Freemasonry Indonesia Masih Eksis?

zulkinofr

Assalamu’alaykum warahmatullahi
wabarakatuh,
Pak Rizki, waktu zaman Hindia
Belanda, sejumlah loji Freemasonry
Hindia Belanda tumbuh dan berdiri
di beberapa kota besar dan kecil di
Nusantara. Pada tahun 1962,
Presiden Soekarno melarang dan
membubarkan organisasi itu.
Namun kata teman saya, di masa
reformasi ini Freemasonry masih
eksis di Indonesia. Benarkah itu?
Mohon pencerahannya. Syukron
Pak.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Wa’alaykumusalam warahmatullahi
wabarakatuh,
Bung Faisal yang senantiasa
dirahmati Allah SWT, mengalirnya
orang-orang Yahudi ke Nusantara
bersamaan waktunya dengan
kedatangan bangsa-bangsa Eropa
ke tanah kita yang kaya raya ini.
Mereka datang secara
bergelombang dan kemudian
mendirikan Freemasonry
( Vrijmetselaaren ), di mana banyak
Gubernur Jenderal VOC menjadi
tokohnya. Loji-loji Freemasonry
berdiri dari Kutaraja-Aceh sampai
Makassar-Sulawesi Selatan.
Di tahun 1945-1950an, loji-loji
Freemasonry oleh kaum pribumi
disebut pula sebagai “Rumah
Setan” disebabkan ritual kaum
Freemason selalu melakukan
pemanggilan arwah orang mati.
Lama-kelamaan hal ini mengusik
istana, sehingga pada Maret 1950,
Presiden Soekarno memanggil
tokoh-tokoh Freemasonry Tertinggi
Hindia Belanda yang berada di Loji
Adhucstat (sekarang Gedung
Bappenas-Menteng) untuk
mengklarifikasi hal tersebut. Di
depan Soekarno, tokoh-tokoh
Freemasonry ini mengelak dan
menyatakan jika istilah “Setan”
mungkin berasal dari pengucapan
kaum pribumi terhadap “Sin
Jan” (Saint Jean) yang merupakan
salah satu tokoh suci kaym
Freemasonry. Walau mereka
berkelit, namun Soekarno tidak
percaya begitu saja.
Akhirnya, Februari 1961, lewat
Lembaran Negara nomor 18/1961,
Presiden Soekarno membubarkan
dan melarang keberadaan
Freemasonry di Indonesia.
Lembaran Negara ini kemudian
dikuatkan oleh Keppres Nomor 264
tahun 1962 yang membubarkan dan
melarang Freemasonry dan segala
“derivat”nya seperti Rosikrusian,
Moral Re-armament, Lions Club,
Rotary Blub, dan Baha’isme. Sejak
itu, loji-loji mereka disita oleh
negara.
Namun 38 tahun kemudian,
Presiden Abdurrahman Wahid
mencabut Keppres nomor 264/1962
tersebut dengan mengeluarkan
Keppres nomor 69 tahun 2000
tanggal 23 Mei 2000. Sejak itulah,
keberadaan kelompok-kelompok
Yahudi seperti Organisasi Liga
Demokrasi, Rotary Club, Divine Life
Society, Vrijmetselaren-Loge (Loge
Agung Indonesia) aau Freemasonry
Indonesia, Moral Rearmament
Movement, Ancient Mystical
Organization Of Rosi Crucians
(AMORC) dan Organisasi Baha’i
menjadi resmi dan sah kembali di
Indonesia.
Tindakan Abdurrahman Wahid yang
memang dikenal sebagai pelayan
kepentingan Zionis di Indonesia
jelas-jelas menusuk umat Islam
Indonesia. Gereja Vatikan saja
sudah lama mengharamkan
anggotanya untuk menjadi anggota
organisasi-organisasi ini dan
menyatakan jika ada anggota Gereja
Vatikan yang masuk menjadi angota
maka dia dianggap telah keluar dari
Kekristenan. Berbagai Papal
Condemnation dikeluarkan untuk hal
ini, salah satunya Humanus Genus
yang dikeluarkan Paus Leo XIII di
tahun 1884.
Sungguh ironis, Keppres no
69/2000 tersebut sampai sekarang
masih saja berlaku dan belum
dicabut. Para wakil rakyat di era
reformasi ternyata sangat jahil
terhadap masalah-masalah ini
sehingga tidak perduli dengan hal-
hal yang prinsipil dan merusak
akidah Islam, walau banyak dari
wakil rakyat kita yang mengaku
sebagai pejuang Islam. Salah satu
tragedi bangsa ini adalah ketika
diserahkannya pengelolaan migas
Blok Cepu kepada Exxon Mobile,
salah satu perusahaan yang
terkenal sebagai donatur Zionisme.
Tindakan gila ini malah mendapat
dukungan dari parpol Islam. Hanya
ada dua alasan untuk hal ini:
Mereka jahil atau kepentingan
duniawi telah mengalahkan
kepentingan dakwah itu sendiri.
Naudzubillah min dzalik!
Sepanjang Keppres nomor 69 tahun
2000 masih berlaku, maka
sepanjang itulah organisasi-
organisasi Zionis-Yahudi sah dan
legal keberadaannya di bumi
Indonesia. Kita sedih, memang.
Namun itulah kenyataan yang ada
di depan mata. Dan sekarang pun
mereka bersiap siap menyongsong
penguasaan Negara ini secara utuh
lewat pesta demokrasi yang telah
mereka siapkan jauh jauh hari.
Astaghfirullah al-Adziem!
Wassalamu’alaykum warahmatullahi
wabarakatuh

era muslim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s