WONG FEI HUNG,,MUSLIM YANG DI KABURKAN

Perintah untuk memiliki kekuatan dan
berlatih beladiri sudah sejak belasan abad
yang lalu dianjurkan dalam Islam. Ayat dan
hadits yang menegaskan tentang hal tersebut
sangat jelas. Seperti dalam Qur’an surah
Al-Anfal ayat 60, “Dan persiapkan segala kekuatan yang kamu miliki untuk
menghadapi mereka dengan kekuatan yang
kamu miliki….” Kemudian Rasulullah SAW
juga bersabda, “Muslim yang kuat lebih
dicintai Allah daripada muslim yang lemah.”
Sehingga ada celah bagi kita untuk menjadi muslim yang lemah dan pecundang. Anda tentu pernah menonton film kungfu.
Nah, jika pernah menonton, di sana ada
sosok yang bernama Wong Fei Hung yang
diperankan oleh aktor laga Jet Li. Ya, Wong
Fei Hung adalah seorang pebeladiri tangguh
asal negeri Tiongkok. Kita mungkin beranggapan bahwa Wong Fei Hung ini
adalah penganut Taoisme atau Budha. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?
Wong Fei Hung adalah seorang ulama, ahli
pengobatan, dan ahli beladiri legendaris yang
namanya ditetapkan sebagai Pahlawan
Nasional China oleh pemerintah China. Namun
Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai
seorang muslim demi menjaga supremasi
kekuasaan komunis di China. Lahir pada tahun 1847 di Kwantung
(Guandong) dari keluarga muslim yang taat.
Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan
dialek Canton untuk menyebut nama Arab,
Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan
dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan,
namanya ialah Faisal Hussein Wong.
Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang
Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan
tradisional, serta ahli beladiri tradisional
Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama
Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Kombinasi antara pengetahuan ilmu
pengobatan tradisional dan teknik beladiri
serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti
sebagai muslim membuat keluarga Wong
sering turun tangan membantu orang-orang
lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat
menghormati dan mengidolakan Keluarga
Wong. Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif
dalam gerakan bawah tanah melawan
pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan
penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang
merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang
memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar
Cina yang anggota keluarganya banyak yang
memeluk agama Islam. Wong Fei-Hung berguru kepada Luk Ah-Choi
yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk
Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya
dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat
Fei Hung sukses melahirkan jurus
“Tendangan Tanpa Bayangan” yang legendaris. Kemampuan beladirinya semakin
sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat
jurus baru yang sangat taktis namun efisien
yang dinamakan jurus “Cakar Macan” dan
jurus “Sembilan Pukulan Khusus”. Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan
bermacam-macam senjata. Masyarakat
Canton pernah menyaksikan langsung
dengan mata kepala mereka sendiri
bagaimana ia seorang diri dengan hanya
memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan
kekar dan kejam di Canton yang
mengeroyoknya karena ia membela rakyat
miskin yang akan mereka peras. Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak
mengujinya dengan berbagai cobaan.
Seorang anaknya terbunuh dalam suatu
insiden perkelahian dengan mafia Canton.
Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena
istri-istrinya meninggal dalam usia relatif muda. Setelah istri ketiganya wafat, Wong
Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri
sampai kemudian ia bertemu dengan Mok
Gwai Lan, seorang perempuan muda yang
kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan
turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya. Mok
Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan
hidupnya hingga akhir hayat. Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam
usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di
Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai
pahlawan pembela kaum mustad’afin
(tertindas) yang tidak pernah gentar
membela kehormatan mereka. Siapa pun dan berapa pun jumlah orang yang menindas
orang miskin, akan dilawannya dengan
segenap kekuatan dan keberanian yang
dimilikinya. Ia wafat dengan meninggalkan
nama harum yang membuatnya dikenal
sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada
seorang muslim selain mati syahid. (w-
islam.com/dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s