Terjemah Lengkap Video Pembelaan Penduduk Al Aqsha untuk Daulah Islam Iraq dan Syam

zulkinofr

Sebelumnya,
pada Selasa (11/2/2014),
tersebar di dunia maya sebuah
video berjudul “Nusrah al
Maqdisiyyah li Daulah Islam” atau
“Pembelaan Penduduk Baitul
Maqdis/ Al Aqsha untuk Daulah
Islam Iraq dan Syam”.
Berdurasi 7 menit 23 detik,
menampilkan 10 orang Mujahid
dengan bersenjata lengkap dari
senapan serbu hingga roket RPG,
dan salah satu di antara mereka
menjadi Juru Bicara.
Mereka ternyata adalah kelompok
Mujahidin Mesir dan Palestina
yang paling terdepan dalam
membela kaum muslimin yang
tertindas oleh tangan besi Fir’aun
as Sisi. Siapa lagi kalau bukan
Mujahidin Jama’ah Anshar Baitul
Maqdis.
Dalam video tersebut, mereka
mengikrarkan sumpah setia,
untuk selalu mendukung Daulah
Islam Iraq dan Syam, dan
menyatakan keberlepasan diri
pada orang-orang yang
memusuhinya dan Syari’at Allah,
sebagai bentuk realisasi al Wala’
wal Baro’.
Berikut ini terjemah lengkap
video tersebut.
[divider]
Nusrah al Maqdisiyyah li Daulah
Islam
Segala puji bagi Allah yang telah
mengganti tirai kegelapan dengan
tauhid. Shalawat serta salam
untuk sosok yang telah diutus
dengan pedang, bukan dengan
pena, dan untuk orang-orang
yang tersinari cahaya kebenaran
sehingga dapat berkontribusi
melebarkan jalan bagi Daulah
Islam untuk mencapai kejayaan
dan kegemilangannya di Irak dan
Syam. Dengan pengorbanan
darah mereka, panji dan bendera
tauhid pun dapat berkibar.
Allah subhanau wa ta’ala
berfirman, “(Akan tetapi) jika
mereka meminta pertolongan
kepadamu dalam (urusan
pembelaan) agama, maka kamu
wajib memberikan pertolongan.”
(Al-Anfaal: 72)
Allah juga berfirman,
“Sesungguhnya (agama Tauhid)
ini adalah agama kamu semua;
agama yang satu dan Aku adalah
Tuhanmu, maka sembahlah Aku.”
(Al-Anbiyaa`: 92)
Sungguh Allah telah menyatukan
orang-orang beriman. Allah
menjadikan kecintaan, loyalitas,
sokongan, dan perlawanan
mereka, serta kebencian mereka
terhadap musuh sebagai jantung
akidah dan syarat keselamatan
tauhid yang menjadi sebuah
keniscayaan.
Ibnu Sahman rahimahullahu
berkata, “Agama tiada lain adalah
persoalan kecintaan, kebencian,
loyalitas, dan juga berlepas diri
dari setiap orang sesat dan
berdosa.”
Berdasarkan prinsip-prinsip
absolut yang diajarkan agama
kita, melalui pertolongan Allah,
maka kami para pengusung
tauhid yang ada dalam naungan
Mujahidin Anshar Baitul Maqdis
ingin menyampaikan pernyataan :
Sejak padamnya cahaya dan
runtuhnya mercusuar
Kekhalifahan Islam, umat tauhid
telah terperosok jauh ke dalam
kenistaan, sembari terus berharap
agar mendapat kembali
kemuliaannya yang telah berlalu.
Namun saat ini, cahaya kemuliaan
itu lambat laun menyeruak
kembali di bumi Iraq sampai ke
Syam (Suriah). Maka mulailah
kaum Muslimin berbondong-
bondong untuk berjalan meniti
lajur kekhalifahan dan berada di
dekat para pengusungnya,
sehingga membuat konstelasi
kekafiran internasional pun
terguncang.
Mereka terpaksa memobilisasi
kekuatan mereka; mulai dari
Timur dan Barat, menghimpun
budak-budak mereka di negara-
negara Timur-Tengah, terutama
negara yang sejatinya memerangi
Islam dan kaum Muslimin, serta
menjadi pengayom bangsa
Yahudi dan Nasrani, yaitu anak-
cucu Abdullah bin Ubay bin Salul
(baca: Iran).
Semoga Allah melaknat mereka
dan keturunan mereka
selanjutnya.
Mereka diperbantukan kelompok-
kelompok bentukan mereka, yang
menjadi pendukung utama
mereka dalam memerangi Daulah
Islam Iraq dan Syam (ISIS).
Mereka juga berlindung di balik
media-media bayaran yang
melakukan falsifikasi (pemalsuan)
fakta, menyebarluaskan
kebohongan, serta
menyembunyikan kemuliaan dan
keluhuran yang dimiliki Daulah
Islam.
Padahal, alangkah mulianya
engkau, wahai Daulah Islam yang
teraniaya! Daulah Islam yang
menjadi secercah harapan,
mutiara zaman, tempat lahir para
syahid, dan matriks (kumpulan)
para pencari syahid!
Sungguh engkau telah menolong
orang-orang lemah dan kesulitan
di saat para pengklaim ilmu
justru undur diri. Sungguh
engkau telah membela Nabi
Muhammad Saw, sebaik-baiknya
nabi. Engkau telah membebaskan
para tawanan melalui
pertempuran dan pengorbanan
darah.
Di bawah sumpah setia (baiat),
engkau telah menyatukan
golongan Muhajirin dari berbagai
negara, dengan golongan Anshar
yang menyambut dengan tangan
terbuka. Sungguh kalian telah
mengingatkan kita kepada
generasi pertama dari para
sahabat Rasul dan menjadi
pasukan siap berkorban.
Wahai Daulah Islam, engkau juga
telah mengembalikan kilauan
cahaya tauhid ke dalam jiwa
setiap manusia, setelah sekian
lama padam.
Wahai Mujahidin Daulah Islam,
sesungguhnya saudara-saudara
kalian di Mujahidin Anshar Baitul
Maqdis juga dapat merasakan
penderitaan kalian. Keteguhan
mereka pun semakin kokoh
dengan menguatnya keteguhan
kalian.
Sedikitnya jumlah penolong
jangan sampai membuat kalian
bersedih hati, selama kalian
masih berpegang teguh dengan
agama Allah. Jangan sampai
kalian gundah dikarenakan
banyaknya orang yang enggan
untuk mendukung kalian.
Cukuplah bagi kalian sekelompok
kecil tentara Allah, namun sangat
tulus berjuang. Ketahuilah,
sesungguhnya Allah tidak akan
membiarkan pasukan Shahawat
mendapatkan celah untuk
menghancurkan kalian.
Meski kalian telah memiliki
pasukan di Syam dan Iraq, namun
Mujahidin Anshar Baitul Maqdis
juga siap menyokong kalian
dengan mengirimkan banyak
‘singa predator’ yang sigap
membantu jika kalian memang
memohon bantuan. Mereka siap
untuk membantu, jika kalian
memang membutuhkan.
Jika kelak dipanggil, pedang
mereka tidak akan pernah
pandang bulu. Mereka akan
menapaki pesan yang diarahkan
kepada mereka, bersiap-siap
menyandang perlengkapan
mereka, dan mereka akan
bersumpah kepada Allah
sebagaimana sumpah yang
diutarakan pemimpin mereka;
Sang Singa Usamah bin Ladin
yang menegaskan, “Demi Allah,
kami niscaya akan menolong
kalian meski harus merangkak,
atau kami harus merasakan apa
yang dirasakan Hamzah bin
Abdul Muthalib.”
Mereka akan merayakan
serangan-serangan kalian,
mereka akan bersiap-siap untuk
maju jalan bersama kalian.
Sembari memerangi bangsa
Yahudi, mereka tidak akan lalai
untuk memberikan pertolongan
kepada kalian.
Mereka menghayati pernyataan
founding father Daulah Islam dan
juga panglima para pencari
syahid, Abu Mush’ab az
Zarqawiy, “Kami berperang di
Iraq, namun pandangan kami
tertuju ke Baitul Maqdis.”
Maka segeralah berjalan dan
terjun dalam perjuangan. Semua
barisan harus bersatu
(konvergen) dan memiliki hasrat
untuk selalu bersama.
Kami memenuhi panggilan kalian,
wahai orang-orang berhidung
mancung!
Kami memenuhi panggilan kalian,
wahai para pemburu syahid!
Kami memenuhi panggilan kalian,
wahai legiun dan pasukan elit!
Kami memenuhi panggilanmu,
wahai pemimpin kami, Abu Bakar
al Baghdadi al Husaini al Qurosyi.
Rabbmu akan selalu meneguhkan
dan menolongmu. Semoga Allah
juga menolong kita untuk tetap
setia.
Sesungguhnya kami telah
menunaikan baiat kami untuk
Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi
Kami mengharap Allah ridha atas
perbuatan terpuji ini
Kami menyerukan para mujahid
untuk hal ini
Di kebun hijau tempat pasukan
kami berdiri
Wahai saudara-saudara kami di
Syam, sesungguhnya saudara-
saudara kalian di Daulah Islam
tengah berjibaku dalam
pertempuran umat demi
kemuliaan kalian dan keluhuran
agama kalian. Sesungguhnya
Allah akan menjaga kalian dan
melindungi negeri kalian.
Berikanlah bantuan kalian dalam
pertempuran tersebut dan
bukalah pintu-pintu rumah kalian
untuk para mujahid.
Wahai ksatria-ksatria jihad di
medan-medan jihad Islam yang
terbentang luas. Persilakanlah
saudara-saudara kalian. Siapkan
perlengkapan jihad kalian.
Tolonglah mereka dengan lisan
dan anak panah, dengan bantuan
logistik dan pernyataan tegas.
Hayatilah sabda Nabi Muhammad
dalam hadits yang diriwayatkan
Jabir bin Abdullah dan Abu
Thalhah bin Sahl al Anshari:
“Tidaklah seseorang
menelantarkan seorang mukmin
pada suatu tempat yang
kehormatannya terampas dan
harga dirinya terlecehkan,
melainkan Allah akan
menelantarkannya pada suatu
tempat dimana dia sangat
mengharapkan pertolongan-Nya.
Dan tidaklah seseorang
menolong seorang muslim yang
berada pada suatu tempat yang
kehormatannya terampas dan
harga dirinya terlecehkan di
dalamnya, melainkan Allah akan
menolongnya pada suatu tempat
dimana dia sangat mengharapkan
pertolongan-Nya.” (HR. Abu
Dawud, no. 4484, Penerj.)
Sementara kalian, wahai kaum
Salibis dan orang-orang yang
berjalan bersama kalian dari
kalangan thaghut di negeri-negeri
Arab, Barat, kaum Syiah Rafidhah,
dan kaum Musyrikin, terimalah
kabar gembira tentang kekalahan
yang memalukan. Pasalnya kalian
memerangi anak-cucu
Muhammad Saw, yang belajar di
madrasah-madrasah al Barra`,
Thalhah, al Mutsanna, az Zubair.
Tengok kembali lembaran-
lembaran yang akan
menceritakan episode-episode
kemuliaan dan kebanggaan.
Ya Allah, kami telah bersaksi
kepadamu, bahwa sesungguhnya
kami akan setia kepada Daulah
Islam Iraq dan Syam (ISIS), dan
kepada tokoh-tokohnya.
Semoga Allah meneguhkan
mereka untuk konsisten menapaki
agamaMu. Kami juga akan
berlepas diri dari orang-orang
yang memusuhi mereka dan
memusuhi syariatMu. Kami akan
menjauh dari orang-orang yang
menistakan mereka dan kami
tidak akan memberikan bantuan
kepada mereka (yang memusuhi
ISIS, Penerj .).
Kami memohon Allah agar
menyatukan barisan mereka dan
menghimpun kekuatan mereka,
serta merealisasikan mimpi
mereka dengan melenyapkan
batas-batas (geografis) dan
mengokohkan Daulah Islam.
Allah Maha Kuasa atas
urusanNya, namun kebanyak
manusia tidak mengetahuinya.
Shalawat, salam, serta
keberkahan semoga senantiasa
tercurahkan bagi Nabi
Muhammad shollallahu ‘alaihi
wasallam, para kerabat keluarga,
dan sahabat beliau seluruhnya.
Akhirnya, segala puji bagi Allah;
Rabb Semesta Alam.
Alih Bahasa : Ganna Pryadha
Editor : Arkan al Fadhil
Shoutussalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s