lalu. Dia dilaporkan akan menawarkan
informasi soal operasi pembunuhan itu. Sebagai
balasannya, ia akan mendapatkan perlindungan
dari Pemerintah Dubai. Seorang pejabat keamanan Australia kepada
Fairfax Media mengatakan, “(Zygier) mungkin sudah
hendak meniup “peluit”, tapi dia tidak pernah
mendapat kesempatan itu.” Mahbhouh, yang memiliki nama lengkap Mahmoud
Abdel Rauf al-Mabhouh, adalah komandan militer
senior Hamas dan salah satu pendiri Izz ad-Din al-
Qassam, afiliasi militer Hamas. Polisi di Uni Emirat
Arab yakin pembunuhan ini dilakukan oleh Mossad. Haretz.com, salah satu media Israel, mengisahkan
saat-saat terakhir sebelum kematian Mabhouh.
Pada 19 Januari, sekitar pukul 9 pagi, Mahbhouh
menggunakan maskapai Emirates EK 912 dari
Damaskus, Suriah, menuju Dubai. Ia mendarat pukul
2:30 pm. Ia mencapai hotel terdekat, al-Bustan Rotana, dengan taksi.

(prtv/tmp/sbl)

Misteri Tahanan Agen Mossad Terkuak

Misteri Tahanan Agen Mossad Terkuak.

Rezim Israel mengaku bahwa mereka diam-diam
memenjarakan seorang ‘agen Mossad’ warga
Australia yang kemudian ditemukan gantung diri di
sel isolasi selama dua tahun lalu. Tel Aviv terpaksa mengakui pada Rabu (13/2)
bahwa pria, yang dikenal sebagai ‘X Prisoner,’ telah
dipenjara di bawah identitas palsu “untuk alasan
keamanan” setelah media Australia mengungkap
rahasia meskipun upaya Israel untuk menutupinya. Zygier ditahan tanpa kontak dari luar, tak boleh
bergaul dengan tahanan lain dan tak boleh
menerima kunjungan. Pada 2010, kisah tentang
dirinya sempat muncul dalam laman berita Ynet
Israel. Namun tak lama kemudian, berita tentang dia
lenyap. Sebuah laporan lain pada Desember 2010 juga memberitakan Zygier tewas di selnya. Namun
berita itu juga telah dihapus. Pengadilan
memerintahkan intelejen dalam negeri Israel untuk
melarang setiap laporan tentang Zygier karena
alasan keamanan nasional. Suratkabar Kuwait, Al-Jarida, mengutip “sumber
Barat” mengatakan, Ben Zygier adalah bagian dari
kru dinas rahasia Israel, Mossad, yang
bertanggungjawab dalam pembunuhan Mahmoud
al-Mabhouh, pejabat Hamas di Dubai, Qatar, tiga
tahun lalu. Zygier adalah pria berdarah Yahudi- Australia yang ditahan di penjara Israel dan
kemudian meninggal. Fairfax Media, yang dimiliki oleh Sydney Morning
Herald, mengutip pejabat keamanan Australia yang
mengatakan bahwa Zygier, yang semula hanya
disebut “Tahanan X”, sudah diambang rencananya
untuk membocorkan informasi operasi rahasia
Israel terkait pembunuhan al-Mahbhouh. ABC News di Australia, Selasa lalu mengatakan,
Zygier direkrut oleh Mossad sekitar 10 tahun yang
lalu. Dia sudah berumur 34 tahun, sudah menikah
dan memiliki dua anak pada saat kematiannya di
penjara, dua tahun lalu. Israel juga mengakui bahwa
saat di tahanan Zygier diberi identitas palsu untuk “alasan keamanan”. Menurut Al-Jarida, Zygier menghubungi Pemerintah
Dubai setelah Mabhouh ditemukan tewas, 20 Januari
2010 lalu. Dia dilaporkan akan menawarkan
informasi soal operasi pembunuhan itu. Sebagai
balasannya, ia akan mendapatkan perlindungan
dari Pemerintah Dubai. Seorang pejabat keamanan Australia kepada
Fairfax Media mengatakan, “(Zygier) mungkin sudah
hendak meniup “peluit”, tapi dia tidak pernah
mendapat kesempatan itu.” Mahbhouh, yang memiliki nama lengkap Mahmoud
Abdel Rauf al-Mabhouh, adalah komandan militer
senior Hamas dan salah satu pendiri Izz ad-Din al-
Qassam, afiliasi militer Hamas. Polisi di Uni Emirat
Arab yakin pembunuhan ini dilakukan oleh Mossad. Haretz.com, salah satu media Israel, mengisahkan
saat-saat terakhir sebelum kematian Mabhouh.
Pada 19 Januari, sekitar pukul 9 pagi, Mahbhouh
menggunakan maskapai Emirates EK 912 dari
Damaskus, Suriah, menuju Dubai. Ia mendarat pukul
2:30 pm. Ia mencapai hotel terdekat, al-Bustan Rotana, dengan taksi.

(prtv/tmp/sbl)

Di Mata Internasional, Palestina Belum Termasuk “Manusia”

Di Mata Internasional, Palestina Belum Termasuk “Manusia”.

Ayat satu dalam Deklarasi HAM Universal jelas
mengatakan: “Setiap manusia dilahirkan
dalam keadaan bebas dan sama dalam
martabat dan hak.” Namun, tidak mengatakan
‘kecuali bagi warga Palestina.’ Meski demikian kami, 11 juta warga Palestina, sangat
mengetahui bahwa kami merupakan pengecualian
dalam aturan tersebut. Baik kami adalah suku “Arab
di Israel”, “Arab yang dijajah teroris,” maupun
Arab diasporik, kami tidak dapat memiliki hak
“setiap manusia.” Yang lain memiliki hak untuk hidup, bekerja, keamanan, kesehatan, pergerakan,
demokrasi, pendidikan, listrik, air, obat-obatan,
makanan, cinta dan pernikahan. Kami tidak. Segala upaya untuk memahami dasar dari
pelanggaran-pelanggaran HAM yang jelas ini – yang
oleh Jimmy Carter, Desmond Tutu, John Dugard dan
lainnya disebut sebagai apartheid – berhadapan
dengan tuduhan anti-Semitisme, sebuah senjata yang
digunakan untuk membungkam suara-suara penyeru keadilan di Timur Tengah. Ambillah contoh tuduhan-
tuduhan yang dilemparkan kepada penyelenggara
acara Boikot, Pencabutan dan Hukuman (BDS) pada
universitas Brooklyn College. Tentu saja tidak ada satu
orang presiden Amerika pun yang mau menerima
tuduhan semacam itu. Seperti ditulis Ben White: “Penyalahgunaan tuduhan
anti Semitisme untuk secara sistematis menutupi
pelanggaran-pelanggaran HAM dan mengalahkan
para aktivis, yang bagi banyak orang melelahkan dan
mudah dilacak, masih menjadi taktik favorit.” Pidato Presiden AS Barack Obama yang dijadwalkan
bulan depan di Ramallah dan Tel Aviv tidak akan
menyinggung permasalahan Palestina. Apakah
penyebab konflik di Palestina kalau bukan
pengembalian hak para pengungsi Palestina di dalam
dan di luar Palestina? Adakah sedikit kemungkinan “perdamaian” di Timur Tengah tanpa menjawab
pertanyaan tadi? Jika, beberapa pemimpin Israel
mengklaim, ada cara untuk mendapatkan ‘solusi
yang adil’ yang tidak mengikutsertakan
pengembalian hak Palestina, apakah menjamin
sebuah perdamaian menyeluruh yang adil? Inilah yang secara tepat mendefinisikan apa itu Israel
negara Yahudi. Pengabaian sekitar 6 juta pengungsi
Palestina yang tersebar di seluruh dunia adalah hasil
dari proses pembersihan etnis yang mendampingi
pendirian Israel. Menurut rumus ini, warga Palestina hanyalah mereka
yang tinggal di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Obama juga tidak akan menyinggung permasalahan
hak-hak sipil dari 1.2 juta warga Palestina yang tinggal
di negara bagian Israel. Satu hal yang tidak akan ia
lupa untuk sampaikan: “AS berkomitmen menjaga
keamanan negara bagian Israel!”

(DS/Haidar Eid – Al-Akhbar)

Konglomerat Arab Akan Gelontorkan Dana 100 Juta Euro untuk Klub AS Roma

Konglomerat Arab Akan Gelontorkan Dana 100 Juta Euro untuk Klub AS Roma.

Roma (SI ONLINE) – Seorang konglomerat Arab, Sheikh Adnan Adel Aref al Qaddumi al Shtewi, hampir dipastikan akan menggelontorkan dananya sekitar 100 juta euro atau sekitar 1,3 triliun rupiah untuk investasinya di klub AS Roma. I Giallorossi mengumumkan sudah ada kesepakatan awal dengan Adnan Adel untuk berinvestasi di klub asal ibukota Italia itu. Rencana investasi dari konglomerat Timur Tengah itu sudah tercium oleh beberapa media Italia. Namun saat itu belum diketahui siapa sosok yang berencana menyuntikan modal untuk Roma. Roma akhirnya memberikan pernyataan resmi di website mereka pada Kamis (21/2/2013) malam waktu Italia. Roma menyatakan sudah ada kesepakatan awal dengan Adnan Adel untuk masuk ke klub secara langsung atau tidak langsung. Sheikh Adnan Adel Aref al Qaddumi al Shtewi berasal dari Qatar, namun lahir di Yordania. Ia sudah menetap di Italia selama 25 tahun dan saat ini tinggal di Perugia. Sheikh Adnan Adel Aref al Qaddumi al Shtewi memiliki dua perusahaan minyak di Italia dan Kanada. Kemungkinan besar Adnan Adel akan melakukan investasi sampai 100 juta euro di Roma, khususnya untuk pembangunan stadion baru. Masuknya Adnan Adel menjadi investor AS Roma kian menambah jumlah konglomerat Arab yang memiliki klub
bola. Sebelumnya, salah seorang pangeran Arab Saudi, Faisal bin Fahd bin Abdullah Al Saud, dikabarkan membeli saham klub Liverpool. Konglomerat Arab lainnya, Sulaiman Al-Fahim, asal Uni Emirat Arab telah memiliki klub Portsmouth. Al-Fahim menjadi konglomerat UEA kedua yang menjadi pemilik klub di Liga Primer setelah Sheikh Mansour bin Zayed Al-Nahyan pada tahun sebelumnya memiliki Manchester City. Al-Fahim menggantikan posisi Alexandre Gaydamak asal Rusia yang telah bercokol di Fratton Park sejak 2006.