Pengalaman Nyata Kehidupan Seorang Yahudi Amerika di Negara Rasialis- Marxis Israel

Penulis Jack Bernstein, seorang Yahudi Jujur dan berani, beberapa tahu lalu dibunuh oleh MOSSAD Israel
Pernyataan paling keras tanpa bukti Gould’s berisi menyalahkan alat uji IQ untuk memperbesar jumlah mereka yang hilang dalam kejadian Holocaust (p. 263). Di sini dia mengiukuti jejak Leon Kamin’s (1974) IQ dalam Politik dan Sains. Pernyataan Kamin- Gould bahwa alat uji IQ awal yang diklaim dalam penelitiannya TELAH membuktikan bahwa Yahudi sebagai sebuah kelompok nilainya rendah dalam TEST dan bahwa penemuan ini kemudian conveniently digunakan untuk mendukung bagian yang bersifat membatasi dalam Immigration Act of
1924 yang kemudian diterapkan sebagai kebijaksanaan untuk menolak masuknya pengungsi Yahudi yang malang ke wilayah Israel dalam tahun 1930-an. Gould seterusnya mengklaim (1996, pp. 195-198; 255-258) bahwa Henry H. Goddard tahun 1917) dan Carl C. Brigham (tahun 1923) memberikan label kepada 4/5 orang-orang imigran Yahudi sebagai “lemah pikiran – feeble-minded … pandir – morons”. Jack menuliskan penuturan ini pada tahun 1989. Mungkin sekarang ini kita cukup ketakutan untuk memperhatikan dan mengalami kesulitan untuk membedakan yang diperlukan untuk meletakkan peradaban dalam timbangan.–DE Sebelum Israel menjadi sebuah negara pada tahun 1948, benak orang-orang Yahudi di seluruh dunia dipenuhi dengan propaganda Zionis bahwa Israel akan menjadi sebuah tanah tumpah darah untuk semua orang Yahudi, sebuah tempat pengungsian bagi orang-orang Yahudi yang teraniaya, dan sebuah negara yang benar-benar demokratis, serta dalam rangka pemenuhan nubuwatan Bibel. Saya seorang Yahudi Ashkenazi yang menghabiskan waktu selama 25 tahun di Amerika Serikat, negeri yang memberikan kebebasan kepada semua orang Yahudi dan kesempatan untuk makmur – dan orang- orang Yahudi berhasil peroleh kemakmuran, ke tujuan tersebut sebuah segmen penduduk dari orang-orang Yahudi (Zionis) telah mencapai sebuah posisi yang mendominasi politik dan ekonomi Amerika Serikat. Untuk memahami sepenuhnya ceritera yang akan saya paparkan, adalah penting untuk memahami apa sebenarnya Zionisme itu. Propaganda Zionis telah mengarahkan orang- orang Amerika untuk meyakini bahwa Zionisme dan Judaisme adalah satu dan sama dan keduanya bersifat religius secara alami. INI MERUPAKAN KEBOHONGAN YANG MENCOLOK. Judaisme adalah agama; tapi Zionisme adalah sebuah pergerakan politik yang dimulai terutama oleh orang Yahudi Eropa Timur (Ashkenazi) yang selama beberapa abad telah menjadi kekuatan utama di belakang komunismedan sosialisme . Tujuan akhir dari Zionis adalah Sebuah Pemerintahan Dunia di bawah kontrol Zionis dan bankir Yahudi Internasional yang berorientasi Zionis. Komunisme dan sosialisme semata-mata hanyalah alat dalam membantu pencapaian tujuan-tujuan mereka. SAYA SALAH SEORANG KORBAN PROPAGANDA ZIONIS Setelah Perang tahun 1967, kami, Yahudi dipenuhi dengan rasa bangga bahwa “tanah air kami” telah menjadi sangat kuat dan berhasil. Kemudian, kami juga dipenuhi dengan propaganda salah bahwa orang- orang Yahudi di Amerika dianiaya. Jadi antara tahun 1967 dan 1970, kira-kira 50,000 orang Yahudi Amerika terjatuh ke dalam propaganda Zionis ini dan berimigrasi ke Israel. Saya merupakan salah seorang dari mereka yang tolol itu. Setelah dipenuhi dengan semua propaganda palsu Zionis ini, Saya merasa akan mempunyai kesempatan lebih baik untuk berhasil di negara baru Yahudi. Disana ada juga bujukan tambahan – semangat dan tantangan sebagai pelopor serta membantu orang-orang Yahudi sejawat. DUA KEWARGANEGARAAN Dengan meninggalkan Amerika Serikat, dalam diri Saya tidak terjadi konflik emosional, karena Saya masih dapat mempertahankan kewarganegaraan Amerika Serikat dan dapat kembali ke Amerika Serikat setiap saat. Anda lihat, orang-orang Yahudi diizinkan untuk memegang dua kewarganegaraan Israel dengan beberapa negara – salah satunya adalah Amerika Serikat. Pemerintah Amerika Serikat mengizinkan orang Yahudi untuk memegang dua kewarganegaraan Amerika Serikat dan Israel. Orang Jerman dan Amerika tidak dapat menjadi warganegara dari kedua negara sekaligus. Orang-Italia dan Amerika tidak dapat menjadi warganegara dari kedua negara sekaligus Orang Mesir Amerika tidak dapat menjadi warganegara dari kedua negara sekaligus … Tetapi, seorang Yahudi Amerika dapat menjadi warganegara dari kedua negara Israel dan Amerika Serikat. Hal ini merupakan contoh penting dari bentuk kekuasaan Yahudi Zionis yang menguasai pemerintahan Amerika Serikat. SAYA TIBA DI ‘SURGA YAHUDI’ Sebelum meninggalkan Amerika Serikat menuju Israel, seorang teman Yahudi Saya telah mengatur untuk tinggal beberapa hari dengan saudara perempuannya, Fawzia Daboul dan bibinya yang masih bujangan. Setelah tiba di Lord Airport di luar kota Tel Aviv, Saya naik bus ke rumahnya Miss Daboul dan bibinya. Ketika Saya melihat Fawzia, Saya jatuh cinta dalam pandangan pertama. Saya mulai memanggilnya dengan nama “Ziva,” nama Yahudi. Ziva adalah seorang Yahudi Sephardic dari Iraq , yang senasib dengan Saya telah jatuh ke dalam propaganda Zionis dan berimigrasi ke Israel . Dia bekerja sebagai penata rambut. KIBBUTZ Setelah mengunjungi Ziva dan bibinya selama dua hari, Saya pergi ke Kibbutz “Ein Hashofet,” selama enam bulan, salah satu dari 150 komunal terbaik yang beroperasi di Israel. Sejak saat itu banyak hal yang gtelah saya mulai lakukan – terutama di wilayah yang diambil alih dari bangsa Arab Palestina. K ibbutz adalah sebuah komunal pertanian dan bisa juga usaha industri. Adalah penting untuk dipahami bahwa sistem Kibbutz Israel adalah sebuah gagasan Marxis yang di bawa ke Israel oleh orang-orang Yahudi Ashkenazi yang berimigrasi ke Israel terutama yang datang dari Polandia dan Rusia. Orang-orang Yahudi ini merupakan bagian dari kelompok yahudi yang dikenal sebagai Bolshewik. Sebelum tahun 1917, mereka merupakan kekuatan yang meletakkan dasar-dasar Revolusi Bolshewik tahun 1917 di Rusia yang mengawali era komunisme. (Rusia dikenal sebagai USSR – the Union of Soviet Socialist Republics). Sekali lagi Saya ingin menunjukkan, bahkan menegaskan bahwa kelompok Yahudi (Ashkenazi) komunis/sosialis (Bolshewik) yang berimigrasi ke Israel, memperoleh kontrol atas pergerakan Zionis dan telah menguasai pemerintahan Israel sejak awal tahun 1948. Sekarang Mari Kita Kembali ke Kibbutz. Sebelum tahun l967, umumnya aktivitas pekerjaan dalam Kibbutzim dikerjakan oleh orang-orang Yahudi. Tetapi setelah Perang tahun l967, dikerjakan oleh orang-orang Arab yang dibayar dengan upah sangat rendah sekali, dan oleh pekerja sukarela dari luar negeri. Anggota-anggota Kibbutz (semuanya orang Yahudi) berbagi apa saja sama rata. Mereka menerima pembagian pakaian, makanan dan sedikit upah. Semua keuntungan perusahaan disimpan di rekening
Kibbutz untuk dipergunakan di kemudian hari. Setiap Kibbutz berafiliasi dengan salah satu partai berhaluan Marxis Israel yang bertingkat dari yang berfaham sosialis sampai kepada faham komunis garis keras. Kibbutz dimana Saya pernah bergabung bukan berfahamkan komunis garis keras. Namun Saya merasa bahagia ke luar setelah empat bulan bekerja di dalamnya. – dua bulan lebih awal daripada yang direncanakan semula. Selama masa Saya bekerja di Kibbutz, Saya meminang Ziva. Dia merupakan salah satu alasan Saya meninggalkan Kibbutz setelah empat bulan – kemudian kami menikah . PERNIKAHAN KAMI MENCIPTAKAN MASALAH Upacara pernikahan diselenggarakan di Sinagog Sephardic. Upacara sederhana tapi indah. Ziva dan Saya sangat berbahagia, akan
tetapi pernikahan kami menciptakan masalah yang serius. Coba Anda perhatikan, Ziva adalah seorang Yahudi Sephardic dan Saya seorang Yahudi Ashkenazi. Untuk mengerti mengapa kami menghadapii kesulitan, Anda harus mengerti perbedaan antara Yahudi Sephardic dengan Yahudi Ashkenazi. Mesin propaganda Zionis yang sangat kuat mendorong rakyat Amerika untuk mempercayai bahwa seorang Yahudi adalah Seorang Yahudi – sebuah suku bangsa sebagai “manusia pilihan Tuhan” Saya nanti akan menguraikan kebohongan “Manusia Pilihan Tuhan” ini. Pertama, adalah penting untuk Anda untuk memahami bahwa bangsa Yahudi bukan merupakan satu suku bangsa. Di dunia ini terdapat dua kelompok Yahudi yang berbeda dan mereka berasal dari dua wilayah dunia yang berbeda pula. – Yahudi SEPHARDIC berasal dari Timur Tengah, Afrika Utara dan Yahudi ASHKENAZI berasal dari Eropa Timur. Yahudi SEPHARDIC merupakan kelompok tertua dan mereka ini bila masih ada, yaitu orang Yahudi yang digambarkan di dalam kitab Bibel. Mereka mempunyai hubungan darah dengan bangsa Arab – yang membedakan mereka hanyalah agamanya Yahudi ASHKENAZI , yang sekarang meliputi jumlah 90% dari Yahudi di seluruh dunia, awal kemunculannya agak aneh. Menurut para ahli sejarah, banyak diantara mereka Yahudi Ashkenazi, keberadaannya kira-kira 1200 tahun lalu. Dan keberadaan mereka terjadi seperti ini: Di pinggiran Eropa, tinggal suku bangsa yang dikenal sebagai Khazars. Kira-kira dalam tahun 740 A.D., raja bangsa Khazar dan para pembantunya memutuskan untuk mengadopsi sebuah agama untuk rakyatnya. Maka utusan dari ketiga agama utama, Kristen, Islam dan Judaisme, diundang untuk memaparkan doktrin agamanya masing- masing. Bangsa Khazars memilih Judaisme, tetapi bukan untuk alasan keagamaan. Jika bangsa Khazars memilih Islam, mereka akan mengundang kemarahan dunia Kristen. Jika mereka memilih agama Kristen, mereka akan mengundang kemarahan dunia Islam yang kuat pada waktu itu. Jadi mereka bermain selamat – mereka memilih agama Judaisme. Bangsa Khazars memilih Judaisme itu bukan karena alasan keagamaan, tapi karena alasan politik. Pada suatu waktu dalam abad ke- 13 bangsa Khazars diusir keluar dari wilayahnya dan mereka berimigrasi ke arah Barat yang kebanyakan dari mereka berdiam di wilayah Polandia dan Rusia. Bangsa Khazars ini sekarang dikenal dengan sebutan Yahudi Ashkenazi. Karena semata-mata bangsa Khazar memilih agama Judaisme, (Yahudi Ashkenazi) mereka bukan Yahudi yang sebenarnya – SETIDAKNYA TIDAK ADA HUBUNGAN DARAH DENGAN YAHUDI. Sepanjang perjalanan sejarah mereka, Yahudi Polandia dan Rusia ini mempraktekan ajaran komunisme/sosialisme dan bekerja untuk mengupayakan agar cita-citanya dapat diimplementasikan di kedua negara ini. Pada akhir tahun 1800-an, dengan jumlah yang signifikan Yahudi yang berideologi komunis/ sosialis ini ditemukan di J erman, Balkan, dan pada akhirnya di seluruh wilayah Eropa. Karena mereka ikut campurtangan dalam kehidupan sosial dan pemerintah Rusia, mereka menjadi taget penyiksaan oleh Czars. Karena hal ini, orang Yahudi Ashkenazi
yang berorientasikan komunis/sosialis mulai berimigrasi. Sebagian pergi ke Palestina; sebagian yang lainnya ke Amerika Tengah dan Amerika Selatan; dan sejumlah besar dari mereka berimigrasi ke Amerika Serikat. LAHIRNYA POLITIK ZIONISME Pada tahun 1897, Kongres Pertama Zionis diselenggarakan di Basel, Swiss. Pada Kongres ini, diputuskan untuk bekerja ke arah pembentukkan sebuah negara Yahudi dan pencarian sebuah wilayah untuk mulai dibangun negara Yahudi. Inggris Raya menawarkan kepada Zionis wilayah di Afrika. Tawaran ini ditolak oleh Zionis — MEREKA MENGINGINKAN PALESTINA! Pada waktu itu, Palestina didiami oleh setengah juta orang Arab Palestina dan sedikit Yahudi Palestina yang mempunyai hubungan darah, mereka sudah hidup bersama secara damai selama berabad-abad. Dengan Palestina sebagai pilihan untuk sebuah negara Zionis, Yahudi Ashkenazi Eropa mulai melakukan imigrasi ke Palestina. Sebagaimana Saya sudah jelaskan sebelumnya, kebanyakan dari mereka berhaluan komunis/sosialis yang sebagian dari mereka beraliran komunis Bolshewik radikal yang bertujuan untuk mendominasi dunia. Jadi jika Anda mengira Yahudi, khususnya yang mempunyai hubungan darah dengan Israel , ingat bahwa terdapat perbedaan yang besar antara Yahudi Sephardic dan Yahudi Ashkenazi. Mereka bukan masyarakat yang bersatu. Mereka terpecah secara sosial, politik dan terutama sekali ras. Sekarang kembali kepada Ziva, seorang perempuan Yahudi Sephardic, dan Saya seorang Yahudi Ashkenazi, dan kami tinggal di negeri yang disebut sebagai negara demokrasi Israel. YAHUDI SEPHARDIC – SEBAGAI WARGANEGARA KELAS DUA Tiga tahun pertama pernikahan kami, adalah penting untuk kami tinggal bersama bibinya Ziva, Karena kekurangan perumahan yang kritis dan juga karena rasisme. Perumahan dibagikan dengan kebijaksanaan sbb: Yahudi Ashkenazi yang sudah bertahun-tahun tinggal di Israel diberikan prioritas utama.. Prioritas kedua diberikan kepada Yahudi Ashkenazi yang berasal dari Eropa – terutama jika mereka menikah dengan Yahudi Askenazi yang lahir di Israel . Selanjutnya diberikan kepada Yahudi Ashkenazi yang berasal dari Amerika Serikat- terutama kepada mereka yang menikah dengan Yahudi Ashkenazi kelahiran Israel . Kemudian Yahudi Sephardic baru dapat bagian rumah dari sisa di atas. Dan yang paling terakhir dalam daftar adalah
orang Islam, Druze dan Kristen. Kesempatan untuk bekerja mengikuti pola yang sama: Yahudi Ashkenazi memilih pekerjaan, baru kemudian Yahudi Sephardic, seterusnya orang Islam, Druze dan Kristen sebagai pekerja kasar dengan banyak yang menganggur. Meskipun Saya seorang Yahudi Askenazi dari Amerika Serikat, Saya didaftarkan di bagian bawah dalam daftar untuk memperoleh perumahan, karena Saya menikah dengan seorang perempuan Yahudi Sephardic. Penolakan untuk mendapatkan perumahan merupakan pengalaman kedua Saya dalam rasisme keras yang berada di Israel. Sejak dari awal kedatangan Saya di Israel, Saya banyak dicemoohkan. Orang Yahudi Amerika hampir tidak diperhatikan. Karena untuk mempertahankan keberlangsungan hidupnya, Israel harus bergantung atas dana uang yang diberikan oleh para pembayar pajak Amerika, sumbangan-sumbangan berasal dari orang- orang Yahudi Amerika dan penjualan Obligasi Israeli yang tidak berharga, terdapat kecemburuan diantara Elit Yahudi Ashkenazi Isarel terhadap orang-orang Yahudi Amerika. Sekalipun orang-orang Yahudi Amerika juga Ashkenazi. Seringkali Saya dikatakan, “Pulanglah!” dan “Kita hanya ingin uang kamu, bukan diri kamu.” Namun ada segolongan orang Yahudi Amerika yang diterima dan diperlakukan dengan baik – kepada mereka yang membawa kartu tanda pengenal YAHUDI KOMUNIS. Dari sejumlah 50,000 orang Yahudi Amerika seperti Saya, yang telah berimigrasi ke Israel antara tahun l967 dan 1970, kira-kira 20% (10,000) dari jumlah tersebut berorientasikan KOMUNIS dengan sebagian besar dari mereka membawa kartu anggota komunis. Mereka disambut oleh pihak berwenang Israel dan Yahudi Ashkenazi setempat dan diperlakukan dengan baik – perumahan, pekerjaan dan kehidupan sosial. Harus dicatat bahwa Yahudi Ashkenazi di samping yang datang dari Amerika Serikat, sejumlah besar Yahudi komunis dari Chili, Argentina dan Afrika Selatan berimigrasi ke Israel. Dari jumlah 50,000 orang Yahudi Ashkenazi yang berimigrasi waktu itu ke Israel, 80% dari kami pada akhirnya kembali ke Amerika Serikat. Sisanya yang 20% yang tetap tinggal di Israel adalah mereka yang membawa kartu pengenal Komunis atau mereka yang bersimpati kepada Marxisme. TIGA WAJAH ISAREL Dari apa yang telah Saya paparkan kepada Anda sejauh ini, Anda tentunya berpendapat bahwa Israel adalah sebuah negara Marxis (sosialis/komunis). Ini benar adanya. Akan tetapi Israel berwajah tiga: komunisme, fassisme dan demokrasi. Yahudi Ashkenazi yang berimigrasi ke Israel dari Rusia bersamanya dibawa ideologi sosialisme/komunisme dan ideologinya banyak diterapkan dalam praktek kehidupan sehari-hari. Yahudi Ashkenazi yang berimigrasi ke Israel dari Jerman, sementara bersimpati kepada komunisme dan mendukungnya, cenderung menyukai mempraktekan fasisme Nazi- style. Sewaktu Perang Dunia II elit Yahudi Ashkenazi Zionis bekerjasama erat dengan Gestapo Hitler dalam menyikasa Yahudi Jerman kelas bawah dan mengirimkan mereka ke barak-barak konsentrasi. Sekarang mereka tinggal di Israel, para elit Yahudi Zionis, yang mendapatkan pelatihan dengan baik mengenai fasisme Nazi-style dan mendukungnya, telah memaksakan banyak segi-segi fassisme di Israel. Untuk memberikan kesan bahwa Israel adalah sebuah negara demokrasi, anggota kabinet Isarel Knesset (Kongres Israel ) di pilih – namun pemilihannya dilakukan dengan cara yang aneh. Hentikan menyebut negara Israel sebagai negara Demokrasi. Tidak ada bedanya partai mana yang memenagkan pemilu, Likud atau partai buruh, elit Yahudi Zionis memerintah dengan cara diktator – memberikan kesenangan kepada segolongan kecil elit dan secara brutal menindas setiap perbedaan pendapat. Di dalam rencana Zionis/komunis untuk menguasai dunia, Israel berperan untuk terus menggerakkan kekacauan di Timur Tengah. Peperangan merupakan bagian terbesar dari rencana agresi ini, adalah dimaklumi bahwa semenjak awal masa anak-anak, remaja Israel dilatih secara mental dan pisik untuk berperang. Sebagai contoh: Di Israel terdapat kelompok anak muda setara dengan yang dimiliki oleh Hitler. Namanya adalah GADNA ; semua anak sekolah dari tingkat SMP dan SMA diminta untuk berpartisipasi, baik laki-laki maupun perempuan. Seperti Kelompok Pemuda Hitler,
pemuda Israel GADNA berseragam pakaian dril. Mereka dilatih dan mengikuti latihan- latihan para militer. Bahkan dalam perrmainan, pikiran anak- anak muda Israel membayangkan senjata dan perang. Ketika piknik, daripada membawa peralatan baseball atau bola kaki, mereka membawa senjata ringan dan senjata sergap dan latihan menembak serta memainkan permainan perang-perangan militer. Setelah selesai sekolah menengah atas, semua anak laki-laki diminta untuk masuk wajib militer selama tiga tahun dan dua tahun untuk anak perempuan serta empat tahun di angkatan laut atau angkatan udara dan tiga tahun untuk anak perempuan. Orang yahudi yang beragama Ultra-orthodox religious dikecualikan dari kewajiban militer. Setelah selesai dari dinas militer, sejumlah mantan wajib militer bergabung dengan Shin Bet, setara dengan Gestapo Hitler. Seperti Gestapo, mereka melibatkan diri dalam menindas setiap orang yang bertindak atau berbicara bertentangan dengan pemerintah Israel yang dikuasai oleh Zionis Marxis/fasis. Seperti dalam Nazi Jerman, semua orang di Israel diminta untuk membawa kartu identitas yang disebut dengan “Teudat Zenhut” dalam bahasa Ibrani. Suatu hari Saya mengganti jacket dan lupa membawa kartu identitas diri ketika pergi ke pusat kota Tel Aviv. Seorang polisi mendekati Saya dan menanyakan “Teudat Zenhut.” Milik saya. Saya katakan bahwa ketinggalan di baju jacket yang lain. Karena Saya tidak kedapatn membawa kartu
identitas diri, saya kemudian di bawa ke kantor polisi. Di kantor polisi sersan petugas memberitahukan kepada Saya bahwa dengan tidak membawa kartu identitas diri, Saya bisa ditahan selama 16 hari tanpa dibawa diadili hakim. Atas semua kejadian tersebut di atas yang penting bagi petugas seorang letnan polisi adalah menandatangani sebuah “Remand Order.” Saya minta izin untuk menilpon istri dan meminta dia membawakan kartu identitas saya ke kantor polisi. Sersan petugas mengizinkan Saya dan memberi waktu selama dua jam untuk mendapatkan “Teudat Zenhut.” Istri Saya datang membawa kartu identitas saya beberapa menit sebelum waktu yang diberikan berakhir. Jika istri saya terlambat datang, Saya akan dipenjarakan untuk selama 16 hari karena tidak membawa kartu identitas diri. Ini hanyalah merupakan salah satu indikasi bahwa Israel lebih merupakan negara polisi daripada sebuah negara demokrasi. Mengenai Nazisme/fasisme, izinkan Saya untuk menjelaskannya. Orang Jerman adalah mengagumkan – Saya berani mengatakan bahkan hebat. Tetapi di Jerman, pada umumnya rakyat merupakan korban dari Nazi yang mendapatkan kekuasaannya dengan cara-cara yang kejam dan licik. Di Jerman, orang-orang Yahudi biasa merupakan korban elit Zionis yang erat bekerjasama dengan Nazi. Banyak Yahudi Zionis yang di Jerman, bekerjasama dengan Nazi, datang ke Israel dan bergabung dengan Zionis/komunis Yahudi Polandia dan Rusia. Ini
merupakan dua wajah dari komunisme dan fasis Nazi-style yang memrintah Israel. DEMOKRASI hanyalah merupakan ilusi saja. Mengenai hubungan antara elit Yahudi Ashkenazi dengan Nazis, perhatikan kata “Ashkenazi” – perhatikan lagi — “AshkeNAZI,” menarik bukan? Terdapat kerancuan besar mengenai hubungan antara fasisme dengan komunisme. Fasisme adalah sosialisme NASIONAL. Komunisme adalah sosialisme INTERNASTIONAL EKONOMI ISRAEL Secara ekonomi, Israel adalah negara yang bangkrut. Tentu saja bangkrut, hal ini dapat diprediksi karena struktur ekonomi Israel berdasarkan atas sosialisme. Dimanapun sebuah pemerintah sebuah negara dan warganegaranya membelanjakan lebih banyak daripada nilai barang-barang yang diproduksi, hasilnya kebangkrutan ekonomi. Jika tidak karena bantuan dari Amerika, ekonomi Israel ‘s sudah hancur beberapa waktu yang lalu. ISRAEL adalah sebuah “negara kesejahteraan” menurut pengertian kata-kata – Israel negara yang paling banyak menerima kesejahteraan Amerika. Sementara petani-petani Amerika, pengusaha kecil dan para buruh berjuang untuk mempertahankan hidupnya, pemerintah Amerika Serikat yang dikuasai oleh Yahudi Zionis, mengucurkan dompet dan saku celananya yang diperoleh dari pembayar pajak orang Amerika untuk mendukung ekonomi sosialis Israel serta mesin perangnya. Ketika pemerintah Israeli mengetahui, dan para pendukung Zionis tahu, yakin bahwa tekanan Zionis terhadap Amerika, dan bahwa
Amerika akan terus mengirim dana bantuan berupa uang yang banyak, pemerintah Israel dan warganegara pendukungnya membelanjakan uangnya seperti pelaut yang mabok. Praktek-praktek ini menghantarkan kepada inflasi dan pada akhirnya kehancuran
ekonomi Israel. Membandingkan Israel dengan pelaut yang mabok adalah tidak adil untuk para pelaut. Para pelaut membelanjakan uang hasil jerih payahnya sendiri — Israel membelanjakan uangnya yang di dapat dari Amerika. Karena Israel merupakan negara kesejahteraan yang terutama tergantung kepada dana bantuan Amerika untuk tetap bertahan hidup, Ekonomi Israel meluncur jatuh ke bawah. Pada tahun 1962, angka inflasinya adalah 130%. Pada tahun 1983, angkanya mencapai 200%, dan tahun ini (1984) diperkirakan mencapai 400%. Hal itu berarti bahwa harga sebuah hamburger yang harganya $1.00 pada akhir Januari akan meningkat menjadi $5.00 pada akhir bulan Desember. Sejarah memperlihatkan bahwa tidak ada satu bangsa pun terjerumus dalam masalah ekonomi sebagaimana yang terjadi di Israel, has ever avoided an economic collapse. Hanya dengan peningkatan bantuan keuangan yang jumlahnya besar dari Amerika kehancuran ekonomi Israel akan bisa dihindari. – bahkan kemudian solusinya hanya temporer saja. Mengenai kecenderungan destruktif sosialisme, ada beberapa keadaan bahwa sebuah negara bisa berhasil menyediakan program sosial untuk membantu rakyatnya. Kemungkinan ini bisa terjadi di sebuah negara yang sumber-sumber keuangannya mencukupi dan dimana warganegaranya melaksanakan ajaran agamanya dengan benar serta memperhatikan tetangga mereka. HAL INI TIDAK ADA DI ISRAEL Bahkan di negara-negara yang kondisinya ideal, walaupun tetap bertahan namun berbahaya. Since the government of the country provides
for the needs of its citizens, most of these citizens have a tendency to lose incentive to work hard; and a country with a complacent citizenry is easily conquered. WISATAWAN KE ISRAEL Pariwisata merupakan salah satu sumber pendapatan penting Israel. Kelompok terbesar pengunjung adalah Yahudi Amerika. Tetapi juga banyak orang Kristen Amerika yang ingin berkunjung ke tempat holy shrines dan melihat negeri “Manusia Pilihan Tuhan – God’s Chosen People.” Orang-orang Kristen meninggalkan dengan sangat terkesan dengan dipenuhi kegairahan dan semangat beragama. Di Israel, Yahudi dan Goyim sama-sama diamati dengan hati-hati, jadi mereka tidak berkeliaran dan dapat melihat sisi mesum Israel – Israel yang sebenarnya. Seperti di Soviet Rusia dan negara-negara komunis lainnya, para pengunjung ke Israel perjalanan wisatanya dipandu ke tempat- tempat yang sudah direncanakan secara hati- hati. Kepada mereka diperlihatkan tempat- tempat keagamaan, perguruan tinggi, kebun buah-buahan yang subur, kemajuan teknologi, seni dan untuk mengobarkan simpati, mereka dibawa berkunjung ke Holocaust Museum . Tetapi pemandangan yang dijauhkan dari mata wisatawan seperti gheto, penjara, dimana mendekam tahanan politik terutama orang Arab dan Yahudi Sephardic, mereka diperlakukan dengan siksaan yang tidak berperikemanusiaan. Para wisatawan tidak melihat menyebarnya perbuatan kriminal dan korupsi serta kerjasama antara pimpinan organisasi kejahatan dengan pemerintah serta petugas-petugas polisi. Para wisatawan tidak mendengar bagaimana
sebenarnya pemerintah Marxis/fasis Israel bekerja di dalamnya; juga mereka tidak melihat rasisme Israel . Saya bertemu dengan seorang wisatawan Yahudi Amerika yang menceriterakan pengalaman mengenai perasaan keagamaan yang bagus yang baru saja dialaminya dari mengunjungi Israel. — Tanah Suci. Saya berikan komentar kepadanya, “Cobalah Anda berikan sebuah Bibel kepada seorang Yahudi setempat dan Anda akan melihat sejauh mana mereka beragama dan kemerdekaan beragama di Israel. Bila terlihat oleh polisi, Anda akan ditahan..” Mengenai Holocaust Museum, Saya tidak dapat membantu tapi memberikan komentar: HOLOCAUST tidak akan terjadi — Bila —: 1. Jika pimpinan Zionis di Jerman tidak melakukan kerjasama dengan Nazi. 2. Jika Zionis di seluruh dunia tidak membujuk negara-negara lain untuk menolak menerima imigran Yahudi dari Jerman. Zionis di Amerika membujuk Presiden Roosevelt untuk menutup pintu dan melarang pengungsi Yahudi memasuki Amerika sebelum perang saat itu masih ada kesempatan untuk orang-orang Yahudi untuk meninggalkan Jerman. Harus ditambahkan pula pertanyaan di sini kepada banyak orang, termasuk Yahudi, apakah Holocaust terjadi sebagai bentuk pengkhianatan oleh propaganda Zionis — setidaknya sebatas klaim yang dilakukan oleh Zionis. AGAMA Wilayah sekarang adalah negara yang dibangun Israel, sebelumnya merupakan wilayah Palestina, berfungsi sebagai tempat suci agama langit seperti oleh Musa a.s., Isa a.s dan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam . Palestina merupakan tempat berbagai peristiwa keagamaan dan banyak tempat- tempat yang bernilai keagamaan, oleh karena itu disebut sebagai TANAH SUCI. Jadi, seseorang akan berpikir bahwa Palestina, sekarang Israel, cenderung memiliki iklim disekitarnya yang mengandung kekudusan. Ketika muslim Palestina dan Yahudi Palestina mendiami wilayah Palestina, waktu itu terdapat pancaran keagamaan. Tetapi semenjak Zionis mengambil alih wilayah itu dan mendirikan negara Israel , keadaaannya berubah menjadi bangsa yang penuh dengan dosa di dunia, dimana hanya kira-kira 5% saja orang Yahudi yang RELIGIUS . Menarik untuk dicatat bahwa mereka yang menjalankan agamanya dengan ketat adalah Muslim Arab dan Kristen Arab yang merupakan minoritas kecil di Israel . HUKUM ISRAEL MENINDAS SEMUA AGAMA – Sebagai contoh, adalah melawan hukum berdakwah kepada Yahudi dan pindah ke agama lain, bahkan jika orang Yahudi itu seorang atheis ataupun seorang humanis. Seorang Kristen diperbolehkan mengajarkan Bibel di dalam ruangan gereja, tetapi untuk pendeta atau siapapun yang mengajarkan Bibel di luar gedung gereja akan dipenjarakan selama lima tahun. Hukum penindasan yang sama atas agama diterapkan juga kepada keyakinan Islam bilamana seorang Muslim dalam melakukan amal shalihnya memberikan hadiah apa saja terhadap seorang Yahudi. Akan berakibat dipenjarakan selama lima tahun. Perlakuan terhadap agama Yahudi peka untuk penguasa Zionis. Seluruh dunia, Yahudi dan non-Yahudi melihat negara Israel sebagai
sebuah wilayah di mana Yahudi dapat mempraktekan agamanya tanpa penyiksaan.
Oleh karena itu, Zionis tidak takut terhadap risiko menindas Judaisme yang akan mengakibatkan timbulnya pendapat dunia yang menentang mereka. Jadi. Penguasa Zionis semata-mata hanya mentolerir pelaksanaan keagamaan minoritas kecil agama Yahudi di Israel. MANUSIA PILIHAN TUHAN Orang Amerika telah dicuci otaknya untuk mempercayai bahwa orang-orang Yahudi adalah Manusia Pilihan Tuhan – “God’s Chosen People.” Mitos ini diawali oleh sekelompok kecil Yahudi. Segelintir pimpinan Yahudi mengutip dari Bibel dan menafsirkannya dengan arti bahwa Tuhan mengangkat mereka sebagai Manusia Pilihan – ” Chosen People.” Tetapi aneh, bukan orang Yahudi yang melaksanakan ajaran agamanya yang mengklaim menjadi Manusia Pilihan Tuhan – “God’s Chosen People.” Mereka yang atheis, orang Yahudi yang tidak punya keyakinan agama apapun yang mengklaim dengan kedudukan terhormat itu. Yang meneriakan Kita Adalah Manusia Pilihan Tuhan – “We are God’s Chosen People” adalah Yahudi Zionis/Marxis (Ashkenazi) yang untuk tujuan politiknya memilih Judaisme, dan mereka tidak mempunyai walau setetes pun darah Yahudi sebagaimana yang diungkapkan Bibel. Seorang warga Israel yang melaksanakan agama Yahudi mengatakan dengan jelas, “Pada suatu ketika, kami orang Yahudi dipilih oleh Tuhan SEBAGAI UTUSANNYA. Tapi, sudah lama sekali hak itu hilang.” Siapapun yang membaca Bibel dengan hati yang terbuka untuk kebenaran mengetahui bahwa Tuhan PADA WAKTU ITU menjadikan Yahudi sebagai Manusia Pilihan. Namun hal itu diberikan dalam bentuk perjanjian. Dalam perjanjian itu terdapat persyaratan – Persyaratan itu adalah bahwa Tuhan minta kepada orang Yahudi untuk melaksanakan perintahNya. Dari waktu ke waktu Orang Yahudi melanggar perjanjian itu. Mereka bahkan menolak menyembah kepada Tuhan dan menggantinya dengan memuja dewa kekayaan. Tidak perlu ahli Bibel yang menyadari bahwa zaman dulu, BAHKAN ORANG YAHUDI ASLI kehilangan haknya sebagai manusia pilihan Tuhan. Dengan membandingkan kadar pelaksanaan kepercayaan pengikut tiga agama utama, Saya melakukan observasi sbb: AGAMA YAHUDI– Sedikit Yahudi, Sephardic atau Ashkenazi, adalah religius. Dan ini fakta kebenaran baik di Amerika , Israel maupun di seluruh dunia. AGAMA KRISTEN – Agama Kristen telah terpengaruh campurtangan dan infiltrasi (terutama di Amerika) hasilnya adalah kebingungan dan pertengkaran antara bermacam-macam denominasi Kristen. Keadaan ini pada umumnya mengakibatkan orang Kristen dalam menyikapi keyakinannya “angat-angat tahi ayam – “luke warm”. Terdapat bukti untuk membuktikan bahwa Yahudi, atau salah satu dari kelompok mereka yang banyak, telah membuat banyak denominasi Kristen dan dengan sendirinya menguasai doktrin yang diajarkannya. AGAMA ISLAM — Muslim, orang yang melaksanakan ajaran Islam, merupakan penganut ajaran agama yang paling bersemangat dalam melaksanakan ajaran keyakinannya dari ketiga agama utama tersebut di atas. Adapun JUDEO-CHRISTIAN etika kita banyak mendengar mengenai mereka di America merupakan lelucon besar – sebagai hasil hebat dari kampanye propaganda Zionis. Saya akan berikan teka-teki mengenai “Mitos
Manusia Pilihan Tuhan – God’s Chosen People myth.” Tuhan bersabda, “Berhati-hatilah terhadap mereka yang mengaku dirinya sebagai Yahudi, tidak lain mereka hanyalah berbohong.” (Rev. 2:9; 3:9) APAKAH ORANG- ORANG YAHUDI ASHKENAZI YANG DIMAKSUDKAN TUHAN DALAM AYAT DI ATAS? ISRAEL TERUS MEMELIHARA PEPERANGAN Di Tanah Suci, nampaknya disana ada kedamaian. Sebaliknya, yang ada adalah perang dan persiapannya. Mesin perang militer Israel diakui sebagai keempat terkuat di dunia. Dari susdut pandang jumlah pesawat tempur, tank dan peralatan perang lainnya dengan teknologi mutakhir, mesin militer Israel sangat kuat. Tetapi, tentaranya sedang mengalami kelemahan yang serius . Sebelum mengupas kelemahan tentara Israel, mari kita ulas setiap peperangan di mana Israel terlibat di dalamnya – rata-rata sekali setiap delapan tahun sejak negara Israel berdiri. Perang Tahun 1948 – Segera setalah Israel menyatakan dirinya sebagai sebuah negara, bangsa Palestina dan bangsa Arab lainnya menyerang tentara Israeli yang terbentuk dari kelompok-kelompok teroris, a.l.. the Irgun dan Stern Gang. Alasan serangan yang dilakukan oleh bangsa Palestina adalah dalam upayanya untuk merebut kembali wilayahnya yang diambil oleh Israel dengan cara melakukan pembunuhan dan teror, yang telah dirampas oleh Zionis. Bangsa Palestina adalah bangsa yang cinta damai dan
tidak diberikan pelatihan seni berperang , sementara Yahudi Ashkenazi Zionis yang berimigrasi dari Soviet Rusia, Polandia dan Jerman lebih menguasai pengetahuan taktik perang. Sebagai tambahan, Zionis telah membangun sejumlah besar persenjataannya yang mereka beli dari Amerika Serikat dan negara-negara Komunis dan secara ilegal diselundupkan ke dalam wilayah itu. Bangsa Arab dikalahkan dan cara Isarel menambah wilayah Palestina yang ditaklukan.. PERANG TAHUN 1956 – Mesir menguasai wilayah sepanjang aliran Terusan Suez.. Presiden Mesir Nasser menyatakan maksudnya untuk mengambil alih pengoperasian Terusan Suez dari Inggris. Hal ini akan menyakiti Penguasa Kolonial Inggris.
Kemudian Inggris bersama-sama dengan Perancis dan Israel melakukan konspirasi untuk menyerang Mesir. Ketika Mesir hampir dikalahkan, Presiden Amerika Eisenhower ikut campur tangan dan meminta kepada Ingrris, Perancis dan Israel untuk meundur. Pada waktu itu Amerika Serikat secara militer masih cukup kuat untuk mendukung kebijaksanaan Eisenhower, kemudian Inggrsi, Perancis dan Israel menarik mundur pasukannya. Hal ini hanya terjadi sekali selama hubungan Amerika Serikat –Israel, seorang Presiden Amerika menempatkan kepentingan Amerika lebih utama daripada kepentingan Israel. PERANG 1967 – Ketegangan terjadi antara Mesir dan Israel di wilayah yang terletak antara kedua negara – Sina dan Jalur Gaza. Untuk membantu Israel menarik keuntungan secara licik, Uni Sovyet yang dipilih untuk melakukan tipu daya: kemudian diplomat- diplomat Sovyet di Mesir mengatakan kepada Presiden Nasser untuk mengancam perang, tapi jangan menyerang. Tindakan pengkhianatan ini membuka peluang kepada Israel untuk menyerang selagi Mesir “ceroboh” dan menghancurkan kekuatan militer Mesir dalam 6 hari. Hal itu merupakan tujuan para pemimpin Israel untuk mengambil alih semua wilayah yang terletak antara sungai sungai Nil dan Efrat. Di samping Gurun Sinai dan Jalur Gaza yang Israel bermaksud untuk mengambilnya dari Mesir selama peperangan, mereka menginginkan wilayah Tepi Barat yang merupakan bagian dari Yordania, dan Dataran Tinggi Golan yang menjadi bagian dari Syria. Maka, selama Perang 1967, Israel memilih cara tipu daya. Israel mempunyai peralatan teknis untuk menyadap pesan-pesan radio dan merubah pesan-pesannya (“boil” them) dan mengirimkan pesan mereka ke tujuannya. Selama peperangan, Israel menyadap pesan- pesan dari Mesir ke Yordania dan Syria dan merubah pesan-pesannya, mengakali Yordania dan Syria masuk ke dalam kancah peperangan. Israel melebarkan langkah tujuannya dengan mengalahkan negara- negara Arab dan menduduki wilayah Dataran Tinggi Golan, Tepi Barat serta Gurun Sinai dan Jalur Gaza. Meskipun serangan Israel atas Mesir disebut dengan Perang 1967 dan sering juga dikenal sebagai Perang Enam Hari, sulit untuk dikatakan sebagai suatu perang. Mesir, sebagai bagsa Arab yang paling kuat secara militer pada waktu itu tidak mempunyai suatu kesempatan untuk berperang. Tipu daya yang dilakukan oleh pihak Uni Sovyet dan Israel, sebagaimana Saya sudah menjelaskannya, membuat apa yang disebut Perang tidak lain hanyalah suatu tindakan yang curang Terorisme, dan untuk melakukan hal ini Uni Sovyet dan Israel terkenal sebagai ahlinya. ISRAEL MENYERANG U.S.S. LIBERRTY Selama Perang 1967, salah satu tindakan pengkhianatan Israel yang berani adalah serangan atas sebuah kapal Amerika, U.S.S. LIBERTY yang oleh Amerika disebutnya sebagai teman dan sekutu, Israel . Selama serangan Israel yang curang atas Mesir, U.S.S. LIBERTY , sebuah Kapal Penjelajah Amerika menjelajah pantai Israel memantau kemajuan serangan. Menyadari U.S.S. LIBERTY sedang mempelajari dan merekam aksi-aksi pengkhianatan Israel , para pemimpin Israel memutuskan menghilangkan bukti. Pesawat Israeli menyerang dengan torpedo USS LIBERTY dengan tujuan yang jelas yaitu meneggelamkannya. Jika kapal itu dapat ditenggelamkan, dengan demikian menghilangkan bukti, dengan demikian Israel dapat menyalahkan Mesir atas serangan itu dan media yang dikontrol Zionis di Amerika akan memberitakan KEBOHONGAN sebagai FAKTA dengan tujuan agar rakyat Amerika melawan terhadap Mesir. Tetapi, untunglah, karena keberanian dari anak buah kapal USS LIBERTY menjaga kapalnya tetap terapung. Israel gagal dalam tindakan pengkhianatannya terhadap Amerika, sekutunya, tetapi selama serangan, Israel membunuh 34 anak buah kapal USS LIBERTY dan melukai 171 orang lainnya. Israel mengakui bahwa serangan atas USS LIBERTY merupakan sebuah kekeliruan. Akan tetapi, laporan dari anak buah kapal yang selamat dan bukti-bukti lainnya, serangan oleh Israel dilakukan dengan SENGAJA. Fakta-fakta sekitar serangan atas U.S.S. LIBERTY dengan tanpa beban perasaan bersalah dihilangkan oleh Zionis yang mengendalikan media berita Amerika. Semua yang dikatakan okeh Zionis kepada rakyat Amerika bahwa Israel telah menenggelamkan sebuah kapal Amerika, namun hal itu terjadi karena kesalahan melakukan identifikasi. Sebuah penyelidikan yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat ditekan dan masalahnya dengan cepat dilupakan – sebuah contoh yang baik dari pengaruh yang luar biasa Zionis yang dilakukan terhadap pemerintah Amerika Serikat. Menutup-nutupi semua permainan keji oleh pemerintah Amerika Serikat tidak akan berhasil bilamana media berita melakukan tugas sebagaimana seharusnya dengan melaporkan fakta-fakta yang terjadi seputar serangan. Ini adalah suatu contoh yang baik atas kekuasaan Zionis mengendalikan media berita di Amerika untuk melakukan penyimpangan atau menyembunyikan informasi penting dari orang-orang Amerika. Perang 1973 – Pengkhianatan pihak Israel dan Sovyet yang menyebabkan terjadinya Perang 1967 menyakiti hati orang-orang Arab dan dengan segera mereka mulai mempersenjatai untuk melakukan pembalasan dendam terhadap pengkhianatan Israeli ini dan untuk mencoba mengambil kembali wilayah mereka yang telah diambil oleh Israel. Pada tahun 1973 negara-negara Arab sudah siap untuk perang. Meskipun beberapa negara-negara Arab sedang melakukan persiapan militer, mereka sedang juga berusaha untuk mengupayakan solusi secara damai dengan Israel. Tetapi, Israel diyakinkan bahwa teman-teman Zionis mereka di Amerika akan
menggunakan kekuasaaannya terhadap pemerintah Amerika Serikat untuk memastikan bahwa Amerika Serikat akan memberikan dukungan kepada Israel. Maka, para pemimpin Israel tetap memelihara suatu sikap ingin tetap berperang. Menyadari adanya ketidak mungkinan lebih jauh dilakukan melalui jalan perundingan dengan para pemimpin Israel, Mesir beserta Yordan, Syria dan Iraq bersama-sama menyerang Israel – dan mereka menang. Dengan kekalahan yang dihadapi Israel , Zionis yang tangguh di Amerika menggunakan pengaruhnya terhadap pemerintah Amerika Serikat dan pejabat- pejabat pemerintah Amerika Serikat mematuhi keinginan Zionis, master mereka. Sejumlah besra peralatan militer dan persenjataan dikirimkan kepada Israel melalui jalur udara atas dana pembayar pajak orang Amerika untuk membantu tentara Israel yang dikalahkan. Bantuan Amerika Serikat ini memberikan peluang kepada Israel untuk merubah haluan perang dan muncul sebagai pemenang. Benar, Israel telah diselamatkan, namun begitu banyak peralatan militer Amerika Serikat yang dikirimkan kepada Israel pada waktu itu angkatan bersenjata Amerika Serikat dibiarkan dengan persediaan yang sedikit dan dalam suatu kondisi yang lemah. (ini sebagai salah satu bukti bahwa US daqn AS tidak bermusuhan, detente, kalau benar, tentu US sudah menyerang AS) Karena sangat banyaknya pejabat-pejabat Amerika Serikat yang berada di bawah pengaruh Zionis, mereka pun telah menyiagakan divisi 82nd Airborne yang berpangkalan di Ft. Bragg , NC . dan pasukan Amerika Serikat ditempatkan di Jerman dengan tujuan agar mudah mengirimkan bala bantuan kepada Israel , jika diperlukan. Itu adalah hal yang sangat menyedihkan, untuk menyenangkan kekuasaan Zionis di Amerika, para pejabat Amerika Serikat bersedia mengorbankan hidup pemuda- pemudi Amerika untuk menyelamatkan Zionis/Marxis Israel. Pemuda-pemuda telah bergabung kedalam angkatan bersenjata Amerika Serikat dan orang tua mereka, kakek-nenek, serta saudara-saudara mereka khawatir memperhatikan Israel sebagai penyebab terjadinya perang dan berusaha melibatkan Amerika Serikat, karena bila perlu. Amerika menyelamatkan Israel dalam salah satu tindakan agresinya. Pemerintah Amerika Serikat akan tunduk kepada zionis di Amerika dan akan mengirimkan anak-anak lelaki Amerika ke dalam pertempuran – mereka tidak mempunyai pilihan kecuali bertempur di pihak Zionis/Marxis Israel. Jika di masa mendatang para pemuda- pemudi Amerika mati dalam perang di Timur Tengah, Anda akan mengetahui bahwa hal itu merupakan keinginan Yahudi Zionis di Amerika dan politikus-politikus lemah di Washington , DC . yang patuh kepada tuan mereka, Zionis. SEGI TIGA NEW YORK-MOSKOW dan TEL AVIV Dalam hal ini, Anda mungkin bingung. Israel dan Sovyet secara ideologi adalah sekutu – keduanya mengikuti gagasan Karl Marx, keduanya adalah komunis/sosialis. Namun, Sovyet menyediakan peralatan militer kepada negara-negara Arab – musuh Israel; dan pada waktu yang bersamaan pula, musuh Sovyet, Amerika Serikat mempersenjatai Israel. Kita dapat memahami pengkhianatan yang dilakukan oleh Yahudi Zionis/Bolshewik, dan untuk memahami pengkhianatan yang terjadi
sebelum dan sesudah Perang 1973, Saya harus menjelaskan segitiga New York- Moskow dan Tel Aviv, untuk melakukan hal itu, kita harus melihat kembali sejarah beberapa tahun sebelumnya. Imigrasi Yahudi besar-besaran dari Rusia ke Amerika dimulai pada tahun 1881. Kebanyakan dari mereka adalah Yahudi komunis. Banyak orang Yahudi komunis/ bolshewik ini tinggal di kota Kota New York , kemudian kota New York sendiri dikenal sebagai “Moskow di Hudson.” Dan dengan alasan yang baik, hal itu sudah memperlihatkan, bahwa keputusan mengenai kebijakan-kebijakan Komunis tidak datang dari Moskow, melainkan dari kota New York . Apakah ini adalah fakta atau
tidak adalah tidak penting. Apa yang penting adalah fakta bahwa terdapat suatu hubungan erat antara Yahudi Zionis/Bolshewik di Kota New York dengan Yahudi Zionis/Bolshewik di kota Moskow, dan meluas sampai kepada Yahudi Zionis/Bolshewik yang mendominasi pemerintah Israel . Kekuasaan Zionis atas pemerintah Amerika Serikat di Washington , DC . berasal dari Zionis/Bolshewik yang berpusat di Kota New York . Dari kota New York inilah perintah keluar keseluruh jaringan Zionis yang sangat banyak di mana-mana di seluruh Amerika Serikat. – suatu jaringan yang mempengaruhi kegiatan politik dan ekonomi yang tidak semata-mata di lingkungan pemerintahan federal, namun hampir semuanya, bila tidak semua pemerintahan federal, sampai jumlah tertentu, bahkan di kota-kota besar dan menengah. Kekuasaan Yahudi Zionis/ Bolshewik yang mencengkram Amerika Serikat kakinya berada di kota New York sebagai salah satu dari segitiga New York- Moskow dan Tel Aviv, suatu pengaruh yang luar biasa atas kebijakan-kebijakan komunis. Dalam mengamati Perang 1973, kebanyakan orang dan nampaknya kebanyakan orang- orang Arab mempunyai kesan bahwa karena
Sovyet Russia menjual peralatan kepada Mesir dan negara-negara Arab lainnya, Sovyet mendukung bangsa-bangsa Arab dalam Perang 1973. INI adalah merupakan KESAN YANG TIDAK BENAR. Untuk memahami bahwa ini tidak lain hanyalah merupakan hasil penipuan pihak Israel dan Uni Sovyet, Anda harus mengetahui perjanjian yang dibuat antara Golda Meir-Stalin-Kaganovich. Golda Meir dilahirkan di Rusia, tumbuh dewasa di Milwaukee , Wisconsin dan dalam 1921 pindah ke Israel . Dalam 1949, dia menjadi duta besar Israel pertama untuk Uni Sovyet. Mewakili pemerintah Israel, Duta Besar Meir, seorang Yahudi bolshewik, bertemu dengan dua orang wakil Uni Sovyet Union: Kaganovich, seorang Yahudi Bolshevik, dan Stalin yang telah menikah dengan seorang Yahudi bolshevik. Mereka membuat suatu persetujuan rahasia – suatu pakta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s