Fitnah Terorisme Densus 88 – Bandung Selatan

Fitnah Terorisme Densus 88 – Bandung Selatan.

MENGANCAM SELURUH WARGA NEGARA
INDONESIA (WNI) LAPORKAN DAN BUBARKAN

Bismillahirahmanirahim Assalamualaikum wr.
wb,

Sepak terjang sang dead squad Densus 88 kini mulai
mencuat lagi. Kali ini mereka melakukan pengejaran
terhadap terduga teroris yang dituduh akan
meledakkan Kedubes Myanmar. Bahkan Baku tembak
terjadi antara Densus 88 dengan sejumlah orang yang
diduga teroris di Kampung Batu Rengat RT 02/08 Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Margaasih, Kabupaten
Bandung, sekitar pukul 11.00 WIB, Rabu (8/5/2013). Densus 88 juga sering kali terlibat dalam penyiksaan
dan extra-judicial killings, membunuh menggunakan
senjata tanpa Standard Operational Procedure (SOP)
kepada “terduga” teroris yang tanpa senjata dan
tanpa perlawanan. Densus 88 dengan segala fasilitasnya telah menjadi
pelaku inpunitas (pelaku penghilangan nyawa yang
lolos dari investigasi tanpa proses hukum) dan
pelanggar HAM berat. Kasus pelanggaran HAM berat
yang dilakukan oleh Densus 88 sampai saat ini masih
berlajut dan belum ada yang bisa menghentikannya. Sampai detik ini, masih banyak praktik impunitas
dalam bentuk penyiksaan yang dilakukan oleh Densus
88 di dalam tahanan maupun diluar tahanan terhadap
para “terduga” teroris. Lalu apa gunanya
pemerintah Indonesia yang telah meratifikasi
Konvensi Anti Penyiksaan (Convention Against Torture) dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 1998
tentang Pengesahan Konvensi Penyiksaan pada 28
September 1998. Atas hal – hal tersebut Densus seringkali melakukan
klaim terhadap kelompok Islam tertentu bagian dari
kelompok ini dan itu tanpa bukti yang jelas.
Melakukan prakondisi terhadap kasus terorisme. Dan
seringkali meyalahgunakan kewenangannya untuk
memaksa terduga teroris mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya. Dengan memperhatikan Undang-Undang Dasar 1945
yang sudah beberapa kali diamandemen sebagai
Konstitusi Negara, Kitab Undang-Undang Hukum
Acara Pidana (KUHAP), Undang-Undang Republik
Indonesia No. 18 Tahun 2003 Tentang Advokat,
Undang-Undang Republik Indonesia No. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia, Undang-Undang Republik
Indonesia No. 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan
Saksi dan Korban.Bahwa terkait hal –hal di atas, kami
Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI)
menyatakan sebagai berikut : 1. Menghimbau kepada seluruh segenap saudara
saudari kami berkewarganegaraan Indonesia (WNI)
yang telah mendapatkan perlakuan diskriminasi dan
pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) baik terhadap
diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat dan hak
miliknya sebagaimana diatur dalam Undang-undang Hak Asasi Manusia (HAM) akibat dampak dari fitnah
terorisme dan atau teror di Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) oleh Densusi 88 ini, UNTUK SEGERA
MELAPORKAN KEPADA KAMI dengan terganggunya
Hak atas Rasa Aman Tenteram sebagaimana diatur
dalam Undang-undang Hak Asasi Manusia (HAM) untuk ditindaklanjuti melakukan upaya hukum sesuai
dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan
yang berlaku. 2. Mendesak DPR khususnya KOMISI III untuk segera
membentuk panja kemudian dilanjutkan dengan
proses hukum kepada KaDensus 88, Bareskrim Mabes
Polri dan BNPT, karena jelas dan tegas telah
melakukan PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA
sebagaimana diatur dalam Undang- undang No. 39 Tahun 1999 Tentang HAK ASASI MANUSIA dan
terhadap personil Densus sebagai aparat kepolisian
penegak hukum NKRI yang telah melakukan
penembakan harus ditindak tegas sebagaimana pula
diatur dalam Undang-undang No. 26 Tahun 2000
Tentang PENGADILAN HAK ASASI MANUSIA. Wassalamualaikum Wr. Wb

PUSAT HAK ASASI MUSLIM INDONESIA (PUSHAMI) DIREKTUR KONTRA TERORISME & KONTRA SEPARATISME M. YUSUF SEMBIRING, S.H., M.H 081210089997

Era muslim

Syeikh Yusuf Qaradhawi di Gaza : Ambisi Kami untuk Mati di Jalan Allah dan Bisa Berkunjung ke Palestina

Syeikh Yusuf Qaradhawi di Gaza : Ambisi Kami untuk Mati di Jalan Allah dan Bisa Berkunjung ke Palestina.

Ulama Yusuf al-Qaradawi, Rabu memulai kunjungan
ke Hamas Jalur Gaza menyeberang ke wilayah
Palestina di Rafah, di perbatasan dengan Mesir. Seorang fotografer AFP mengatakan Qaradawi, yang
merupakan warga negara Qatar dan dekat dengan
Ikhwanul Muslimin, tiba di wilayah itu . Syeikh Qaradhawi memimpin delegasi 50 ulama dari
14 negara dan disambut oleh Perdana Menteri Hamas
Ismail Haniya. “Seluruh Ambisi kami adalah untuk mati di jalan
Allah, dan untuk hidup panjang agar dapat
berkunjung ke Palestina,” katanya pada saat
kedatangan, ia menambahkan bahwa ia terakhir
berkunjung ke Gaza pada tahun 1958. “Saya yakin kita akan menaklukkan. Tidak ada yang
mengira bahwa rakyat menang dan menggulingkan
tiran yang memerintah Mesir dan Tunisia. Dan kelak di
Suriah juga kita akan muncul sebagai pemenang,
serta Islam akan muncul, “katanya, mengacu pada
pemberontakan Musim Semi Arab. Haniya, dalam sambutan, mengatakan , “suatu
kehormatan bagi kami untuk menerima syekh dari
‘Musim Semi Arab’ di tanah Palestina.” Qaradawi mengatakan tujuan dari perjalanan tiga hari
ke Gaza adalah untuk “membantu rakyatnya dan
berpartisipasi dalam membuka blokade Israel
terhadap mereka.” (Arby/Dz)

Era muslim

Kembali dengan Selamat, Abdillah Onim Berniat Dirikan Tahfidz Qur’an di Gaza

onim5.jpg.

Di Gaza, Onim akan menempati lahan seluas 400
meter persegi hadiah dari PM Ismail Haniyah yang
akan dijadikan pusat hafalan al-Quran untuk fakir
miskin DI TENGAH eskalasi Gaza yang masih belum menentu akibat provokasi dan blokade Zionis-Israel, pemuda
Galela Halmahera, Maluku Utara, Abdillah Onim
akhirnya kembali ke Gaza. Dengan mengantongi
selembar surat yang diterbitkan oleh Kementerian
Luar Negeri Mesir dengan diseleksi oleh Nasional
Security dan bantuan Kedutaan Besar Indonesia di Kairo Mesir, tanggal 1 April 2013 jam 4 pagi waktu
Kairo, Onim bersama istrinya, Raja Al- Hirthani dengan
penuh tawakal dan bermodal semangat
melangkahkan kaki kembali ke tanah perjuangan itu
dengan mencoba menerobos pintu perbatasan antara
Gaza dan Mesir, Rafah. Sepanjang menempuh perjalanan dari Kairo menuju
perbatasan Rafah, pengawalan ketatpun dilakukan
oleh pihak keamanan Mesir dan para intel. “Sepanjang perjalanan dari Kairo ke perbatasan
Gaza dan wilayah Mesir, ada 5 unit Panser yang
bergantian melakukan pengawalan terhadap kami
hingga sampai ke Rafah, pengawalan tersebut
dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak
diinginkan yang muncul akibat kriminal yang dilakukan oleh orang yang dikenal disepanjang gurun
pasir di wilayah Sinai dan wilayah terusan Suez,”
aku Abdillah kepada hidayatullah.com. Tepat pukul 14;00 waktu Mesir, Onim dan keluarga
diijinkan masuk kekantor imigrasi Rafah.
Alhamdulillah, proses birokrasi di imigrasi tidak
memakan waktu lama. Pukul 14. 20 proses adminitasi
selesai. “Alhamdulillah pukul 14.30 waktu Gaza Palestina,
saya bersama dengan anak istrinya tiba di Bumi Syam
Gaza Palestina.” Saat kedatangan Abdillah bersama istri, Gaza dinilai
tetap sama. Kekehidupan dan perekonomian warga
Gaza masih tetap seperti dahulu. Gas, minyak dan BBM
masih langkah. Harga bahan makanan masih mahal. Blokade yang
dilakukan oleh Zionis-Israel ke wilayah Gaza rupanya
meraup keuntungan besar bagi pihak Zionis, karena
hanya Israel satu-satunya produk yang bebas dengan
memasok bahan dari menuju Gaza lewat pintu
perbatasan antara Gaza-Israel, yakni pintu perbatasan Karem Abo Saleem. Bahkan baru dua hari Onim berada di Gaza, sudah
beberapa kali Zionis-Israel melontarkan roket ke
wilayah Gaza yang menewaskan seorang warga
Gaza bernama Haisyam, yang berasal dari Rafah
Gaza Selatan serta melukai dua orang lainnya. Abdillah Onim bersama istri dan anaknya (dok
pribadi) Menetap di Gaza, Buka Tahfidzul Qur’an Keberangkatan Onim ke Gaza Palestina yang kali ini
menurutnya dengan menggunakan dana pribadi dan
membawa nama LSM. Menurutnya, ia hanya ingin
membantu siapa saja untuk membela dan
memperjuangkan Palestina. Ia akan berada di bawah ‘NGO di bawah lindungan
Allah Subhanahu Wata’ala dan hanya lillahi taala wa
lil Rasul untuk memperjuangkan hak-hak warga
Palestina yang diinjak-injak oleh Zionis-Israel, ‘
demikian ia mengistilahkan. Karena itu, menurutnya, selama tinggal di Gaza, Onim
akan membuka peluang dan kesempatan sebesar-
besarnya tanpa batas kepada seluruh LMS atau NGO
bahkan pemerintah sekalipun yang memutuhkan
tenaganya untuk membantu menjalankan program
atau misi mereka di Gaza Palestina dengan cuma- cuma tentu dengan ridho Allah Subhanahu Wata’ala. Selain itu, selama tinggal di Gaza, ia akan berjuang
melalui media cetak dan media elektronik dengan
menyiarkan informasi terkini tentang wilayah yang
dijajah Zionis tersebut. Karena itu, Onim berniat untuk
tinggal dan menetap di Gaza bersama istri dan
anaknya. “Mohon doa dan dukungan , karena niat besar dan
bertekad serta hanya berharap kepada Allah
subhanahu Wata’ala dengan membina rumah di
Gaza Palestina untuk dijadikan tempat bernaung Onim
dan keluarga selama menetap di Gaza Palestina, insya
Allah, “ ujarnya. Di Gaza, Onim akan menempati lahan seluas 400
meter persegi yang pernah diberikan gratis oleh sang
mertua dan hadiah dari Perdana Menteri Ismail
Haniyah. Di tempat ini nanti, ia akan mendirikan pusat
hafalan al-Quran. “Semoga Allah Subhanahu Wata’ala memudahkan
merealisasikan niat Onim karena nantinya sebagian
rumah akan difungsikan dan dimanfaatkan sebagai
markaz tafidzul Qur’an (tempat menghafal Qur’an)
bagi anak fakir miskin dan yatim di Jabalia Gaza
bagian utara,” jelasnya. Sebagaimana diketahui, istri Obim, Raja Al- Hirthani
adalah seorang hafidzah (penghafal al-Qur’an). Kepada hidayatullah.com, Onim tak lupa mengajak umat Islam di Indonesia marilah bersama-sama ambil
bagian membebaskan tanah Palestina dan
mengecam tindakan Zionis-Israel yang semena-mena
melakukan pelanggaran hak asasi manusia terbesar
di dunia di Palestina.* /sebagaimana penuturan Abdillah Onim

Media Kafir, Demokrasi, dan Mekanisme Sistem Dajjal

Media Kafir, Demokrasi, dan Mekanisme Sistem Dajjal.

–CATATAN MUHAMMAD PIZARO NOVELAN TAUHIDI– SALAM-ONLINE: “Akibat cara kerja sistem Dajjal, sudah pasti banyak orang yang menderita dan
diperbudak olehnya, tetapi mereka tidak menyadari
apa penyebab penderitaan ataupun bagaimana
hakikat penjara yang mengungkung mereka. Sebagai
hasil dari pengondisian, mereka terus berperan aktif
dan terkadang berperang penting dalam menjalankan sistem yang tanpa mereka sadari merupakan sumber
kesakitan dan dinding penjara maya bagi diri mereka
sendiri.” Ucapan di atas penulis kutip dari tulisan Syaikh Ahmad
Thompson, dalam buku fenomenalnya berjudul Dajjal
The Anti Christ. Buku tersebut menjelaskan secara
baik lagi rinci mengenai konspirasi Freemason dalam
menaklukkan dunia lewat hal-hal yang tidak kita
pikirkan sama sekali. Bisa dikata, inilah curhatan Syaikh Ahmad Thompson yang memang hidup di
negeri masonik, Inggris, dan melihat ketelanjangan
begitu rupa mengenai bobroknya sistem sekular. Dalam bukunya itu, ia menjelaskan bahwa sejak
hampir satu abad yang lalu dunia makin hari makin
membentuk dirinya menjadi sebuah Sistem Kafir yang
lebih cocok disebut sebagai Sistem Dajjal. Syaikh Ahmad Thompson berkeyakinan bahwa
dewasa ini Dajjal sebagai gejala sosial budaya global
dan kekuatan gaib yang tidak tampak kasat mata
sudah mewujud. Tinggal Dajjal sang individu atau
oknum yang belum muncul. Seluruh nilai-nilai yang
berlaku dalam sistem Dajjal secara diameteral pun bertentangan dengan nilai-nilai Sistem Kenabian.
Sebab sistem Dajjal mutlak berisi nilai-nilai kekafiran
sedangkan sistem Kenabian mengandung nilai-nilai
keimanan. Media Kafir dan Cara Kerja Sistem Dajjal Salah satu yang menjadi isu penting dalam buku yang
sudah tidak dicetak lagi itu adalah media. Kata Syaikh
Ahmad Thompson, pada dasarnya para pengusung
sistem Dajjal adalah orang-orang yang
mengendalikan media untuk bisa terus menciptakan
ilusi apapun sekehendak mereka. Maka siapapun yang mempercayai peristiwa di massa, sejatinya kata
Syaikh Ahmad Thompson, justru mereka tidak
mengetahui masalah yang sebenarnya. Jika kita flash back ke bangsa kita, maka akan kita
dapatkan bahwa secara bertubi-tubi Indonesia
ditimpa “bencana” dan kasus yang datang silih
berganti. Mata kita pun diajak untuk tidak lepas dari
layar kaca, mulai Skandal Bank Century, Mafia Pajak
Gayus, Korupsi Menpora, Anas Urbaningrum, LHI, Djoko Susilo, dan serentetan kasus lainnya yang tak
putus-putus. Dengan memunculkan serangkaian kasus ini,
sebenarnya kita sedang digiring untuk berlelah mata
dan pikiran hingga melupakan esensi utama dalam
permasalahan ini. Kita diajak untuk hanya–sekali lagi,
hanya–memperbincangkan kasus, namun dijauhkan
pada aksi dan tindakan nyata meretas masalah. Ketika kita, sebagai umat Islam melontarkan wacana
untuk kembali ke hukum Allah sebagai pintu keluar
dari drama problematika ini, maka pada saat itu pula,
cara kerja Sistem Dajjal akan beraksi, dimana sebisa
mungkin peluang perbincangan itu akan ditutup.
(Pembicara) Islam hanya akan ditampilkan seorang diri, sedangkan pembicara yang mengusung ide
Sistem Dajjal berupa sekularisme akan dihadirkan
sebanyak-banyaknya untuk menenggelamkan suara
Islam. Pada gilirannya, untuk mengalihkan masyarakat dari
isu kembali kepada Islam sebagai jalan solusi, maka
perangkat Sistem Dajjal pun akan memunculkan
masalah baru, kasus baru, dan isu baru. Kita memang sekarang sedang digiring untuk
mengikuti pola pikir mereka, dan di saat bersamaan
mereka sedang melakukan aksi-aksi lain mengantar
kita kepada pola pikir yang murni demokratis. Selain itu menggilir berbagai kasus secara beruntun
akan menyuburkan para analis sekular dari Australia
dan Amerika untuk mendekatkan masyarakat
dengan sistem anti Tuhan, kita digiring hanya untuk
memperbincangkan masalah, menjadi pembicara,
analis, pengamat, dan pencermat tapi minus solusi, terlebih solusi Islami. Dua buah mata pun sehari-harinya diisi oleh
perdebatan, chaos, konflik, tanpa diinisiasi mencari
jalan keluar persoalan. Bahkan ada sebuah acara
yang menghadirkan para hukum ternama, uniknya
tidak ada solusi berarti dari para tokoh yang katanya
paling mengerti hukum itu. Tidak jarang acara itu hanya berujung pada perdebatan dan masyarakat
kembali dibingungkan. Karena itu, kita dapat melihat bahwa pada sistem
media saat ini semakin banyak acara-acara diskusi
dari mulai pagi, siang, sore hingga ketemu pagi
kembali. Bahkan melibatkan begitu banyak manusia.
Semuanya serempak berbicara rumus-rumus dunia
dan kita lupa apa yang sedang terjadi. “Siapapun yang mempercayai peristiwa-peristiwa
menurut media massa kafir, mustahil bisa
mengetahui masalah yang sebenarnya,” kata Syaikh
Ahmad Thompson. Yang kedua, hadirnya kasus ini seakan-akan lahir
untuk mempertebal keyakinan masyarakat kepada
demokrasi. Apa hubungannya? Bukankah citra
demokrasi akan semakin bobrok dengan banyak
kejadian ini? Pada kenyataannya sebaliknya, justru
warna demokrasi semakin terang menyala. Masyarakat digiring untuk semakin yakin bahwa
Negara kita belum sepenuhnya demokratis. Akhirnya dari akumulasi itu semua, maka Sistem
Dajjal akan melahirkan berbagai lapisan untuk
mengerahkan keyakinan masyarakat tentang
demokrasi. Muncullah KPK, Satgas Mafia Hukum, dan
produk-produk pelaksana hukum buatan manusia
lainnya yang tidak akan menyentuh akar persoalan. Semua elemen ini diciptakan untuk menarik kembali
minat masyarakat kepada ide bahwa kedaulatan ada
di tangan rakyat. Padahal cara kerja lembaga-lembaga ini sangat
dikontrol oleh penampuk kebijakan. Ia tidak serta
merta akan menjamin perubahan. Lihatlah nasib KPK
saat ini. Apa yang bisa kita harapkan dari lembaga
yang tebang pilih dalam menyelesaikan kasus itu?
Lihatlah pula Mahkamah Konstitusi yang bertikai dengan salah satu kader partai penguasa. Maka bagi Sistem Dajjal, mudah saja untuk menarik
harapan masyarakat kembali mengenai ilusinya
tentang demokrasi, yakni menguatkan lembaga-
lembaga tersebut ketika kondisi negara mulai genting
hingga kemudian ada pemikiran bahwa di zaman
reformasi ini, ide Demokrasi pun masih lebih baik ketimbang orde baru. “Salah satu dalih yang sering dikemukakan politisi
kafir, jika sistem kafir yaitu Sistem Dajjal dihujat
adalah bahwa sistem ini mungkin tidak sempurna tapi
masih lebih baik dari anarki,” ujar Syaikh Ahmad
Thompson. Kasus ini sama dengan kejadian agar para pekerja
setia pada kapitalisme perusahaan. Untuk menutupi
ketakutan para perkerjanya, maka perusahaan dalam
basis sistem Dajjal akan memback-up pekerjanya
dengan segala fasilitas agar mereka tetap bertahan di
sana, atau minimal terus loyal kepada kapitalisme dan materialisme. “Sekecil apapun rasa aman pada pekerjaan, akan
diluluhkan oleh pemberlakuan tawaran kontrak kerja
jangka pendek dan ancaman PHK, dan ketakutan ini
dijadikan sarana untuk menumbuhkan semangat
kerja,” kata Syaikh Ahmad Thompson. Ironisnya, umat Islam kini berbondong-bondong
terperangkap pada jaring ini. Terperangkap cara kerja
Sistem Dajjal yang berjalan dengan baik dan
sempurna. Sebagian umat Islam meminta umat Islam
lainnya untuk tidak berdiam diri (baca: ikut di
parlemen). Bagi mereka diam adalah mati dan ramai- ramai menduduki kursi kuasa yang bergengsi adalah
keniscayaan. Padahal inilah yang memang
diinginkan The New World Order dimana Umat Islam
akan bertarung di panggung yang mereka ciptakan.
Sebab bermain di kandang akan semakin mudah
untuk menaklukkan sembari merekayasa lawan. Tak jarang kita lihat terkikisnya iman beberapa petinggi
Muslim karena politik parlemen lewat kasus-kasus
korupsi dan amoral. “Kenyataan yang langgeng ini menandakan tidak
saja tingginya kesangkilan para freemason, tapi juga
menandakan betapa tingginya derajat pengendalian
mereka atas rakyat banyak. Mungkin big brother
tidak sedang mengawasi Anda, tapi yang pasti dia
sedang memprogram dan mengondisikan Anda,” tandas Syaikh Ahmad Thompson. Menyulap Penjahat Menjadi Malaikat Selain itu, salah satu trik ampuh yang juga dilakukan
sistem Dajjal adalah mengubah penjahat menjadi
“malaikat” lewat jalur media. Mereka dengan
begitu mudah merekayasa empedu menjadi madu.
Trik inilah yang diperkenalkan oleh founding
father dunia marketing, Edward Bernays. Ya, tokoh Yahudi sekaligus kemenakan langsung Sigmund
Freud. Ia menunjukkan (lebih tepatnya mengajari)
bagaimana caranya perusahaan bisa membuat
orang-orang ingin hal-hal yang sebenarnya mereka
tidak perlu dengan cara sistematis lewat keinginan
sadar mereka. Persis seperti saat kita baru menerima
gaji dan kita seakan terhipnotis untuk membeli produk yang sebenarnya tidak kita perlukan. Bukti keberhasilan mind control Bernays adalah
kampanye rokok perempuan di tahun 1920-an. Saat
itu, Bernays berhasil membantu industri mengatasi
salah satu tabu sosial terbesar masyarakat Amerika
kala itu, yakni larangan perempuan merokok di depan
publik. Dengan “cantik”nya, Bernays menampilkan
seorang wanita muda sedang memegang rokok.
Lewat teknik pemintalan kata-kata dan gambar film
tentang ratusan wanita yang sedang merokok, maka
sontak saja penjualan rokok di Amerika melambung
tinggi dan para wanita pun seolah tersihir untuk merokok. Karena itu Bernays pernah berkata dalam bukunya
‘Propaganda’, yakni “Kalau kita mengerti
mekanisme dan motif-motif pikiran kelompok
tertentu, kini mungkinlah untuk mengontrol dan
mengarahkan massa menurut keinginan kita tanpa
mereka mengetahuinya.” Bernays memang memiliki track record
mengendalikan opini politik publik. Peningkatan pesat
Partai Nazi di Jerman tidak lain adalah hasil dari cara-
cara marketing “brilian” Bernays. Ketika tokoh Nazi Joseph Goebbels meninggal, para
aparat menemukan buku Propaganda karya Bernays
di kamarnya. Bernays sendiri mendadak kaya raya.
Berkat temuannya itu ia naik daun menjadi konsultan
berbagai perusahaan besar Amerika. Dalam negeri ini, kita masih ingat bagaimana SBY
pernah naik daun setelah dipecat sebagai Menteri di
rezim Mega. Keran simpati masyarakat pun mulai
mengalir dan sedikit banyak mengantarkannya ke
kursi Presiden RI tahun 2004. Hal ini pula yang pernah terjadi saat naiknya
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Presiden tahun
1999. Dilihat dari berbagai sisi, sebenarnya tokoh ini
tidak terlalu istimewa. Bahkan, Gus Dur pernah
menjadi anggota MPR dari Golkar, ketika Soeharto
masih dekat dengan Beny Moerdani cs. Masih banyak tokoh yang lebih baik dari Gus Dur.
Namun kepentingan asing yang sangat bertumpu
kepada Gus Dur, mengingat Gus Dur terbuka pada ide
liberalisasi, membawanya dapat melenggang
mengungguli rival lainnya. Begitu juga rekayasa citra Obama di Indonesia, yang
hanya mengucapkan “nasi goreng dan bakso”,
publik pun tersihir. Obama pun diundang bicara
tentang masa kecilnya, dan segenap pandangan kita
terhadap aktor Zionis itu ikut memudar meski Invasi
Obama terhadap negeri-negeri Muslim masih berlangsung hingga kini. Dan jangan aneh bila para koruptor yang kini dihujat
bisa sekejap mata menjadi pahlawan. Hanya dengan
satu cara: membuka aib-aib kawan-kawannya, dan
kita kembali terjebak pada diskusi-diskusi. Terapkan Islam Seluruhnya atau Tidak Sama
Sekali Karena itu, salah satu cara untuk mengenyahkan
Sistem Dajjal adalah sebuah komitmen dalam diri
kaum Muslimin untuk menerima Islam sepenuhnya
atau tidak sama sekali. Sebab komitmen ini akan
sangat menakutkan bagi penampuk Sistem Dajjal. Inilah yang pernah terjadi kepada Sayyid Quthb.
‘Pembunuhan’ Sayyid Quthb adalah cara terakhir
yang dilakukan Barat karena tidak juga berhasil
mengubah pola pikir Asy-Syahid meski sudah digoda
berkali-kali, dengan jalan kekuasaan, pendidikan,
sampai wanita. Namun apa dampak dari itu semua? Semangat
militansi untuk kembali kepada Islam yang
sesungguhnya menjadi sangat besar pasca buku-
buku Sayyid Quthb diterbitkan seusai kematiannya. Oleh karenanya, benturan Islam vis a vis Sistem Dajjal
belum akan usai. Islam akan terus dirongrong oleh
media sistem Dajjal lewat berbagai arah. Pertama,
Islam akan disudutkan sebagai agama teroris dan
bukan bagian dari solusi. Kedua, Islam akan dilihat
dari tindak-tanduk keburukan akhlak yang diciptakan oleh oknum-oknum Islam itu sendiri. Hal inilah yang pernah disinggung Sayyid Quthb,
ketika Barat tidak fair dalam melihat Islam. Ketika
Islam diperintahkan oleh Barat menyelesaikan
masalah-masalah yang justru diciptakan oleh
Demokrasi, Sosialisme, dan Kapitalisme. Oleh
karenanya, dalam Bab Ambil Islam Seluruhnya atau tidak sama sekali dalam buku Dirosah Islamiyah-nya,
Sayyid Quthb menulis: “Tetapi yang aneh setelah itu, adalah bahwa Islam
banyak sekali diminta pendapatnya mengenai
persoalan-persoalan itu. Islam diminta untuk
mengemukakan penyelesaiannya. Jadi tidak logis dan
juga tidak adil, kalau dari suatu sistem tertentu
diminta menyelesaikan dari masalah-masalah yang tidak ditimbulkannya sendiri, tetapi ditimbulkan oleh
sistem lain yang berbeda watak dan metodenya dari
sistem itu.” Atas tantangan Barat itu, dengan pintarnya Sayyid
Quthb membalas: “Laksanakan Islam sebagai suatu keseluruhan
dalam sistem hukum pemerintahan, dalam dasar
perundang-undangan, dan dalam prinsip-prinsip
pendidikan. Baru setelah itu kita dapat melihat apakah
masalah-masalah yang ditanyakan itu masih ada
dalam masyarakat atau hilang dengan sendirinya.” Akhirnya, semua ini seperti lagu masonik The Beatles
yang berjudul Across the Universe, dimana John
Lennon berkata, “Nothing Gonna Changes My
Wolrd.” Ya, tidak ada yang boleh mengubah Sistem
Dajjal dan media mereka akan terus bergerak sesuai
tata kerjanya: penuh rekayasa dan manipulasi. Media-dan-Demokrasi-jpeg.image “Kita harus berusaha agar opini umum tidak
mengetahui permasalahan sebenarnya. Kita harus
menghambat segala yang mengetengahkan buah
pikiran yang benar. Hal itu bisa dilakukan dengan
memuat berita lain yang menarik di surat kabar.
Agen-agen kita yang menangani sektor penerbitan akan mampu mengumpulkan berita semacam itu,”
(Protocol of Zion ke 13). (Islampos), salam-online

UNTUK AMAL & DAKWAH, SEBARKAN TULISAN
INI!!

Pancasila dalam Talmud yahudi

Pancasila dalam Talmud yahudi.

Catatan IRFAN S AWWAS –Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin–

Fenomena munculnya komunitas Yahudi secara terbuka di Indonesia menarik
dicermati, setidaknya karena dua alasan. Pertama, selain belum memiliki hubungan diplomatik
dengan Indonesia, secara konstitusional Indonesia
belum mengakui eksistensi negara “Israel” yang
masih menjajah negara Palestina. Kedua, tentang isu Negara Islam Indonesia (NII) KW 9,
yang diklaim sebagai akibat ditinggalkannya ideologi
Pancasila, ditengarai sejumlah pihak telah mengalami
kropos dan ditinggalkan rakyat. Kenyataan ini mendorong munculnya wacana 4 pilar
kebangsaan, yaitu NKRI, UUD 1945, Pancasila, dan
Bhineka Tunggal Ika. Lalu, apa relevansinya
mengaitkan kitab suci Yahudi (Talmud), NII dan
semangat kembali ke Pancasila? Tulisan berikut ini
akan mengurai, adakah benang merah Pancasila dan zionisme dalam Talmud Yahudi. Pancasila dalam Talmud Selama ini, Pancasila diyakini sebagai made in
Indonesia asli, produk pemikiran yang digali dari
rahim bumi pertiwi. Kemudian, berhasil dirumuskan
sebagai ideologi dan falsafah bangsa oleh Bung
Karno, hingga menjadi rumusan seperti yang kita
kenal sekarang. Sejauhmana klaim di atas memperoleh legitimasi
historis serta validitas akademik? Adakah bangsa lain
dan gerakan ideologi lain yang telah memiliki
Pancasila sebelum Soekarno menyampaikan
pidatonya di depan sidang BPUPKI, 1 Juni 1945? Sebagai peletak dasar negara Pancasila, Bung Karno
mengaku, dalam merumuskan ideologi
kebangsaannya, banyak terpengaruh pemikiran dari
luar. Di depan sidang BPUPKI, Bung Karno
mendeskripsikan pengakuannya: “Pada waktu saya berumur 16 tahun, saya
dipengaruhi oleh seorang sosialis bernama A. Baars,
yang memberi pelajaran pada saya, ‘jangan
berpaham kebangsaan, tapi berpahamlah rasa
kemanusiaan sedunia’.” Tetapi pada tahun 1918, kata Bung Karno selanjutnya,
ada orang lain yang memperingatkan saya, yaitu Dr
Sun Yat Sen. Dalam tulisannya San Min Chu I atau The
Three People’s Principles, saya mendapat pelajaran
yang membongkar kosmopolitisme yang diajarkan A.
Baars itu. Sejak itu tertanamlah rasa kebangsaan di hati saya oleh pengaruh buku tersebut.” Pengakuan jujur Bung Karno ini membuktikan,
sebenarnya Pancasila bukanlah produk domistik yang
orisinal, melainkan intervensi ideologi transnasional
yang dikemas dalam format domistik. Sebagai derivasi gerakan zionisme internasional,
freemasonry memiliki doktrin Khams Qanun yang
diilhami Kitab Talmud. Yaitu, monoteisme (ketuhanan
yang maha esa), nasionalisme (berbangsa,
berbahasa, dan bertanah air satu Yahudi), humanisme
(kemanusiaan yang adil dan beradab bagi Yahudi), demokrasi (dengan cahaya talmud suara terbanyak
adalah suara tuhan), dan sosialisme (keadilan sosial
bagi setiap orang Yahudi). (Syer Talmud Qaballa
XI:45). Tokoh-tokoh pergerakan di Asia Tenggara juga
merujuk pada Khams Qanun dalam merumuskan
dasar dan ideologi negaranya. Misalnya, tokoh China
Dr. Sun Yat Sen, seperti disebut Bung Karno, dasar dan
ideologi negaranya dikenal dengan San Min Chu I,
terdiri dari: Mintsu, Min Chuan, Min Sheng, nasionalisme, demokrasi, dan sosialisme. Asas Katipunan Filipina yang dirumuskan oleh
Andreas Bonifacio, 1893, dengan sedikit penyesuaian
terdiri dari : nasionalisme, demokrasi, ketuhanan,
sosialisme, humanisme. Begitu pun Pridi Banoyong
dari Thailand, 1932, merumuskan dasar dan ideologi
negaranya dengan prinsip: nasionalisme, demokrasi, sosialisme, dan religius. Sedangkan Bung Karno, proklamator kemerdekaan
Indonesia, pada mulanya merumuskan ideologi dan
dasar negara Indonesia yang disebut Panca Sila terdiri
dari: nasionalisme (kebangsaan), internasionalisme
(kemanusiaan), demokrasi (mufakat), sosialisme, dan
ketuhanan. Prinsip indoktrinasi zionisme, memang cukup
fleksibel. Dan fleksibilitasnya terletak pada
kemampuannya beradaptasi dengan pola pikir
pimpinan politik di setiap negara. Pertanyaannya, adakah kesamaan ideologi dari
tokoh dan aktor politik di atas bersifat kebetulan,
atau memang berasal dari sumber yang sama, tapi
dimainkan oleh aktor-aktor politik yang berbeda? Dalam kaidah mantiq, dikenal istilah tasalsul, yaitu
rangkaian yang berkembang, mustahil kebetulan.
Artinya, sesuatu yang berpengaruh pada yang
sesudahnya, pastilah bukan kebetulan. Rumusan Pancasila versi Bung Karno, memiliki
kesamaan dengan doktrin zionisme yang dijiwai
Talmud, sehingga klaim Pancasila sebagai produk
domistik terbantahkan secara faktual. Intervensi ideologi ini, berpengaruh besar terhadap
perkembangan Indonesia pasca kemerdekaan. Di
zaman demokrasi terpimpin, pengamalan Pancasila
berwujud Nasakom (nasionalisme, agama,
komunisme). Sedang di zaman orde baru, praktik
Pancasila berbentuk asas tunggal. Kedua model amaliah Pancasila itu, telah melahirkan ideologi politik
traumatis. Melestarikan Pancasila seperti diwariskan kedua
rezim di atas, berarti melestarikan doktrin
ZionisYahudi, yang bertentangan dengan konstitusi
negara. Dan tidak konsisten dengan semangat
kemerdekaan. Muqaddimah UUD 1945, menyatakan
bahwa kemerdekaan Indonesia adalah berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Dalam kaitan ini, pemerintah bertanggungjawab
merealisasikan dasar dan ideologi negara, selaras
dengan muqaddimah UUD ’45. Seperti tertuang
dalam pasal 29 ayat 1, bahwa negara berdasarkan
Ketuhanan Yang Maha Esa. Prof Hazairin, SH menafsirkan negara berdasarkan
Ketuhanan Yang Maha Esa, adalah: pertama, di negara
RI tidak boleh ada aturan yang bertentangan dengan
agama. Kedua, negara RI wajib melaksanakan
Syari’at Islam bagi umat Islam, syari’at Nasrani
bagi umat Nasrani, dstnya sepanjang pelaksanaannya memerlukan bantuan kekuasaan negara. Ketiga,
setiap pemeluk agama wajib menjalankan syariat
agamanya secara pribadi. (Demokrasi Pancasila,
1975). Oleh karena itu, hasrat membicarakan kembali
Pancasila sekarang haruslah dalam semangat
kemerdekaan dan kedaulatan NKRI. Tanpa intervensi
ideologi asing, dan tanpa mendiskreditkan pihak lain
dengan alasan antipancasila, anti NKRI, Bhineka
Tunggal Ika dan slogan lainnya. Setiap warganegara berhak ikut merumuskan dasar dan ideologi negara
yang benar, tanpa intimidasi dari pihak mana pun.

Dimuat di Majalah Gatra, 19 Mei 2011

UNTUK AMAL & DAKWAH, SEBARKAN TULISAN
INI!!

Yahudi; Spesialis Sihir Dan Ritual Setan

Yahudi; Spesialis Sihir Dan Ritual Setan.

KITA sering menganggap bahwa Yahudi itu hanya
satu. Namun, kenyataannya tidak demikan. Hal ini
terlihat pada Yahudi Kabbalah yang begitu kental
dengan ajaran mistis. Yahudi Illuminati (Kabbalah)
dan antek Masoniknya tidak ingin orang-orang
Yahudi sendiri atau orang lain untuk mengetahui ajaran tersembunyi dan karakter Okultisme mereka. Mereka tidak ingin orang-orang Yahudi memahami
bahwa anti-Semitisme sepanjang zaman tidaklah
rasional. Kesadaran ini akan memberdayakan
bangsa-bangsa lain, dan memungkinkan “para
saudara-saudara Yahudi yang lebih rendah”
menghindari peran mereka sebagai Yahudi yang tertipu (dupes), kambing hitam, perisai manusia dan
pengorbanan manusia untuk kepemimpinan gila
mereka. Yahudi Kabbalah percaya bahwa merekalah yang
menjelaskan Kehendak Tuhan. Mereka percaya
Tuhan datang ke dunia melalui mereka sendiri.
Dengan kata lain, Tuhan menurut Yahudi Kabbalah
”tidak berwujud dan tidak dapat diketahui.” (Ini
adalah setan karena Tuhan adalah GPS kita. Manusia terhubung kepada Tuhan melalui jiwa dan cita-cita
spiritual -. Cinta, perdamaian, kebenaran, keindahan
dan keadilan), meskipun hal ini tidak sama dengan
konsep Islam yang dijelaskan dalam al-Qur’an
surat al-Ikhlash. Para Kabbalis percaya bahwa mereka dapat
mendefinisikan kenyataan menurut Iblis:
‘kejahatan adalah baik, kebohongan adalah
kebenaran dan sakit adalah sehat.’ Mereka
merusak setiap identitas kolektif lainnya: bangsa,
agama, ras dan keluarga untuk membangun Tata Dunia Baru. “Selama masih ada bangsa-bangsa yang memiliki
konsepsi moral dalam tatanan sosial, dan sebelum
semua keyakinan, patriotisme dan martabat
ditumbangkan, maka pemerintahan kami di seluruh
dunia tidak akan datang,” kata Pimpinan Yahudi
Illuminati tahun 1936. Yahudi Kabbalah telah memilih sebagai orang luar
karena mereka tidak bisa menerima dunia yang
tidak mereka mendominasinya. Mereka
mendasarkan kepada pemberontakan Kabbalis
Luciferian. Inti dari ‘Tata Dunia Baru’ adalah Yahudi Kabbalah
dan antek mereka, Masonik, akan memenjungkir-
balikan tatanan alam dan spiritual, serta
memperbudak manusia secara mental jika tidak bisa
melakukannya secara fisik. Aktifitas Yahudi Trachtenburg menyajikan aktivitas litani
(serangkaian doa-doa) Yahudi yang memberi kesan
“klise” yang akarnya dari Abad Pertengahan. “Orang-orang Yahudi mengabulkan harapan
sebanyak mimpi-mimpi Anda,” kata Trachtenburg
mengutip penyair Juvenal. Sepanjang zaman Yahudi terspesialisasi dalam sihir-
sihir, meramal, astrologi, ramuan dan obat-obatan,
racun, alkimia, jimat, mantra-mantra dan kutukan,
aphrodisiac (zat perangsang nafsu birahi), dan
kosmetik. Paus Pius V menjelaskan pengusiran orang-orang
Yahudi dari Negara-negara Kepausan pada tahun 569
dengan menyatakan: “Mereka banyak membujuk orang agar lalai dan
lemah dengan ilusi setan mereka. Mereka meramal
melalui pesona dan trik sulap serta sihir, membuat
orang-orang percaya kepada mereka bahwa masa
depan dapat diramalkan, barang-barang yang dicuri
dan harta karun dapat ditemukan, dan banyak hal lain yang bisa terungkap.” Dan tentu saja, Yahudi Kabbalah selalu menjadi
“dokter ketidakpercayaan” yang menghasut
manusia dengan ajaran sesatnya. Di mana-mana,
gereja dan orang-orang memahami tangan-tangan
jahat orang-orang Yahudi mengubah keyakinan
orang Kristen yang sederhana menjauh dari keimanan yang benar. [sm/islampos/henrymakow/
akhirzaman]

Negeri ini Punya Kelainan, Ketika Selalu Mendukung para Pembohong

Negeri ini Punya Kelainan, Ketika Selalu Mendukung para Pembohong.

oleh Alm Rahmat Abdullah

“Tidak ada nikmat apapun yang lebih besar dalam
diriku sesudah hidayah Allah karuniakan kepadaku,
lebih daripada kejujuranku terhadap Rasulullah
SAW” (Kaab Bin Malik) Seorang miskin, tak berkelas. Seorang kaya,
bangsawan dan bermartabat. Seorang perempuan,
tersisih atau tersanjung. Rohaniawan, pendeta, filsuf,
bahkan agnotis dan atheis, semua dapat bertemu di
satu titik : ‘Iman’ , bila bertolak dari shidq
(kejujuran) . Shidq adalah titik tolak (munthalaq) yang menjamin sampainya perjalanan ke tujuan. Shidq
adalah kunci pembuka hati yang tiada tara
bandingannya. “Seandainya shidq diletakkan di atas
luka, niscaya luka itu langsung sembuh.” Demikian
perkataan Imam Ahmad bin Hambal. Dan Shidq-lah
menurutnya, yang menyelamatkannya dari pedang Al Mu’tashim. Tak ada bangsa yang takut akan bangkrut karena
kejujurannya, tak ada bangsa yang cukup sabar untuk
dibohongi berulang-ulang. Mungkin negeri ini yang
menyimpan kelainan ketika selalu mendukung
‘Pembohong’, lalu menyumpahinya dan kemudian
mendukung pembohong lain. Lemah atau bodoh itu tak lagi penting, masalahnya para pembohong itu
memonopoli begitu banyak luas ruang loyalitas.
Publik tak mampu membedakan mana induk
kejahatan dan mana cabang rantingnya. Ketika ditanya,”Mungkinkah muslim mencuri, atau
berzina?” Rasulullah SAW menjawab, “ Mungkin.”
Ketika ditanya,” Mungkinkah muslim berdusta ?”
beliau menjawab , Tidak, demi Allah, tak akan (tak
ada kamusnya) muslim berdusta !” Nanti terbukti,
bahwa shidq akan sangat menjaga seorang hamba dari pencurian dan perzinahan, karena dosa semua ini
lahir dari ketidakjujuran. —-

Hayrunnisa sang Ibu Negara

Hayrunnisa sang Ibu Negara.

Walaupun mendapat tantangan dan perlawanan
dari lembaga-lembaga pemerintah Turki termasuk
Tentara Turki agar Ibu Negara Turki melepas
jilbabnya,tetapi Hayrunnisa sang Ibu Negara
tersebut tetap istiqomah dengan kerudungnya,
padahal pada pemerintahan sebelumnya jilbab sempat dilarang masuk ke lembaga-lembaga
resmi Negara. Bukan rahasia lagi, Hayrunnisa dan
banyak wanita berjilbab lain yang ada di Turki
sering mengalami ketidakadilan karena jilbab yang
mereka kenakan Ibu Negara yang mencintai buku dan gemar
membaca ini mengalihkan kecaman-kecaman
lembaga –lembaga resmi negara Turki dengan
gerakan nyata yang bisa dirasakan langsung oleh
masyarakat.Festival buku Book Festival menjadi
programnya setiap tahunya,.Selain itu mencintai anak-anak yatim dan panti jompo dengan
bersilaturahmi atau mengunjunginya serta
membantu secara material dilakukannya setiap
ada waktu kunjungan ke daerah-daerah. Kecintaan pada keluarga syuhada ,yang telah
mengorbankan nyawanya untuk membela Negara
dan agama dibuktikan oleh ibu Negara ini dengan
mengangkat sebagian anak-anak para syuhada
menjadi anak asuhnya,serta menyantuni anak-
anak syuhada yang lainya dengan memberikan kebutuhan-kebutuhan jasmni dan rohaninya.
Ia bahkan menjalin kontak secara pribadi dengan
mereka. Banyak anak-anak para syuhada yang
menjadi anak asuhnya. Ketika anak-anak ini
berprestasi, ia akan secara khusus menuliskan
surat dengan tulisan tangannya menyampaikan ucapan selamat kepada mereka. Ibu Negara yang mempunyai tekad baja yang kuat
tersebut tetap istiqomah mengenakan jilbabnya
walaupun lembaga peradilan dan tentara Turki
memprotesnya bahkan ada yang memprotes
dengan cara mengundurkan diri dari pemerintahan
yang dipegang suaminya. Keteguhan Hayrunnisa ,Ibu Negara Turki perlu
dicontoh oleh istri pemimpin pemimpin di Negara
kita sebab sebagai Negara yang menjunjung tinggi
keyakinan agama masih banyak istri pemimpin
yang belum mengenakan jilbab atau malu
mengenakan jilbab padahal mayoritas rakyat Negara kita adalah muslim. Semoga Allah SWT selalu memberi kekuatan
kepada Hayrunnisa agar tetap istiqomah
menjalankan perintah Allah dalam berpakaian dan
menjadi suri tauladan bagi istri istri pemimpin yang
mengaku beragama Islam tetapi tidak mau atau
malu memakai jilbab dalam mendampingi suaminya.Amien.