Siapa yang membangun Masjid Al-Aqsha?

Ketika membahas masalah al-Aqsha dari sisi sejarah,
maka untuk pertama kali kita membutuhkan
jawaban, siapa yang membangun Masjid Al-Aqsha ? Masalah ini menjadi perbincangan diantara para
ilmuwan dan sejarawan muslim. Mereka
mengetengahkan sejumlah dalil dan bukti-bukti dan
penelitian terhadap hadits-hadits yang berbicara
tentang Masjid Al-Aqsha. Setidaknya ada tiga
pendapat mengenai hal ini; 1. Para malaikatlah yang membangun Masjid Al-
Aqsha
2. Nabi Adam AS
3. Nabi Ibrahim AS Namun pendapat pertama yang menyatakan, bahwa
para malaikat yang membangun Masjid Al-Aqsha
dilemahkan oleh para ulama. Mereka lebih condong
bahwa yang membangun Masjid Al-Aqsha adalah
seorang manusia, bukan para malaikat. Karena para
malaikat mempunyai rumah sendiri dan membangunnya di langit, yaitu Baitul Makmur sebagai
ganti Ka’bah di bumi. Oleh karena itu, kami menghindari pendapat pertama
ini dan kembali mengkaji pendapat kedua dan ketiga.
Yaitu Nabi Adam AS dan Ibrahim AS.
Nabi Ibrahim menamakan lembah Makkah dengan
Baitul Atiq al-Muharram. Menunjukan bahwa Ka’bah
Musyarofah sudah ada pada saat itu yang menyaksikan kelahiran anaknya Nabi Ismail. Dan
diketahui bersama bahwa Nabi Ismail bersama
ayahnya membangun Baitullah Al-Haram. Dengan
demikian, gugurlah pihak yang berdalil dengan ayat-
ayat Qur’an bahwa yang membangun Masjid Al-
Aqsha adalah Nabi Ibrahim AS dan menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsha dibangun sebelumnya. Maka
kuatlah yang mengatakan bahwa yang membangun
Masjid Al-Aqsha adalah Nabi Adam AS. Kemudian dalam makalah Dosen fakultas teknik
Universitas Nasional Al-Najah, Dr. Haitsam Rutut yang
dicetak majalah Kajian Baitul Maqdis terbitan tahun
2005, Rutut mengungkapkan ada kesamaan antara
bangunan Ka’bah dan bangunan Masjid Al-Aqsha.
Dengan bantuan program teknik tiga dimensi dan dengan melupakan jarak antara keduanya. Rutut
menjelaskan, ada kesamaan antara kedua bangunan
ini, ditinjau dari ke empat sudutnya. Ia menjelaskan
hal tersebut dengan bantuan denah dan gambar.
Bukti-bukti secara ilmiah ini mendukung pendapat
yang menyatakan, Masjid Al-Aqsha. Nabi Adam lah yang membangun kedua masjid ini berdasarkan
wahyu dari Allah, dengan batas-batasnya. Inilah
batas-batas yang pelihara hingga kini atas Masjid Al-
Aqsha seluas 142-144 hektar. Kemiripin Teknik banunan antara Masjid Al-Aqsha
yang asli sebelum perluasan pada zaman Bani
Umayah dengan bangunan Ka’bah al-Musyarofah
dengan bentuknya yang asli yang dibangun oleh
Badullah bin Zuber mengutip keterangan Nabi yang
menyebutkan tentang bentuk Ka’bah pada zaman Ibrahim Alaihi Salam. Kaum Yabusiah dan Kananiyah Bangsa Yabusiah adalah bangsa pertama tercatat
sejarah yang mendiami al-Quds. Sebelumnya belum
ada tulisan atau catatan yang mengungkap hal ini.
Dalam kajian ilmu sejarah tentang situs-situs sebagai
satu-satunya sumber untuk mengungkap temuan
tulisan dan dimulainya sejarah manusia, yaitu sebelum enam ribu tahun sebelum masehi disebutkan
bangsa Yabusiah bermigrasi dari tempat asalnya di
Semenanjung Arab dan menetap di kota Yerusalem
dan sekitarnya. Maka dikenallah wilayah Palestina
dengan wilayah Yabusiah yang menyebutkan
ibukotanya di kota Al-Quds yang saat itu dikenal dengan nama kota Yabus atau Oursalm. Bersamaan dengan bangsa Yabusiah ini,
berimigrasilah sejumlah suku dari semenanjung Arab
ke Palestina. Diantaranya suku Finokiyo yang
menetap di pedalaman bangsa Kan’an Arab.
Mereka tinggal di bagian utara Palestina dan
membangun 200 kota di Palestina. Yang paling terkenal adalah kota Yabusiah atau Al-Quds. Seperti
Nablus yang suka disebut Shakim dan Kholil yang
suka disebut Hebron. Di Palestina hidup juga bangsa Amor yaitu suku
bangsa Arab yang mempunyai peran ratusan tahhun
dalam memakmurkan kota Al-Quds. Perlu disebutkan di sini bahwa semua pemerintah
Yanbusiah yang menguasai Al-Quds, dulunya sebagai
penyembah berhala. Dari sini bukan berarti kita
bangga bahwa yang pertama kali mendiami Al-Quds
adalah bangsa Arab, tetapi untuk membantah klaim
yahudi bahwa merekalah yang penduduk asli Al- Quds. Merekalah yang pertama kali memakmurkan
kota Al-Quds. Bukti ini menunjukan bangsa bangsa
Arab sudah mendiami al-Quds lebih dari Yahudi
sekitar 1500 tahun sebelumnya

Voice of Palestine Indonesia

One thought on “Siapa yang membangun Masjid Al-Aqsha?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s